• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Bersahabat dengan Takdir (2)

23/05/2021
in Nasihat, Unggulan
Bersahabat dengan Takdir (2)

Ilustrasi, foto: iStock

154
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Yang belum pasti terjadi jangan diseramkan. Yang sudah terjadi jangan disedihkan.

Mengenang hidup kadang seperti menata rangkaian peristiwa yang pernah dialami. Ada yang menyenangkan. Tapi tidak sedikit yang menggores kesedihan.

Boleh jadi, dari sekian kenangan itu, yang menyenangkan jauh lebih banyak dari yang menyedihkan. Tapi, kadang energi kita lebih terkuras dengan kenangan sedih. Ada rasa sesal di situ. Ada rasa kehilangan yang susah tergantikan.

Bentuknya bisa macam-macam. Bisa kematian dari orang yang kita cintai. Lenyapnya harta. Lepasnya karir yang selama ini menjadi sandaran hidup. Bahkan boleh jadi, lenyapnya wibawa atau pengaruh yang selama ini mengangkat derajat kita.

Sedih dan sesal tentang semua itu terus mengekang langkah kita untuk terus menapaki hidup. Semangat tiba-tiba beku di bawah titik nol derajat. Sepertinya, tak ada lagi yang menarik untuk kita tatap di hari esok.

Dalam Islam keadaan itu disebut hazanun atau hazan. Sebuah rasa sedih dan sesal yang berlangsung terus-menerus. Hati dan pikiran hanya berkutat di satu kata: andai…andai…dan andai.

Andai saya memilih pekerjaan lain, mungkin saya tidak nganggur seperti saat ini. Andai saya tidak lengah menjaga si kecil, mungkin kecelakaan itu tak pernah terjadi. Andai saya tidak mempercayai pihak itu, mungkin rumah dan mobil saya tidak lenyap seperti sekarang. Dan seterusnya.

Kita lupa bahwa tak seorang pun yang mampu memastikan apa yang akan terjadi esok. Bahkan apa yang akan terjadi di menit setelah ini.

Bukan wilayah kemampuan manusia untuk memastikan itu. Bahkan, semua yang akan terjadi di bumi ini sudah dijadwalkan jauh sebelum alam ini diciptakan.

Di titik pemahaman itu pun kadang bisa berkembang liar. Bukannya memaklumi bahwa kita hanya mampu berikhtiar dan doa, tapi malah menggugat ketentuan yang telah terjadi itu.

Siapa yang digugat? Siapa lagi kalau bukan Allah subhanahu wata’ala. Na’udzu billah min dzalik. Kami berlindung kepada Allah dari sifat buruk seperti itu.

Di sini pun ada kealpaan kita untuk memahami kekerdilan pengetahuan kita di banding keluasan ilmu Allah.

Pahamilah apa yang telah Allah ungkapkan dalam Surah Al-Baqarah tentang kekerdilan itu. “…Boleh jadi, kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi, kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk buatmu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. 2: 216)

Kita mengukur baik buruk sesuatu dalam skala kecil. Sangat kecil. Karena memang hanya itulah kemampuan jangkauan pengetahuan yang dimiliki. Tapi Allah mengukurnya dalam skala luas yang baru akan dirasakan kebaikannya dalam masa yang akan datang.

Kita pun mengukur baik buruk dalam takaran yang tidak objektif. Tapi lebih karena tercampur nafsu dan emosi yang kadang menampakkan pandangan sesuatu tidak seperti aslinya. Sementara, Allah mendahulukan rahmatNya atas sesuatu.

Hal itu persis seperti konflik yang dirasakan anak kecil dengan orang tuanya. Anak itu marah, kecewa, berontak untuk bisa memperoleh permen yang tidak diizinkan orang tuanya. Anak itu belum memahami di balik manisnya permen.

Orang-orang shaleh selalu diuji dengan keadaan ini. Diuji apakah imannya lebih kuat dari egonya. Diuji apakah ridhanya lebih kuat dari piciknya. Diuji apakah ia akan terus dalam taat dan takwa meski kehilangan yang dicintai.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan, kalau kalian ditimpa musibah, janganlah mengatakan andai aku melakukan ini dan itu (andai aku tidak melakukan itu maka tidak terjadi ini). Tapi katakanlah, qadarullah wa maasyaa’a fa’ala. Sudah ditakdirkan Allah. Apa yang Allah kehendaki, maka terlaksanalah.

Inilah obat sedih yang sesungguhnya. Yaitu, ridha dan tawakkal dengan apa yang telah Allah takdirkan tentang perjalanan hidup kita. Dan berbaik sangkalah, insya Allah akan ada hikmahnya. [Mh]

 

 

 

Tags: bersahabat dengan takdirMuhasabahNasihat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Wahdah Islamiyah Gelar Webinar dan Silaturahim Akbar Bahas Palestina

Next Post

Tips Menjaga Kulit Sehat dan Bersinar Luar dan Dalam

Next Post
Tips Menjaga Kulit Sehat dan Bersinar Luar dan Dalam

Tips Menjaga Kulit Sehat dan Bersinar Luar dan Dalam

Melatih Anak agar Cinta Ilmu Falak

Melatih Anak agar Cinta Ilmu Falak

anak-anak yang

Anak-Anak yang Memiliki Prestasi

  • Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    Resep Sambal Hijau Thailand yang Segar Pedas dan Lezat

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Masjid Apung An-Nur Resmi Dibuka Jadi Ikon Wisata Religi Baru di Jakarta

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9566 shares
    Share 3826 Tweet 2392
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2529 shares
    Share 1012 Tweet 632
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1377 shares
    Share 551 Tweet 344
  • Wakaf Warrior Perluas Kolaborasi dengan Menggandeng Tiga Bank Syariah dan AWQAF Dental di ISEF 2026

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menemukan Kebahagiaan dalam Kesederhanaan Hidup

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menentukan Waktu Terbaik untuk Menghafal Al-Qur’an di Tengah Kesibukan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Event Dongeng dan Inspirasi Generasi Cinta Quran NPC

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Kaldu Jamur untuk MPASI Anak Ini Manfaatnya dan Cara Aman Memberikannya

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga