• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 20 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Bendera Tauhid

28/10/2018
in Nasihat
82
SHARES
628
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Bendera Tauhid tiba-tiba menjadi pusat perhatian dalam sepekan ini. Istilah yang mungkin baru untuk sebagian besar orang kini menjadi sesuatu yang akrab dan familiar. 
Sebelum ini, orang hanya menganggap biasa dengan Bendera Tauhid. Bahkan, sebagiannya lagi menghubungkan keberadaan ini sebagai entitas Hizbut Tahrir, khususnya di Indonesia. 
Seolah menjadi seperti dua sisi muka dalam sebuah koin, satu sisi sebagai HTI dan satunya lagi Bendera Tauhid. Hal ini karena nyaris belum ada ormas Islam yang mempopulerkan bendera ini selain HTI. Bahkan hal itu terjadi di luar Indonesia. 
Barulah sepekan ini orang menyimak, mengkaji, dan mendiskusikan lebih dalam tentang sosok Bendera Tauhid. Secara sederhana, orang akhirnya memisahkan antara Bendera Tauhid dengan bendera HTI. Kalau yang polos Bendera Tauhid, dan yang selainnya sebagai identitas ormas yang tertulis di dalamnya.
Pemisahan ini mungkin sah-sah saja. Menariknya, apa yang disampaikan mantan petinggi HTI, Ismail Yusanto, beberapa waktu lalu tentang bendera ini. Menurutnya, HTI tidak memiliki bendera. Itu murni disandarkan pada bendera Rasulullah saw., Ar-Royah dan Al-Liwa.
Benarkah? Akhirnya, orang merujuk pada apa yang disampaikan Nabi saw. tentang sosok bendera ini. Dan hadis dari Ibnu Abbas r.a. pun menjadi kajian yang paling menarik beberapa hari ini. 
Dalam riwayat Imam Tirmidzi, Ibnu Abbas mengatakan, “Adalah (bendera) Royah Rasul berwarna hitam dan Liwanya (bendera) berwarna putih.” Ulama mensahihkan hadis ini. 
Pertanyaan berikutnya, apakah di Royah dan Liwa itu terdapat kalimat Tauhid seperti yang ada dalam bendera Tauhid saat ini?
Para ulama berbeda pendapat soal ini. Ulama berpendapat bahwa tentang tulisan Kalimat Tauhid ini dengan kata-kata ‘maktuubun ‘alaih’ (tertulis padanya) kalimat Tauhid semua dhaif. Kecuali, hadis yang menyebut dengan kata-kata ‘maktuubun fiihi’ (tertulis di dalamnya) kalimat Tauhid sebagai hadis yang tidak dhaif tapi juga tidak sampai pada derajat shahih. Setidaknya, menurut ulama, berada pada derajat hasan. 
Jadi, ada dalil yang bisa menjadi rujukan bahwa pada Royah dan Liwa terdapat tulisan yang berisikan kalimat Tauhid. Dan itu, sama sekali, bukan produk dan simbol HTI, melainkan simbol umat Islam seluruhnya.
Lepas dari ikhtilaf ulama tentang keberadaan Kalimat Tauhid dalam Royah dan Liwa ini, apa yang ada dalam bendera tersebut adalah benar-benar Kalimat Tauhid. Sebuah kalimat yang menjadi dasar, ruh, dan identitas umat Islam, dunia dan akhirat. 
Sehingga sejatinya, bendera ini patut diposisikan sebagai sesuatu yang pantas. Karena di dalamnya terdapat kalimat asma Allah swt. dan nama Rasulullah saw., yang menjadi dasar keyakinan umat Islam. 
Perumpamaannya mungkin seperti bus Metro Mini. Kalau kita gak suka dengan sopirnya yang ugal-ugalan, sepertinya tidak pas kalau yang dibakar busnya. Kemarahan ataupun kebencian semestinya disalurkan dengan cara yang adil dan bijaksana.
Di semua pihak, dan di semua keadaan, Allah swt. berfirman, “Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak mampu berlaku adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah)
Di sisi yang lain, memuliakan bendera Tauhid juga tidak sepantasnya melupakan esensi arti kata Tauhid yang di dalamnya. Karena dari akar kata tersebut ada kata ‘wihdah’ yang bermakna persatuan. 
Dengan kata lain, Kalimat Tauhid selain menjadi pengokohan akidah umat Islam, juga menjadi pemersatu umat, walaupun berbeda negara, suku, apalagi ormas. 
Allah swt.berfirman, “Innamal mukminuuna ikhwah.” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu (yang bertauhid itu) bersaudara. 
Sebagai sebuah saudara, meminta maaf dan saling memaafkan merupakan sebuah kepatutan. 
Meminta maaf memang sesuatu yang berat, karena di situ terdapat sebuah pengakuan kesalahan dan penihilan ego manusia yang selalu merasa benar. 
Namun, jauh lebih berat lagi dari meminta maaf adalah yang memaafkan. Karena dalam sikap itu terdapat pengorbanan, demi sesuatu yang lebih besar yaitu persatuan dan persaudaraan. Wallahu a’lam bishawab. (muhammad nuh)

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Puspa Permaswari Luncurkan Komunitas Ibu Sehat Jatiluhur

Next Post

Ahad Sibuk Foodprep, Resep Telur Ceplok Kecap Bisa Jadi Ide Menu Cepat

Next Post

Ahad Sibuk Foodprep, Resep Telur Ceplok Kecap Bisa Jadi Ide Menu Cepat

Lewat Secarik Kertas Naskah Sumpah Pemuda ditulis

Mahar dengan Sumpah Pemuda

  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Tak Ada yang Kebetulan: Dari Messi Memandikan Bayi Yamal hingga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Semua Terjadi dalam Takdir Allah

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Praktisi Hukum Dini Eka Putri Edukasi 200 Siswa SIT Al-Kautsar tentang Bahaya Bullying dan Konsekuensi Hukumnya

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4021 shares
    Share 1608 Tweet 1005
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8917 shares
    Share 3567 Tweet 2229
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11603 shares
    Share 4641 Tweet 2901
  • Salimah Tulungagung Bagikan Tips Menua dengan Bahagia

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1108 shares
    Share 443 Tweet 277
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4692 shares
    Share 1877 Tweet 1173
  • Saat Amanah Menjadi Jalan Membangun Peradaban

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga