• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 11 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar dari Shalat Kita

09/02/2024
in Nasihat
Belajar dari Shalat Kita

Ilustrasi, foto: stockadobe.com

101
SHARES
778
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SHALAT itu penyuci jiwa kita. Jika lima kali sehari jiwa disucikan, rasanya tak akan ada kotoran yang tersisa.

Peristiwa Isra Mi’raj mengingatkan tentang nilai ibadah shalat. Banyak pelajaran dari peristiwa bersejarah itu.

Pertama, shalat merupakan satu-satunya ibadah yang perintahnya disampaikan langsung dari Allah subhanahu wata’ala kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Berbeda dengan ibadah lain yang perintahnya melalui Malaikat Jibril alaihissalam. Ini menunjukkan bahwa shalat sebagai media komunikasi langsung antara seorang hamba kepada Allah. Tanpa perantara.

Sehingga kualitas ibadah shalat ditentukan seperti apa ‘kedekatan’ kita dengan Allah. Shalat bisa sebagai komunikasi tanpa jarak, sebagai wujud ketundukan, dan sebagai media meminta secara khusus.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan, “Keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah adalah saat dalam sujudnya. Saat itu, perbanyaklah berdoa.” (HR. Muslim)

Bukan sekadar dalam kuantitas doa. Tapi justru dalam kualitasnya. Doa yang keluar bukan hanya dari lisan, tapi juga merambat dari hati yang paling dalam.

Tunjukkan keadaan hati yang menunjukkan bahwa kita bukan sekadar menjalankan perintah untuk berdoa. Tapi mengungkapkannya dengan penuh kesungguhan.

Silakan dengan menangis jika memungkinkan. Persis seperti anak kecil yang merengek pada ibunya.

Kedua, shalat sebagai rahmat atau kasih sayang Allah kepada kita, dalam proses turunnya hingga dalam eksistensinya.

Dalam Isra Mi’raj Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak langsung menerima perintah shalat dengan jumlah waktu seperti saat ini. Melainkan, lima puluh waktu yang akhirnya teringkas menjadi hanya lima saja.

Dan lima waktu itu pun benar-benar telah disesuaikan oleh Allah sesuai dengan dinamika rutinitas hidup sehari-hari kita.

Perhatikan tentang waktu-waktunya. Waktu Subuh menyesuaikan awal aktivitas kita di saat fajar. Zuhur saat umumnya kita sedang rehat dari aktivitas. Ashar di saat jiwa dan fisik membutuhkkan penyegaran. Magrib ketika aktivitas kerja mulai bergeser ke rumah. Dan Isya saat malam mulai menyapa.

Setelah malam membentang, tak ada lagi waktu wajib shalat. Seolah Allah subhanahu wata’ala menyesuaikan itu sebagai waktu istirahat total kita. Hingga, waktu fajar kembali datang.

Durasi shalat pun hanya sebentar. Tidak akan menyita waktu sibuk kita. Tidak akan mengganggu dinamika aktivitas sehari-hari kita. Tidak lebih dari hanya lima hingga sepuluh menit saja.

Coba geser paradigma shalat kita. Ia bukan kewajiban yang membebani. Melainkan kebutuhan fisik dan jiwa yang harus kita penuhi.

Di dalam sujud itulah momen yang paling penting untuk kita bisa meminta apa saja. [Mh]

 

 

 

Tags: Belajar dari Shalat Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Al-Isra’ 1: Kebenaran Peristiwa Isra’ Mi’raj

Next Post

Launching Program Ramadan, Assyifa Peduli Targetkan 32.000 Penerima Manfaat Pada Ramadan 1445 H

Next Post
Launching Program Ramadan, Assyifa Peduli Targetkan 32.000 Penerima Manfaat Pada Ramadan 1445 H

Launching Program Ramadan, Assyifa Peduli Targetkan 32.000 Penerima Manfaat Pada Ramadan 1445 H

Surah Yusuf Ayat 15-16: Allah Menenangkan Yusuf

Surah Yusuf Ayat 15-16: Allah Menenangkan Yusuf

Lima Hal yang Merusak Hati

Kehilangan Harapan untuk Menikah Dengannya

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    269 shares
    Share 108 Tweet 67
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    344 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9292 shares
    Share 3717 Tweet 2323
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4212 shares
    Share 1685 Tweet 1053
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta: Membongkar Kebobrokan Feminisme dan Konsep Gender

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4792 shares
    Share 1917 Tweet 1198
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga