• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 24 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar dari Shalat Kita

09/02/2024
in Nasihat
Belajar dari Shalat Kita

Ilustrasi, foto: stockadobe.com

98
SHARES
750
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SHALAT itu penyuci jiwa kita. Jika lima kali sehari jiwa disucikan, rasanya tak akan ada kotoran yang tersisa.

Peristiwa Isra Mi’raj mengingatkan tentang nilai ibadah shalat. Banyak pelajaran dari peristiwa bersejarah itu.

Pertama, shalat merupakan satu-satunya ibadah yang perintahnya disampaikan langsung dari Allah subhanahu wata’ala kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Berbeda dengan ibadah lain yang perintahnya melalui Malaikat Jibril alaihissalam. Ini menunjukkan bahwa shalat sebagai media komunikasi langsung antara seorang hamba kepada Allah. Tanpa perantara.

Sehingga kualitas ibadah shalat ditentukan seperti apa ‘kedekatan’ kita dengan Allah. Shalat bisa sebagai komunikasi tanpa jarak, sebagai wujud ketundukan, dan sebagai media meminta secara khusus.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan, “Keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Allah adalah saat dalam sujudnya. Saat itu, perbanyaklah berdoa.” (HR. Muslim)

Bukan sekadar dalam kuantitas doa. Tapi justru dalam kualitasnya. Doa yang keluar bukan hanya dari lisan, tapi juga merambat dari hati yang paling dalam.

Tunjukkan keadaan hati yang menunjukkan bahwa kita bukan sekadar menjalankan perintah untuk berdoa. Tapi mengungkapkannya dengan penuh kesungguhan.

Silakan dengan menangis jika memungkinkan. Persis seperti anak kecil yang merengek pada ibunya.

Kedua, shalat sebagai rahmat atau kasih sayang Allah kepada kita, dalam proses turunnya hingga dalam eksistensinya.

Dalam Isra Mi’raj Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak langsung menerima perintah shalat dengan jumlah waktu seperti saat ini. Melainkan, lima puluh waktu yang akhirnya teringkas menjadi hanya lima saja.

Dan lima waktu itu pun benar-benar telah disesuaikan oleh Allah sesuai dengan dinamika rutinitas hidup sehari-hari kita.

Perhatikan tentang waktu-waktunya. Waktu Subuh menyesuaikan awal aktivitas kita di saat fajar. Zuhur saat umumnya kita sedang rehat dari aktivitas. Ashar di saat jiwa dan fisik membutuhkkan penyegaran. Magrib ketika aktivitas kerja mulai bergeser ke rumah. Dan Isya saat malam mulai menyapa.

Setelah malam membentang, tak ada lagi waktu wajib shalat. Seolah Allah subhanahu wata’ala menyesuaikan itu sebagai waktu istirahat total kita. Hingga, waktu fajar kembali datang.

Durasi shalat pun hanya sebentar. Tidak akan menyita waktu sibuk kita. Tidak akan mengganggu dinamika aktivitas sehari-hari kita. Tidak lebih dari hanya lima hingga sepuluh menit saja.

Coba geser paradigma shalat kita. Ia bukan kewajiban yang membebani. Melainkan kebutuhan fisik dan jiwa yang harus kita penuhi.

Di dalam sujud itulah momen yang paling penting untuk kita bisa meminta apa saja. [Mh]

 

 

 

Tags: Belajar dari Shalat Kita
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Al-Isra’ 1: Kebenaran Peristiwa Isra’ Mi’raj

Next Post

Launching Program Ramadan, Assyifa Peduli Targetkan 32.000 Penerima Manfaat Pada Ramadan 1445 H

Next Post
Launching Program Ramadan, Assyifa Peduli Targetkan 32.000 Penerima Manfaat Pada Ramadan 1445 H

Launching Program Ramadan, Assyifa Peduli Targetkan 32.000 Penerima Manfaat Pada Ramadan 1445 H

Surah Yusuf Ayat 15-16: Allah Menenangkan Yusuf

Surah Yusuf Ayat 15-16: Allah Menenangkan Yusuf

Lima Hal yang Merusak Hati

Kehilangan Harapan untuk Menikah Dengannya

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8486 shares
    Share 3394 Tweet 2122
  • Nasihat untuk Muslimah yang Haid di Hari Arafah

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    878 shares
    Share 351 Tweet 220
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11361 shares
    Share 4544 Tweet 2840
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2151 shares
    Share 860 Tweet 538
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4340 shares
    Share 1736 Tweet 1085
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    947 shares
    Share 379 Tweet 237
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3824 shares
    Share 1530 Tweet 956
  • Rahasia Membuat Gyoza Ayam yang Lezat dan Juicy ala Rumahan

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga