• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar dari Anak Ayam dan Penyu

16/06/2021
in Nasihat, Unggulan
Belajar dari Anak Ayam dan Penyu

Ilustrasi, foto: alloutafrica.com

116
SHARES
893
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Ada hikmah dari kelahiran anak ayam dan anak penyu. Sama-sama berasal dari telur. Tapi kecerdasannya berbeda.

Banyak hikmah dari fenomena alam. Hikmah yang bisa diambil pelajaran agar kita tidak salah langkah dalam hidup ini. Termasuk dari kelahiran anak ayam dan anak penyu.

Anak ayam dan anak penyu memang terlahir dari proses yang sama: telur. Induknya melahirkan telur. Setelah telur menetas, muncullah ayam dan penyu.

Meski dari proses yang sama, karakter yang dilahirkan berbeda. Sepertinya anak ayam terlahir tidak lebih cerdas dari anak penyu. Kenapa?

Ketika menetas, semua anak ayam seperti bingung mau bagaimana. Mereka lari kesana dan kemari tak tentu arah.

Bahkan, anak ayam seperti tidak sadar diri kalau ia ayam. Bukan manusia, atau makhluk lain di sekitarnya. Hal ini karena anak ayam seolah menganggap makhluk pertama yang dilihatnya adalah induknya.

Ketika beberapa hari menetas pun, anak ayam memahami hal yang salah. Ia menganggap bahwa siapa yang memberinya makan, dialah induknya. Anak ayam akan nurut dengan siapa pun yang kerap memberinya makan. Bahkan hingga ia dewasa.

Hal yang berbeda dengan anak penyu. Berbeda dengan anak ayam yang bergerak tak tentu arah seusai menetas, anak penyu bergerak konsisten. Ia bergerak ke satu titik: tempat ia berasal.

Meski tak ada surat wasiat yang ditinggalkan induknya saat meninggalkan telur, anak penyu yakin dan paham sesuatu. Bahwa hidup sebenarnya bukan tempat ia menetas. Tapi ada tempat lain. Meskipun tempat itu belum ia rasakan dan alami.

Meskipun, konsistensi itu mengundang begitu banyak tantangan dan rintangan. Meskipun harus dibayar dengan banyak bahaya.

Bahkan, konsistensi itu tetap segar meskipun manusia memeliharanya, beberapa hari, bulan, bahkan tahun. Konsistensinya tidak terlupakan dengan sajian dan pelayanan. Ketika ada kesempatan, anak penyu akan tetap bergerak menuju tempat asalnya: lautan samudera.

**

Tidak semua kita seperti anak penyu yang konsisten tentang siapa dan kemana harus bergerak dalam hidup ini.

Bahwa dunia ini sementara, bahwa ada tempat kembali yang menanti, bahwa di tempat itulah rumah kita yang sebenarnya; semua itu terus berulang kita dengar dan tahu.

Namun, tidak semua kita bergerak konsisten ke satu arah: akhirat. Kita seperti anak ayam yang bingung harus bagaimana, mau kemana, mau seperti apa dan siapa.

Dunia ini memang melayani. Dunia ini memang menyajikan yang kita butuhkan. Tapi konsistensi tak boleh pudar: bahwa akhirat tetap menjadi tujuan. Wal akhiratu khairun wa abqa. [Mh]

 

Tags: anak ayam dan anak penyubelajar dari kisah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Kreator Ventilator, Ike Sri Redjeki Meninggal Dunia

Next Post

13 Cara Suami Istri Bangkit Meraih Keberuntungan

Next Post
13 Cara Suami Istri Bangkit Meraih Keberuntungan

13 Cara Suami Istri Bangkit Meraih Keberuntungan

Food Prepping ala Dhila Sina

Food Prepping ala Dhila Sina

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 26, Perumpamaan Seekor Nyamuk

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 26, Perumpamaan Seekor Nyamuk

  • Pahlawan yang Layak

    Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    784 shares
    Share 314 Tweet 196
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4224 shares
    Share 1690 Tweet 1056
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8236 shares
    Share 3294 Tweet 2059
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3690 shares
    Share 1476 Tweet 923
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11264 shares
    Share 4506 Tweet 2816
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2059 shares
    Share 824 Tweet 515
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1158 shares
    Share 463 Tweet 290
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    755 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Menghina Allah dalam Hati

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3300 shares
    Share 1320 Tweet 825
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga