• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 11 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Bahagia dan Sedih dari Yang Datang dan Pergi

17/03/2021
in Nasihat, Unggulan
Bahagia dan Sedih dari Yang Datang dan Pergi

Ilustrasi, foto: Dreamstime.com

90
SHARES
694
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com- Hidup ini seperti perputaran antara yang datang dan pergi. Ada yang datang yang tentu membahagiakan. Dan, ada yang pergi yang rasanya menyedihkan.

Datang dan pergi bisa dibilang biasa dalam hidup. Ada jodoh yang datang. Ada anak-anak yang lahir dan tumbuh besar. Ada harta yang datang dan mengalir deras. Ada kesempatan baik yang antri untuk diraih. Dan, masih banyak lagi kedatangan yang membahagiakan.

Namun, di balik episod itu ada kepergian yang menyedihkan. Kalau yang datang terasa pelan-pelan. Tapi yang pergi, momennya begitu mendadak. Tak ada tanda dan pemberitahuan.

Perputaran yang datang dan pergi itu silih berganti mewarnai dinamika hidup. Bahagia dan sedih menjadi sangat bergantung dengan momen datang dan pergi itu. Masalahnya, di mana titik keseimbangannya. Dan masing-masing momen seolah memiliki titik keseimbangan yang berbeda.

Ketika yang datang terasa lebih banyak dari yang pergi, keseimbangan yang ditangkap adalah beban orang ini memang tak berada di titik yang berat. Ia kelas ringan, bukan kelas berat.

Ada pula titik keseimbangan yang selalu berada di titik berat. Yaitu, ketika yang pergi jauh melampaui bilangan yang datang. Orang-orang yang berada di titik keseimbangan ini tergolong kelas berat. Merekalah yang disebut kelompok para Nabi, para wali, orang-orang soleh, dan seterusnya.

Titik-titik keseimbangan ini memiliki dua wajah. Di satu sisi menunjukkan kelasnya. Tapi di sisi lain, menunjukkan bebannya. Orang yang melihat di sisi kelasnya yang berat, ia akan bangga di hadapan Allah bahwa kelasnya ada di tempat berat. Tapi, bebannya terasa bukan main.

Sementara, orang yang berharap bebannya ringan-ringan saja, tanpa disadari ia sedang berharap bahwa kelasnya sebagai umumnya orang kebanyakan. Jauh dari istimewa.

Kini, tergantung apa yang ada dalam hati kita untuk bisa memeriksa, seperti apa posisi kita di kalkulasi dua wajah ini. Ingin beban yang berat tapi memiliki posisi istimewa, atau beban super ringan tapi berada di kelas orang kebanyakan.

Untuk memeriksa ini, silakan review seperti apa wujud reaksi hati yang muncul. Apakah kita merasa itulah kita di saat begitu banyak yang datang memberikan kebahagiaan. Dan, merasa begitu sedih, bahkan pada tingkat mengeluh karena terasa begitu banyak yang pergi.

Hidup ini lambat tapi pasti akan disadari sebagai pergulatan kedatangan dan kepergian. Tak seorang pun dari kita yang bisa menghindar dari pergulatan ini. Setiap tahun, bulan, pekan, hari, hingga pergantian menit dan detik, pergulatan itu tak pernah ada kata henti.

Perhatikanlah saudara-saudara kita yang tinggal di kawasan Palestina. Sebuah negeri yang disebut Alquran sebagai tempat yang diberkahi, dimuliakan, bahkan sudah disebut-sebut sebagai negeri yang menjadi panggung utama di peristiwa awal dan akhir zaman.

Kita yang tinggal jauh dari lokasi mulia itu tentu tidak akan pernah membayangkan seperti apa “normal”nya kehidupan di sana. Mereka berhadapan dengan musuh yang paling sering disebut dalam Alquran. Dan, musuh yang paling didukung sekaligus dilindungi dunia saat ini.

Titik normal dan keseimbangan kita dengan mereka menjadi sangat jauh. Kita mengalami luka gores kecil saja harus segera ke rumah sakit karena khawatir terjadi infeksi. Sementara mereka, bukan sekadar gores, tapi nyaris menjadi biasa terbunuh di ruang-ruang penjara, bahkan di jalan-jalan terbuka yang bisa disaksikan mata dunia.

Hal ini tidak berarti kita menjadi begitu terasa manja dengan standar kesehatan seperti yang selalu kita lakukan. Tapi, karena titik keseimbangan kita dengan mereka memang sangat jauh. Dan tanpa disadari, kita justru merasa bangga dengan titik keseimbangan seperti yang terjadi itu. Padahal, di manakah Allah akan membanggakan titik keseimbangan seperti yang kita alami saat ini di banding dengan yang dialami umat Islam di Palestina.

Silakan telusuri seperti apa titik keseimbangan yang ada pada diri kita. Seperti apa respon wajar kita terhadap hal yang datang dan pergi itu. Terhadap segala kebahagiaan dan kesedihan itu.

Silakan telusuri dan cermati. Hal ini agar kita tidak salah bersyukur dan menyesal. Karena apa yang datang akan dihisab, dan apa yang pergi akan dijanjikan ganti yang jauh lebih besar dari yang biasa diterima. (Mh)

 

 

Tags: MuhasabahNasihat
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dauroh Ramadan Muslimah Serentak di 160 Daerah

Next Post

Komunikasi Wanita dan Laki-Laki Itu Beda

Next Post
Komunikasi Wanita dan Laki-Laki Itu Beda

Komunikasi Wanita dan Laki-Laki Itu Beda

Strategi Zero-Covid dari IDEAS

Strategi Zero-Covid dari IDEAS

Mau Vaksin untuk Anak 6 Tahun ke Atas? Baca Dulu Rekomendasi dari IDAI Berikut

Vaksinasi adalah Ikhtiar

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8848 shares
    Share 3539 Tweet 2212
  • Selebgram Larissa Chou Menggugat Cerai Sang Suami, Pentingnya Menjaga Amanah Pernikahan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1076 shares
    Share 430 Tweet 269
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11566 shares
    Share 4626 Tweet 2892
  • RS Permata Jonggol Hadirkan BQS, Wujudkan Lingkungan Kerja yang Cinta Al-Qur’an

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4672 shares
    Share 1869 Tweet 1168
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3985 shares
    Share 1594 Tweet 996
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3454 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Berbagai Jenis Kacang dan Manfaatnya

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Tuwailah binti Aslam, Shahabiyah yang Menjadi Saksi Perjalanan Mulia Rasulullah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga