MEREBUS telur terdengar seperti pekerjaan paling mudah di dapur. Cukup masukkan telur ke dalam air, nyalakan kompor, lalu tunggu hingga matang. Namun, siapa sangka banyak orang masih sering mengalami masalah yang sama: cangkang retak, putih telur keluar ke dalam air, atau kulit telur sulit dikupas hingga permukaannya rusak.
Menariknya, sebuah tips ilmiah yang dibahas dalam artikel Kompas mengungkap bahwa ada satu bahan sederhana, yaitu garam, yang dapat membuat proses merebus telur menjadi lebih maksimal. Bahan ini bukan untuk mengubah rasa telur, melainkan membantu menjaga kualitas hasil rebusan melalui prinsip ilmiah yang berkaitan dengan cangkang dan protein telur.
Baca Juga: Tips Menghilangkan Bau pada Rebung Sebelum Diolah Menjadi Masakan
Merebus Telur Lebih Maksimal dengan Satu Bahan Sederhana Ini!
Mengapa Garam Ditambahkan ke Air Rebusan?
Menambahkan sejumput garam ke dalam air ternyata memiliki manfaat yang cukup penting. Saat telur direbus, perubahan suhu yang drastis dapat membuat cangkangnya retak. Jika hal itu terjadi, putih telur akan keluar dan membuat hasil rebusan menjadi kurang rapi.
Garam membantu mempercepat penggumpalan protein putih telur ketika terjadi retakan kecil. Akibatnya, putih telur lebih cepat menutup celah tersebut sehingga isi telur tidak banyak keluar ke dalam air. Selain itu, garam juga dipercaya membantu memperkuat cangkang selama proses perebusan sehingga risiko pecah menjadi lebih kecil.
Meskipun manfaat ini sudah lama dikenal para juru masak, penjelasan ilmiahnya berasal dari sifat protein albumin yang bereaksi lebih cepat dalam air bergaram ketika terkena panas.
Cara Merebus Telur agar Hasilnya Sempurna
Agar manfaat garam bekerja optimal, teknik perebusan juga perlu diperhatikan. Langkah pertama adalah menempatkan telur dalam panci dan menuangkan air hingga seluruh permukaannya terendam sekitar 2–3 sentimeter.
Tambahkan sekitar setengah sendok teh garam ke dalam air, lalu panaskan menggunakan api sedang. Api yang terlalu besar justru meningkatkan risiko benturan antar telur sehingga cangkang lebih mudah retak.
Setelah air mendidih, waktu perebusan dapat disesuaikan dengan tingkat kematangan yang diinginkan:
6–7 menit untuk telur setengah matang.
9–10 menit untuk kuning telur yang lembut tetapi padat.
11–12 menit untuk telur matang sempurna.
Begitu matang, segera pindahkan telur ke dalam air dingin atau air es selama beberapa menit. Proses ini menghentikan pemasakan sekaligus membuat kulit telur lebih mudah dikupas.
Kesalahan yang Sering Dilakukan
Banyak orang langsung merebus telur yang baru keluar dari kulkas. Padahal, perbedaan suhu yang terlalu jauh dapat membuat cangkang mengalami tekanan sehingga lebih mudah pecah. Sebaiknya diamkan telur beberapa menit hingga mendekati suhu ruang sebelum direbus.
Kesalahan lain adalah merebus terlalu lama. Telur yang dimasak lebih dari 15 menit sering menampilkan cincin kehijauan di sekitar kuning telur. Warna tersebut muncul akibat reaksi alami antara sulfur pada putih telur dan zat besi pada kuning telur. Meski masih aman dikonsumsi, teksturnya menjadi lebih kering dan rasanya kurang nikmat. [DW]





