ChanelMuslim.com media onlie keluarga, media islam

Kamis, 12 Desember 2019 | 15 Rabiul Akhir 1441 H
Login | Register

 


 
 
 
 
 
Jasa Aqiqah Murah, Budget Aqiqah, Kambing Aqiqah Murah, Aqiqah Tangerang
 
KOLOM

Tahukah Anda, Begini Vulgarnya Tes Urine bagi Muslimah Calon Haji

25 October 2017 05:17:46
Haji,  tes urine,  jamaah calon haji,  muslimah
Foto: buku kesehatan calon haji/Isti P.

Oleh: Isti Prihandini (jamaah haji Indonesia tahun 2017)

ChanelMuslim.com- Ada tiga petugas wanita berseragam coklat yang mengawasi tiga kamar mandi tanpa pintu. Tapi, pernahkah terbayangkan, Anda buang air kecil di depan orang lain, tanpa penghalang?

Apa yang menakutkan bagi calon jamaah haji usia senja? Selain meninggal, jamaah calon haji ditakutkan punya penyakit berat. Nah, apa yang menakutkan bagi jama'ah haji wanita usia muda yang masih subur? Bagi saya, tes urine adalah saat paling horor.

Bayangkan, untuk bisa naik haji dari Indonesia kita butuh bertahun-tahun antri. Bagaimana kalau penantian panjang itu kandas begitu saja gara-gara hasil tes urine bergambar dua garis merah muda?

Baca Juga :
»
»
»

Pemerintah Indonesia saat ini melarang wanita hamil pergi ibadah haji. Resiko ancaman keselamatan ibu dan janin menjadi alasannya.

Karena ingin naik haji usia muda, yaitu 31 tahun, tentu saya harus berupaya agar tidak hamil. Saking "parnonya" takut hamil, satu jam sebelum berangkat menuju Embarkasi, saya melakukan tes urine agar memastikan benar-benar tidak hamil.

Horor juga terjadi saat tes urine calon haji 2017 di Embarkasi Bekasi. Meski saya sudah tahu bahwa saya tidak hamil, tapi tetap saja saya takut. Mengapa? Pengambilan urine dilaksanakan di kamar mandi tanpa pintu. Memang, di ruangan tes urine semua adalah wanita. Ada tiga petugas wanita berseragam coklat yang mengawasi tiga kamar mandi tanpa pintu. Tapi, pernahkah terbayangkan, Anda buang air kecil di depan orang lain, tanpa penghalang?

Malu. Vulgar. Terlalu berlebihan caranya.

Baca Juga :
»
»
»

Lho, saat melahirkan, toh kita buka aurat di depan dokter atau bidan? Bagi saya, berbeda kondisi dan tingkat kedaruratan. Begitu tidak percayakah petugas haji terhadap jamaah calon haji? Begitu daruratkah persiapan haji? Tidak, tidak darurat.

Konon, katanya, ada seorang calon haji yang sedang hamil. Dia menggunakan urine suami saat ditest. Kecurangan ini terbongkar saat dia melahirkan di tanah suci, yang tentu merepotkan petugas kesehatan.

Konon pula, kata petugas, ada calon haji hamil yang sudah menyiapkan urine negatif di sebuah tempat tersembunyi di badannya. Itulah sebabnya petugas memarahi jamaah calon haji yang menurunkan rok atau menggeser ember agar tidak vulgar.

Pengawasan pengambilan urine super ketat seperti itu, bagi saya, terlalu berlebihan, tidak santun, dan tidak mendidik.

"Ini privasi saya!", seorang kawan berhasil melawan bentakan petugas. Sayang, jauh lebih banyak jamaah calon haji yang tak kuasa melawan bentakan-bentakan petugas.

Iri hati adalah saat tiba di tanah suci, saya melihat wanita Afrika hamil dan menunaikan ibadah haji. Iri hati adalah saat saya mengetahui beberapa teman asal Indonesia sedang hamil bisa berangkat haji dari luar negeri. Iri hati adalah saat mengetahui ternyata peraturan Pemerintah Indonesia dahulu pernah membolehkan wanita hamil berangkat haji.

Saya sepakat wanita hamil dilarang berangkat haji, khusus bagi yang usia kandungan sudah mendekati hari perkiraan lahir. Di antara rukun dan wajib haji ada yang dikerjakan wajib dalam keadaan suci yaitu thawaf (thawaf umrah wajib, thawaf ifadha, dan thawaf wada). Nah, jadi percuma berangkat haji jika wanita hamil tua melahirkan di Saudi sebelum thawaf ifadha. Tidak jadi haji.

Namun jika wanita hamil muda atau kurang dari tujuh bulan, dan kandungannya sehat, mengapa dilarang?

Tidak adakah cara lain agar tes urine tidak menghantui calon jamaah haji? Mengapa tidak kembali ke peraturan lama yang membolehkan wanita hamil berangkat haji?

Ibadah haji memang ibadah yang meletihkan dan beresiko. Namun, kehamilan setiap wanita berbeda. Kalau di Jawa ada istilah "hamil kebo", sedang hamil tetapi badan tetap kuat. Tentu ini bisa menjadi pertimbangan agar tidak terlalu menganggap sama rata kondisi wanita hamil.

Seandainya boleh saran, sebaiknya Pemerintah Indonesia kembali mengizinkan wanita hamil dengan usia di bawah 7 bulan berangkat haji. Tapi tentu saja dengan catatan khusus. Misal, harus ada keterangan dokter yang menyatakan kondisi kehamilan sehat, usia kandungan jauh dari HPL (Hari Perkiraan Lahir), tidak punya riwayat kehamilan beresiko, ada pendamping (suami atau mahram yang kondisinya sehat), bersedia jika ada kemungkinan ibadah haji batal maka uang tidak kembali, menandatangani surat perjanjian untuk menanggung sendiri biaya jika sakit yang disebabkan kehamilan atau keguguran.

Semoga ke depan, tes urine tak lagi menjadi horor bagi calon jamaah haji usia muda.

(ind)

 
Info Video CMM :
 
Bagaimana menurut anda mengenai isi artikel ini?
 
FOKUS
 
 
toko bunga bogor, jual bunga papan, bunga papan, budget florist
 
TOPIK :
haji
tes urine
jamaah calon haji
muslimah
 
BERITA LAINNYA
 
 
KOLOM
14 July 2019 09:36:45

Jangan Percaya Politisi Seratus Persen

 
KOLOM
10 April 2019 22:06:37

Pacaran, Media sosial dan Psikopat Anak

iklan chanel muslim, rate iklan chanelmuslim, website islam iklan
 
 
Pendaftaran Siswa Baru Jakarta Islamic School
 
TERBARU
 
Manajemen Masjid Berbasis Ekonomi Kreatif 4.0
 
Buku Pilu di Palu Mam Fifi
 
TERPOPULER
 
 
Jual Buku Mencintaimu Dengan Cinta Yang Lebih Tertata Penulis Fifi P.Jubilea
 
 


media online keluarga
media online keluarga

ChanelMuslim.com

Media Inspirasi Keluarga Muslim Indonesia dengan berbagai rubrik terbaik untuk keluarga muslim Indonesia kini tersedia di

media online keluarga

Nikmati kemudahan mendapatkan berbagai berita dan artikel islami disini.

media online keluarga
JANGKAU LEBIH LUAS KONSUMEN ANDA,
beriklan di ChanelMuslim.com
Hotline : 0813.1956.2284