UMMU Kultsum binti Uqbah radhiyallahu ‘anha merupakan sosok shahabiyah Rasulullah yang menunjukkan keberanian luar biasa dalam mempertahankan keimanan.
Ia dikenal sebagai salah satu shahabiyah yang rela meninggalkan keluarga dan kampung halamannya demi menjalankan ajaran Islam.
Ummu Kultsum adalah putri Uqbah bin Abi Mu’aith, salah seorang tokoh Quraisy yang terkenal memusuhi Rasulullah SAW.
Meski tumbuh di lingkungan yang menentang Islam, hatinya justru terbuka untuk menerima dakwah yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Ia memeluk Islam secara sembunyi-sembunyi karena khawatir mendapat tekanan dari keluarganya.
Baca Juga: Umamah binti Abu Al-Ash, Cucu Rasulullah yang Tumbuh dalam Kasih Sayang Sang Nabi
Hijrah yang Penuh Risiko
Setelah Rasulullah SAW dan kaum Muslimin berhijrah ke Madinah, Ummu Kultsum masih berada di Makkah. Namun, keinginannya untuk bergabung dengan kaum Muslimin semakin kuat. Pada akhirnya, ia memutuskan melakukan hijrah seorang diri menuju Madinah.
Keputusan tersebut bukanlah hal mudah. Pada masa itu, perjalanan dari Makkah ke Madinah penuh risiko, terlebih bagi seorang perempuan yang bepergian tanpa perlindungan keluarga yang mendukung keislamannya. Namun, kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya mengalahkan rasa takut yang ada.
Setibanya di Madinah, saudara-saudaranya yang masih musyrik datang untuk meminta agar ia dikembalikan ke Makkah. Mereka berpegang pada isi Perjanjian Hudaibiyah yang mengatur pengembalian sebagian kaum Muslim yang datang dari Makkah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menjadi Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an
Peristiwa yang dialami Ummu Kultsum menjadi salah satu sebab turunnya ayat dalam Surah Al-Mumtahanah ayat 10. Allah SWT memerintahkan kaum Muslimin untuk menguji keimanan perempuan-perempuan yang berhijrah. Jika mereka benar-benar beriman, maka mereka tidak boleh dikembalikan kepada kaum kafir.
Ayat tersebut menjadi bentuk perlindungan bagi perempuan Muslim yang berhijrah karena keimanan. Dengan demikian, Ummu Kultsum tidak dikembalikan ke Makkah dan tetap tinggal bersama komunitas Muslim di Madinah.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa perjuangan seorang perempuan dalam mempertahankan iman juga mendapat perhatian besar dalam Islam.
Kehidupan Setelah Hijrah
Setelah menetap di Madinah, Ummu Kultsum menjalani kehidupan sebagai Muslimah yang taat. Dalam beberapa riwayat, ia kemudian menikah dengan beberapa sahabat Rasulullah SAW yang dikenal memiliki akhlak dan keimanan yang baik.
Ia juga meriwayatkan sejumlah hadis dari Rasulullah SAW. Salah satu hadis yang terkenal berkaitan dengan upaya mendamaikan pihak-pihak yang berselisih. Riwayat tersebut menjadi salah satu kontribusinya dalam menjaga dan menyebarkan ajaran Islam kepada generasi berikutnya.
Teladan Keteguhan Iman
Kisah Ummu Kultsum binti Uqbah mengajarkan bahwa hidayah dapat datang kepada siapa saja, bahkan kepada seseorang yang berasal dari keluarga yang memusuhi Islam. Keberaniannya meninggalkan kenyamanan demi mempertahankan keyakinan menjadi teladan bagi umat Islam sepanjang zaman.
Ia membuktikan bahwa kekuatan iman tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga, melainkan oleh keteguhan hati dalam mengikuti kebenaran. Karena itulah, Ummu Kultsum binti Uqbah dikenang sebagai salah satu shahabiyah yang memiliki keberanian, kesabaran, dan kecintaan yang besar kepada Allah dan Rasul-Nya. [DW]
Sumber: Biografi 35 Shahabiyah Nabi. Nurtsani dan Ahmad Rifai. Insan Kamil: 2016.



