• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 31 Juli, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Pelangi Penghancur Masa Depan

30/01/2025
in Kisah, Unggulan
Khawatir Akan Masa Depan Bagian dari Penghambat Kebahagiaan

(foto: pixabay)

146
SHARES
1.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

PELANGI Penghancur Masa Depan ini ditulis oleh Irene Radjiman dalam Channel Telegram-nya. Ia menulis kisah nyata ini pada tahun 2016 sebagai pengingat untuk kita semua.

Ini kisah nyata terjadi pada tahun 2016.

Saat itu, di akun fb saya yang sudah tumbang, saya sering posting kegiatan saya saat masih mengajar di sekolah pilot.

Ada 1 orang teman fb saya, seorang ibu yang menanyakan bagaimana caranya agar bisa masuk ke sekolah pilot tersebut.

Kami saling bertukar nomor wa hingga akhirnya si ibu tersebut datang langsung ke kantor saya bersama anaknya yang akan dimasukkan ke sekolah pilot.

Di ruangan saya, kami ngobrol banyak. Dengan biaya pendidikan sekitar 500 juta saat itu, beliau tidak keberatan.

Admin kami menyarankan, sebelum mendaftar, baiknya dilakukan dulu medical check-up secara pribadi untuk meyakinkan calon siswa benar-benar sehat secara fisik.

Jadi waktu mendaftar nanti, saat medical examination sudah yakin 100% lulus. Ibu itu setuju.

Dua pekan kemudian masuk wa ibu tersebut dengan emot menangis.

“Mbak Iren, saya tidak jadi memasukkan anak saya ke sekolah pilot tempat mbak Irene.”

“Lho kenapa Bu? Apa terkendala biaya? Mungkin nanti bisa di nego dengan Vice President kami.”

“Bukan soal biaya mbak Irene. Boleh saya telepon?”

Baca Juga: Menangkis LGBT Sejak Dini

Pelangi Penghancur Masa Depan

Di dalam telpon, ibu itu bercerita bahwa sejak SMA, anaknya sering ikut klub-klub olahraga, seperti bulu tangkis, tenis meja, dll, karena si anak memang hobi olah raga dan gym.

Namun siapa sangka, dalam kegiatan positif itu ternyata ada bahaya juga.

Si anak mengenal seorang dosen kharismatik di sebuah universitas ternama. Dosen ini sangat ramah dan humble sehingga sangat mudah dekat dengan siapapun termasuk anak ibu tersebut.

Dosen tersebut juga kerap bertandang ke rumah si ibu. Keluarga pastilah menyambut hangat dan hormat. Si anak juga sering menginap di tempat si dosen, dan sudah pasti diizinkan oleh orang tuanya.

Hingga kemarin keluar hasil medical check-up bahwa darah si anak terinveksi HIV AIDS. Orang tua syok mengetahui hal itu.

Tadinya berfikir si anak sering mendatangi prostitusi, namun ternyata dugaan orang tuanya salah.

Setelah didesak dan diinterogasi, si anak akhirnya berterus terang bahwa ia terlibat hubungan sesama jenis dengan dosen kharismatik yang dikenal dekat oleh keluarga mereka.

Melalui sambungan telepon yang masih aktif, ibunya menangis meraung-raung membayangkan masa depan anaknya yang hancur oleh kaum pelangi itu.

“Padahal dari kecil, anak saya enggak ada tanda-tanda seperti itu, Mbak Irene. Saat kecil ya mainannya mobil-mobilan, robot, game perang-perangan.

“Bahkan saat SMP saya pernah mergokin dia naksir salah satu kembang di sekolahnya. Saya enggak nyangka, gimana caranya kok anak saya yang normal bisa belok, Mbak Iren… suami saya langsung stroke, stress setelah tahu anak kami ODHA…!!!”

Saya hanya bisa terdiam dengan menahan sesak dada yang bergemuruh. Saya juga seorang ibu, dua anak saya semuanya laki-laki. Tak terasa, air mata saya juga mengalir.

Kalau dulu, saat saya melihat kakak lelaki saya lebih diberi kebebasan oleh ayah saya dibanding saya, saya protes.

Namun ayah saya memberi alasan, “Menjaga anak perempuan jauh lebih berat daripada anak lelaki.”

Namun kini tak bisa lagi begitu. Menjaga anak lelaki maupun perempuan sama beratnya.

Saat kaum belok ini diberi panggung, diterima, dianggap wajar, sama saja kita sedang membuka peluang bagi anak-anak kita untuk meracuni kesehatan jiwa dan raganya.

Jangankan surga, bahkan maskapai manapun tak akan ada yang berani menyerahkan pengoperasian pesawat pada kaum belok.

Pantas saja bila pada zaman khalifah Abu Bakar, kaum belok ini akan dibakar, sebab memang sulit menyadarkan lalat kalau bunga itu lebih wangi dibanding kotoran sampah.[ind]

Tags: hubungan sesama jenisIrene RadjimanPelangi Penghancur Masa Depan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Yang Bertakwa Yang Berilmu

Next Post

Meningkatkan Kualitas Diri Sebagai Orang Tua

Next Post
Meningkatkan Kualitas Diri Sebagai Orang Tua

Meningkatkan Kualitas Diri Sebagai Orang Tua

AM Festival 2025: Maknai Perjuangan Rakyat Palestina, Kepedulian untuk Sesama

AM Festival 2025: Maknai Perjuangan Rakyat Palestina, Kepedulian untuk Sesama

Entrepreneur Day

Entrepreneur Day

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8999 shares
    Share 3600 Tweet 2250
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11644 shares
    Share 4658 Tweet 2911
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1153 shares
    Share 461 Tweet 288
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4716 shares
    Share 1886 Tweet 1179
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2313 shares
    Share 925 Tweet 578
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3513 shares
    Share 1405 Tweet 878
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4065 shares
    Share 1626 Tweet 1016
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2390 shares
    Share 956 Tweet 598
  • LKC Dompet Dhuafa Aceh Tutup Pendampingan Dua Tahun, Program Bidan untuk Negeri Berlanjut di Sabang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5211 shares
    Share 2084 Tweet 1303
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga