• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 31 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Kisah Akhir Pengalaman Jihad paling Mengagumkan Abu Qudamah (4)

11/08/2021
in Kisah
Kisah Akhir Pengalaman Jihad paling Mengagumkan Abu Qudamah (4)

Kisah Akhir Pengalaman Jihad paling Mengagumkan Abu Qudamah (4) (Foto: Pixabay/wiggijo)

100
SHARES
771
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Kisah Abu Qudamah menceritakan pengalaman jihad yang membuatnya kagum telah memasuki bagian akhir. Saat perang, beliau mengkhawatirkan kondisi si pemuda yang ikut berperang bersamanya.

Baca Juga: Kisah Abu Qudamah Menceritakan Pengalaman Jihad paling Mengagumkan (1)

Permintaan Si Pemuda kepada Abu Qudamah

Beliau berusaha mencari di tengah medan laga, ternyata si pemuda berada di barisan depan pasukan muslimin.

Beliau pun segera menyusulnya di depan dan mengingatkan si pemuda untuk berbalik ke belakang.

“Kawan, kau masih terlalu muda. Kau tak tahu betapa liciknya pertempuran. Kembalilah ke belakang,” teriaknya.

Namun, pemuda itu menolak. Peperangan pun makin bergejolak. Dalam kancah pertempuran, terdengarlah derap kaki kuda diiringi
gemerincing pedang dan hujan panah.

Akhirnya, perang pun usai. Abu Qudamah pun segera mencari si pemuda. Beliau berkeliling
mengendarai kuda di sekitar kumpulan korban. Tiba-tiba, Abu Qudamah mendengar suara
lirih.

“Kaum muslimin, panggilkan pamanku Abu Qudamah kemari!”

Suara itu adalah dari si pemuda. Ia Berada di tengah-tengah kuda bergelimpangan. Wajahnya bersimbah darah dan tertutup debu.

“Paman, demi Rabb Ka’bah, aku telah meraih mimpiku. Akulah putra ibu pemilik rambut kepang itu. Aku telah berbakti padanya, kukecup keningnya dan kuhapus debu dan darah yang terkadang mengalir di wajahnya,”

Abu Qudamah pun berinisiatif mengusap darah di wajah pemuda tersebut.

“Jangan. Jangan kau usap wajahku dengan kainmu. Kainku lebih berhak untuk itu. Biarkanlah
darah ini mengalir hingga aku menemui Rabb-ku, paman.

Paman, lihatlah, bidadari yang pernah kuceritakan padamu ada di dekatku. Dia menunggu ruhku keluar. Dengarkanlah kata-katanya: sayang, bersegeralah. Aku rindu.

Paman, demi Allah, tolong bawalah bajuku yang berlumuran darah ini untuk Ummi. Serahkanlah padanya, agar beliau tahu aku tak pernah menyia-nyiakan petuahnya.

Selain itu, agar beliau tahu aku bukanlah pengecut melawan kaum kafir yang busuk itu. Sampaikanlah salam dariku dan katakan hadiahmu telah diterima Allah.

Paman, saat berkunjung ke rumah nanti, kau akan bertemu adik perempuanku. Usianya sekitar sepuluh tahun. Jika aku datang, ia sangat gembira menyambutku.

Dan jika aku pergi, ia paling tidak mau kutinggalkan. Saat aku meninggalkannya kali ini, ia mengharapkanku cepat kembali,” ujarnya.

Baca Juga: Kisah Mimpi Pemuda yang Ikut Berjihad Bersama Abu Qudamah (3)

Kisah Akhir Pengalaman Jihad Abu Qudamah

“Apabila engkau bertemu dengannya, sampaikan salamku padanya dan katakan; Allah-lah yang akan menggantikan kakak sampai hari kiamat,” ujarnya lagi.

Kata-kata si pemuda membuat air mata Abu Qudamah terus menetes. Si pemuda pun akhirnya wafat.

“Asyhadu alla ilaaha illalloh, wahdahu laa syarikalah, sungguh benar janji-Nya. Wa asyhadu anna muhammadarrosululloh.

Inilah apa yang dijanjikan Allah dan rasul-Nya dan nyatalah apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya,” itulah kata-kata terakhirnya sebelum ruh berlepas dari jasadnya.

Abu Qudamah pun segera pergi menemui ibu si pemuda. Sesampainya di rumah si pemuda, beliau mengucapkan salam dan si ibu bertanya, “Engkau ingin memberiku kabar gembira atau berbela sungkawa?” ujarnya.

“Maksud, Ibu ?” tanya Abu Qudamah.

“Apabila putraku datang dengan selamat, berarti engkau berbela sungkawa.

Jika dia mati syahid, berarti engkau kemari membawa kabar gembira,” terangnya.

“Bergembiralah. Allah telah menerima hadiahmu.”

Ia pun menangis terharu. Benar-benar ia tak kuasa menahan tangis.

“Alhamdulillah. Segala puji milik Allah yang telah menjadikannya tabunganku di hari kiamat,” pujinya kepada Zat Yang Maha Kuasa.

Kemudian, Abu Qudamah mendekat kepada adik si pemuda. Beliau berkata, “Kakakmu menitipkan salam padamu dan berkata, ‘Dik, Allah-lah
yang menggantikanku sampai hari kiamat nanti’.”

Setelah mendengar itu, gadis kecil itu tiba-tiba menangis sekencang-kencangnya. Wajahnya pucat dan ia menangis hingga tak sadarkan diri, bahkan nyawanya telah tiada.

Sang ibu mendekapnya dan menahan sabar atas semua musibah yang menimpanya.

Abu Qudamah benar-benar terharu melihat kejadian ini. Beliau pun meyerahkan sekantong uang, berharap bisa mengurangi bebannya.

Abu Qudamah meninggalkan keluarga itu dengan kalbu yang penuh kekaguman, ketabahan sang ibu, sifat kesatria ang pemuda dan cinta gadis kecil itu kepada kakaknya.

(Diterjemahkan dengan beberapa editing tanpa merubah tujuan dan
makna dari Kitab ‘Uluwwul Himmah indan Nisaa’, 212-217.)

Lihat juga:
1. Masyari’ul Asywaqi ila Mashori’il Usysyaqi: 1/285-290.
2. Sifatush Shofwah: 2/369-370

Tags: Abu qudamah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Lead The Fest 2021, Kolaborasi Pemimpin untuk Perubahan

Next Post

Kemarin Saya Dapat Kiriman SMS (Bag. 2)

Next Post
kemarin saya dapat

Kemarin Saya Dapat Kiriman SMS (Bag. 2)

Pentingnya Memiliki Perencanaan Keuangan saat Pandemi

Pentingnya Memiliki Perencanaan Keuangan saat Pandemi

TikTok Aplikasi yang Paling Banyak Diunduh pada 2020

TikTok Aplikasi yang Paling Banyak Diunduh pada 2020

  • Ayat Al-Qurán tentang Traveling

    Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1432 shares
    Share 573 Tweet 358
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9644 shares
    Share 3858 Tweet 2411
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2577 shares
    Share 1031 Tweet 644
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2505 shares
    Share 1002 Tweet 626
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4349 shares
    Share 1740 Tweet 1087
  • Sikapi Karhutla, Salimah Desak Pemerintah Bertindak Cepat Selamatkan Masyarakat dan Ekosistem

    117 shares
    Share 47 Tweet 29
  • 3 Hal Yang Tidak Bisa Kembali Dalam Kehidupan Kita

    427 shares
    Share 171 Tweet 107
  • Panduan Menentukan Warna Cushion yang Tepat Sesuai Undertone dan Warna Kulit Wajah

    75 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Hasil Pemilu Israel dan Nasib Palestina

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Cinta Quran Foundation dan RS Islam Bogor Luncurkan Program Rumah Sakit Wakaf, Targetkan Dana Rp231 Miliar

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga