KISAH Khaulah binti Tuwait diriwayatkan dalam hadis sahih yang disampaikan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha. Suatu ketika, Khaulah datang berkunjung ke rumah Aisyah. Saat itu Rasulullah juga berada di sana. Aisyah kemudian memperkenalkan Khaulah sebagai seorang wanita yang dikenal rajin melaksanakan shalat malam dalam waktu yang sangat panjang.
Mendengar hal tersebut, Rasulullah justru memberikan arahan yang penuh hikmah. Beliau tidak memuji ibadah yang dilakukan secara berlebihan hingga memberatkan diri. Sebaliknya, Rasulullah bersabda agar setiap Muslim beramal sesuai dengan kemampuannya. Beliau menjelaskan bahwa Allah tidak akan bosan memberikan pahala sampai manusia sendirilah yang merasa bosan beribadah. Amal yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus, meskipun jumlahnya tidak banyak.
Baca Juga: Mengenal Fatimah binti Hubaisy yang Menjadi Rujukan Hukum tentang Istihadhah
Khaulah binti Tuwait, Muslimah yang Diingatkan Rasulullah agar Beribadah dengan Seimbang
Dari peristiwa ini, tampak jelas bahwa Islam mengajarkan keseimbangan. Semangat beribadah memang merupakan tanda keimanan yang baik, tetapi ibadah juga harus dijalankan dengan bijaksana agar tidak mengabaikan hak tubuh, keluarga, maupun kewajiban lainnya.
Khaulah binti Tuwait menjadi contoh bahwa kecintaan kepada Allah dapat mendorong seseorang melakukan ibadah dengan sungguh-sungguh. Namun melalui kisahnya, Rasulullah mengajarkan bahwa semangat tersebut perlu diiringi dengan pemahaman yang benar. Ibadah yang dilakukan secara konsisten lebih utama daripada ibadah yang sangat berat tetapi hanya berlangsung sesaat.
Pelajaran ini tetap relevan hingga sekarang. Tidak sedikit orang yang begitu bersemangat ketika memulai suatu amalan. Mereka membaca Al-Qur’an dalam jumlah banyak, memperbanyak shalat sunnah, atau melakukan berbagai ibadah lainnya. Namun karena dilakukan di luar batas kemampuan, semangat itu perlahan menghilang hingga akhirnya amalan tersebut ditinggalkan sama sekali.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Rasulullah menginginkan umatnya menjadi pribadi yang istiqamah. Sedikit demi sedikit, tetapi terus dilakukan, akan membentuk kebiasaan baik yang bertahan sepanjang hidup. Prinsip ini juga berlaku dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk belajar, bekerja, maupun memperbaiki akhlak.
Selain dikenal sebagai wanita yang rajin beribadah, Khaulah binti Tuwait menunjukkan bahwa para shahabiyah memiliki kecintaan luar biasa kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah dengan berbagai amal saleh. Ketika mendapatkan arahan dari Rasulullah, mereka menerimanya dengan lapang dada karena menyadari bahwa setiap nasihat beliau membawa kebaikan.
Kisah Khaulah juga mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental dalam beribadah. Tubuh memiliki hak untuk beristirahat. Islam tidak mengajarkan seseorang menyiksa dirinya demi ibadah. Justru tubuh yang sehat akan membantu seorang Muslim menjalankan ibadah secara lebih optimal dalam jangka panjang.
Di tengah kesibukan kehidupan modern, teladan Khaulah binti Tuwait mengingatkan bahwa kualitas ibadah tidak selalu ditentukan oleh banyaknya amalan dalam satu waktu. Yang lebih penting adalah keikhlasan, keseimbangan, dan kemampuan menjaga amalan tersebut agar terus hidup dalam keseharian.
Semoga kisah shahabiyah ini menginspirasi kita untuk terus memperbaiki ibadah tanpa memaksakan diri. Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah, setiap amal yang dilakukan secara konsisten akan menjadi jalan menuju keridaan Allah
Sumber: Ensiklopedia Nabi Muhammad SAW di antara Para Shahabiyah. Ichwan Fauzi. Lentera Abadi: 2020.





