KEHIDUPAN Durrah binti Abu Salamah menjadi contoh bagaimana lingkungan yang penuh dengan ilmu dan keteladanan mampu membentuk pribadi yang salehah sekaligus menjadi penjaga warisan sunnah Rasulullah.
Durrah merupakan putri dari Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Al-Makhzumi, salah seorang sahabat Nabi yang termasuk golongan pertama memeluk Islam. Ibunya adalah Ummu Salamah Hind binti Abi Umayyah, yang kemudian menjadi salah satu istri Rasulullah SAW setelah Abu Salamah wafat akibat luka yang dideritanya dalam Perang Uhud. Dengan demikian, sejak kecil Durrah berada di bawah pengasuhan Rasulullah SAW sebagai anak tiri beliau.
Baca Juga: Kisah Teladan Ghaziyah binti Jabir Al-Amiriyah yang Memilih Iman di Atas Segalanya
Durrah binti Abu Salamah, Putri Ummu Salamah yang Tumbuh Menjadi Perawi Hadis Rasulullah
Tumbuh di rumah kenabian merupakan anugerah yang sangat besar. Durrah menyaksikan secara langsung akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia belajar adab, ibadah, serta cara berinteraksi dengan sesama dari teladan yang paling mulia. Kedekatannya dengan Ummu Salamah, yang dikenal sebagai salah satu istri Nabi paling alim dalam meriwayatkan hadis, juga menjadikan Durrah memiliki bekal ilmu agama yang kuat.
Para ulama ahli biografi memasukkan Durrah ke dalam daftar sahabat Nabi. Hal ini disebutkan oleh sejumlah ulama besar seperti Ibnu Abdil Barr dalam Al-Isti’ab fi Ma’rifat al-Ashab, Ibnu Al-Atsir dalam Usd al-Ghabah fi Ma’rifat al-Sahabah, serta Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Al-Isabah fi Tamyiz al-Sahabah. Mereka juga menjelaskan bahwa Durrah dikenal sebagai perempuan yang memiliki pengetahuan luas mengenai hadis dan sejarah kehidupan Rasulullah SAW.
Keistimewaan Durrah bukan hanya karena status keluarganya, tetapi juga karena kesungguhannya dalam menjaga ilmu. Ia meriwayatkan beberapa hadis dari Rasulullah SAW dan dari ibunya, Ummu Salamah. Riwayat-riwayat tersebut kemudian diteruskan kepada generasi tabi’in sehingga menjadi bagian dari khazanah hadis Islam. Di masa ketika tradisi keilmuan masih mengandalkan hafalan yang kuat, kemampuan Durrah dalam meriwayatkan hadis menunjukkan kecerdasan dan amanahnya dalam menyampaikan ilmu.
Para ahli sejarah juga menggambarkan Durrah sebagai perempuan yang memiliki akhlak mulia. Kehidupan di rumah Rasulullah membentuknya menjadi pribadi yang sederhana, rendah hati, dan mencintai ilmu. Ia tidak dikenal karena banyak berbicara mengenai dirinya, melainkan karena kontribusinya dalam menjaga ajaran Nabi melalui periwayatan hadis.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kisah Durrah memberikan pelajaran bahwa pendidikan keluarga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan karakter. Ia tumbuh di lingkungan yang dipenuhi Al-Qur’an, zikir, musyawarah, dan teladan akhlak. Hal tersebut menjadi fondasi yang membuatnya mampu menjadi perempuan berilmu sekaligus dipercaya oleh para ulama sebagai perawi hadis.
Bagi umat Islam masa kini, keteladanan Durrah binti Abu Salamah mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh ketenaran, melainkan oleh manfaat ilmu yang diwariskan kepada generasi berikutnya. Walaupun namanya jarang dibahas dalam kajian populer, jasanya dalam menjaga sunnah Rasulullah tetap dikenang dalam kitab-kitab biografi sahabat dan literatur hadis klasik. [DW]





