SAHABAT Rasulullah yang terkenal karena keberanian dan pengorbanannya adalah An Nu’man bin Muqarrin Al Muzani radhiyallahu ‘anhu. Ia berasal dari Bani Muzainah, sebuah kabilah Arab yang memeluk Islam pada masa Rasulullah.
Namanya dikenang sebagai sosok yang tidak hanya setia kepada Nabi, tetapi juga menjadi salah satu panglima besar dalam perluasan wilayah Islam pada masa Khulafaur Rasyidin.
Nu’man bin Muaqarrin bergabung di bawah panji Rasulullah dan ia mengikuti semua peperangan yang Rasul lakukan tanpa pernah terlewatkan satu pun juga.
An Nu’man bersama saudara-saudaranya termasuk golongan yang masuk Islam dengan penuh kesadaran. Mereka datang menemui Rasulullah dan menyatakan keislaman mereka, lalu menjadi bagian dari komunitas Muslim yang terus berkembang di Madinah.
Sejak saat itu, An Nu’man dikenal sebagai sahabat yang memiliki semangat juang tinggi dan siap mengorbankan tenaga serta hartanya demi agama Allah.
Baca Juga: Abdullah bin Ummi Maktum, Sahabat Tunanetra yang Namanya Diabadikan dalam Al-Qur’an
An Nu’man bin Muqarrin Al Muzani, Panglima Pemberani yang Gugur di Medan Jihad
Setelah wafatnya Rasulullah, An Nu’man tetap aktif dalam berbagai perjuangan kaum Muslimin. Saat masa pemerintahan Abu Bakar As Shiddiq, Nu’man dan kaumnya dari Bani Muzainah mendukung Abu Bakar sepenuhnya dan itu berdampak penting untuk menumpas para manusia yang kembali murtad.
Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, ia dipercaya memimpin pasukan dalam menghadapi Kekaisaran Persia yang saat itu masih menjadi kekuatan besar dunia. Penunjukan ini menunjukkan besarnya kepercayaan Umar terhadap kemampuan kepemimpinan dan ketakwaan An Nu’man.
Peristiwa paling terkenal dalam kehidupan An Nu’man adalah keterlibatannya dalam Pertempuran Nahawand pada tahun 642 M. Pertempuran ini sering disebut sebagai “Fathul Futuh” atau kemenangan dari berbagai kemenangan karena menjadi titik penting runtuhnya kekuatan Persia Sasaniyah.
Sebelum peperangan dimulai, An Nu’man memberikan semangat kepada pasukannya agar tetap bersabar, menjaga niat karena Allah, dan tidak gentar menghadapi musuh yang jumlahnya lebih besar.
Dalam riwayat sejarah disebutkan bahwa An Nu’man memimpin pasukan dengan penuh keberanian dari garis depan. Ia tidak hanya memberi perintah, tetapi juga ikut terjun langsung ke medan pertempuran.
Ketika pertempuran berlangsung sengit, ia mengalami luka parah yang kemudian menyebabkan syahidnya sang panglima.
Meski demikian, pasukan Muslim berhasil meraih kemenangan besar yang membuka jalan bagi penyebaran Islam di wilayah Persia.
Salah satu hal yang membuat An Nu’man bin Muqarrin begitu dihormati adalah sifat tawadhu dan keikhlasannya. Meskipun memegang jabatan penting sebagai komandan perang, ia tidak dikenal sebagai sosok yang mencari kemuliaan dunia. Tujuan utamanya adalah membela agama dan memperoleh ridha Allah SWT. Karena itulah, namanya dikenang sebagai teladan kepemimpinan yang mengutamakan amanah dan pengabdian.
Kisah An Nu’man bin Muqarrin mengajarkan bahwa keberanian sejati bukan sekadar kemampuan menghadapi bahaya, tetapi juga keteguhan dalam mempertahankan kebenaran.
Ia menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus siap menjadi contoh bagi orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam ketakwaan maupun dalam pengorbanan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Hingga kini, An Nu’man bin Muqarrin Al Muzani tetap dikenang sebagai salah satu sahabat Nabi yang memberikan kontribusi besar bagi sejarah Islam. Semangat juang, kerendahan hati, dan kesetiaannya kepada agama menjadi warisan berharga yang patut diteladani oleh generasi Muslim sepanjang zaman.
Sumber: 65 Kisah Teladan Sahabat Nabi. Dr. Abdurrahman Raf’at al-Basya. Kaunee: 2008.





