• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 23 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

An Nu’man bin Muqarrin Al Muzani, Panglima Pemberani yang Gugur di Medan Jihad

02/06/2026
in Kisah
An Nu'man bin Muqarrin Al Muzani, Panglima Pemberani yang Gugur di Medan Jihad

Sumber: Pixabay

67
SHARES
518
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SAHABAT Rasulullah yang terkenal karena keberanian dan pengorbanannya adalah An Nu’man bin Muqarrin Al Muzani radhiyallahu ‘anhu. Ia berasal dari Bani Muzainah, sebuah kabilah Arab yang memeluk Islam pada masa Rasulullah.

Namanya dikenang sebagai sosok yang tidak hanya setia kepada Nabi, tetapi juga menjadi salah satu panglima besar dalam perluasan wilayah Islam pada masa Khulafaur Rasyidin.

Nu’man bin Muaqarrin bergabung di bawah panji Rasulullah dan ia mengikuti semua peperangan yang Rasul lakukan tanpa pernah terlewatkan satu pun juga.

An Nu’man bersama saudara-saudaranya termasuk golongan yang masuk Islam dengan penuh kesadaran. Mereka datang menemui Rasulullah dan menyatakan keislaman mereka, lalu menjadi bagian dari komunitas Muslim yang terus berkembang di Madinah.

Sejak saat itu, An Nu’man dikenal sebagai sahabat yang memiliki semangat juang tinggi dan siap mengorbankan tenaga serta hartanya demi agama Allah.

Baca Juga: Abdullah bin Ummi Maktum, Sahabat Tunanetra yang Namanya Diabadikan dalam Al-Qur’an

An Nu’man bin Muqarrin Al Muzani, Panglima Pemberani yang Gugur di Medan Jihad

Setelah wafatnya Rasulullah, An Nu’man tetap aktif dalam berbagai perjuangan kaum Muslimin. Saat masa pemerintahan Abu Bakar As Shiddiq, Nu’man dan kaumnya dari Bani Muzainah mendukung Abu Bakar sepenuhnya dan itu berdampak penting untuk menumpas para manusia yang kembali murtad.

Pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, ia dipercaya memimpin pasukan dalam menghadapi Kekaisaran Persia yang saat itu masih menjadi kekuatan besar dunia. Penunjukan ini menunjukkan besarnya kepercayaan Umar terhadap kemampuan kepemimpinan dan ketakwaan An Nu’man.

Peristiwa paling terkenal dalam kehidupan An Nu’man adalah keterlibatannya dalam Pertempuran Nahawand pada tahun 642 M. Pertempuran ini sering disebut sebagai “Fathul Futuh” atau kemenangan dari berbagai kemenangan karena menjadi titik penting runtuhnya kekuatan Persia Sasaniyah.

Sebelum peperangan dimulai, An Nu’man memberikan semangat kepada pasukannya agar tetap bersabar, menjaga niat karena Allah, dan tidak gentar menghadapi musuh yang jumlahnya lebih besar.

Dalam riwayat sejarah disebutkan bahwa An Nu’man memimpin pasukan dengan penuh keberanian dari garis depan. Ia tidak hanya memberi perintah, tetapi juga ikut terjun langsung ke medan pertempuran.

Ketika pertempuran berlangsung sengit, ia mengalami luka parah yang kemudian menyebabkan syahidnya sang panglima.

Meski demikian, pasukan Muslim berhasil meraih kemenangan besar yang membuka jalan bagi penyebaran Islam di wilayah Persia.

Salah satu hal yang membuat An Nu’man bin Muqarrin begitu dihormati adalah sifat tawadhu dan keikhlasannya. Meskipun memegang jabatan penting sebagai komandan perang, ia tidak dikenal sebagai sosok yang mencari kemuliaan dunia. Tujuan utamanya adalah membela agama dan memperoleh ridha Allah SWT. Karena itulah, namanya dikenang sebagai teladan kepemimpinan yang mengutamakan amanah dan pengabdian.

Kisah An Nu’man bin Muqarrin mengajarkan bahwa keberanian sejati bukan sekadar kemampuan menghadapi bahaya, tetapi juga keteguhan dalam mempertahankan kebenaran.

Ia menunjukkan bahwa seorang pemimpin harus siap menjadi contoh bagi orang-orang yang dipimpinnya, baik dalam ketakwaan maupun dalam pengorbanan.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Hingga kini, An Nu’man bin Muqarrin Al Muzani tetap dikenang sebagai salah satu sahabat Nabi yang memberikan kontribusi besar bagi sejarah Islam. Semangat juang, kerendahan hati, dan kesetiaannya kepada agama menjadi warisan berharga yang patut diteladani oleh generasi Muslim sepanjang zaman.

Sumber: 65 Kisah Teladan Sahabat Nabi. Dr. Abdurrahman Raf’at al-Basya. Kaunee: 2008.

Tags: An Nu'man bin Muqarrin Al Muzani Panglima Pemberani yang Gugur di Medan Jihad
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

391 Jemaah Haji Asal Makassar Telah Tiba di Tanah Air

Next Post

Hingga 29 Mei 2026, 2.213 SPPG Ditangguhkan 

Next Post
Hingga 29 Mei 2026, 2.213 SPPG Ditangguhkan 

Hingga 29 Mei 2026, 2.213 SPPG Ditangguhkan 

Saling Mengikhlaskan Kesalahan Anggota Keluarga

9 Kalimat Inspiratif dalam Mendidik Anak

378 Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Surabaya

378 Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Surabaya

  • Warga Nikmati MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis di HUT Jakarta ke-499

    Warga Nikmati MRT, LRT, dan Transjakarta Gratis di HUT Jakarta ke-499

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8709 shares
    Share 3484 Tweet 2177
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    989 shares
    Share 396 Tweet 247
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11490 shares
    Share 4596 Tweet 2873
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    251 shares
    Share 100 Tweet 63
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    368 shares
    Share 147 Tweet 92
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3921 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4451 shares
    Share 1780 Tweet 1113
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2329 shares
    Share 932 Tweet 582
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga