• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Akhir Kisah Kejayaan Umat Islam di Andalusia (2)

01/07/2021
in Kisah
Akhir Kisah Kejayaan Umat Islam di Andalusia (2)

Akhir Kisah Kejayaan Umat Islam di Andalusia (2) (Foto: Pixabay/PublicDomainPictures)

96
SHARES
738
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Akhir kisah kejayaan umat Islam di Andalusia makin dekat ketika Raja Ferdinand II dari Aragon menikah dengan Putri Isabella dari Castile.

Pernikahan ini menyatukan dua kerajaan terkuat di semenanjung Iberia. Mereka berdua merajut cita-cita yang satu, yaitu menaklukkan Granada serta menghapus jejak-jejak Islam dari benua biru untuk selama-lamanya.

Baca Juga: Akhir Kisah Kejayaan Umat Islam di Andalusia (1)

Pemberontakan Anak Sultan Granada

Tahun 1482, pertempuran antara Kerajaan Kristen Castile & Aragon melawan Emirat Granada pun dimulai.

Sejak perang dimulai, pasukan gabungan Kristen berhasil merebut Alhama, sebuah wilayah pesisir kerajaan Granada. Sejak serangan pertama ke Alhama, perang Granada terus berlangsung hingga keruntuhan kerajaan Granada.

Meskipun secara jumlah dan kekuatan Kerajaan Granada kalah jauh, tetapi semangat juang masyarakat Muslim Granada sangatlah besar dan mereka berperang dengan penuh keberanian.

Sejarawan Spanyol mengatakan, “Orang-orang Muslim mencurahkan seluruh jiwa raga mereka dalam peperangan, mereka layaknya seorang pemberani dengan tekad yang kuat dalam mempertahankan Negeri-nya, dan melindung diri mereka, istri, dan anak-anak mereka.”

Demikian juga masyarakat sipil Granada, mereka turut ikut serta dalam peperangan, dengan gagah berani mempertahankan tanah air mereka dan mempertahankan eksistensi Islam di tanah Eropa.

Pada saat itu, orang-orang Kristen sudah bersatu padu dan tidak lagi terpecah belah sebagaimana keadaan mereka di masa lalu.

Beda halnya dengan Granada yang justru menghadapi pergolakan politik. Para pemimpin Muslim dan para gubernur cenderung saling sikut, memiliki ambisi yang berbeda-beda dan berusaha saling melengserkan satu sama lain.

Di antara mereka ada yang berperan sebagai mata-mata Kerajaan Kristen dengan iming-iming imbalan kekayaan, tanah, dan kekuasaan.

Pada tahun 1483, anak dari Sultan Granada Ali Abu Hasan yaitu Muhammad (Boabdil), mengadakan pemberontakan terhadap ayahnya sendiri hingga memicu terjadinya perang sipil.

Raja Ferdinand yang mengetahui hal ini benar-benar memanfaatkannya untuk membuat Granada kian lemah dengan mendukung pemberontakan Sultan Muhammad (Boabdil) untuk melawan ayah dan anggota keluarganya.

Pasukan-pasukan Kristen dikerahkan oleh Ferdinand untuk membantu dan berperang bersama Sultan Muhammad (Boabdil) dalam menghadapi Ayah dan anggota keluarganya. Hingga Akhirnya Sultan Muhammad (Boabdil) berhasil menaklukkan anggota kerajaan dan menguasai Kota Granada.

Baca Juga: Kisah Habib Rizieq tentang Upaya Penggagalan di Jam-jam Terakhir Kepulangannya

Akhir Kisah Kejayaan Umat Islam Berakhir dengan Perjanjian

Sultan Muhammad (Boabdil) resmi menjadi penguasa baru Kerajaan Granada, tetapi kekuasaan Sultan Muhammad (Boabdil) hanya terbatas di dalam wilayah Kota Granada saja karena pasukan Kristen Kerajaan Castile & Aragon terus menekan dan mengambil wilayah-wilayah pedesaan disekitar Kota Granada.

Setelah Sultan Muhammad (Boabdil) menguasai Granada, dirinya mendapatkan sepucuk surat dari Raja Ferdinand untuk menyerahkan Kota Granada kepada dirinya.

Sang sultan pun terkejut dengan permintaan Raja Ferdinand karena ia menyangka Raja Ferdinand akan memberikan wilayah Granada kepadanya dan membiarkannya menjadi raja di wilayah tersebut.
.
Pada akhirnya Sultan Muhammad (Boabdil) sadar bahwa ia telah dimanfaatkan sebagai pion oleh Ferdinand untuk melemahkan dan mempermudah jalan pasukan Kristen dalam menaklukkan Kota Granada.

Pada bulan April tahun 1491, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella mulai mengerahkan puluhan ribu pasukannya untuk melancarkan serangan umum ke jantung kekuasaan Kerajaan Granada yang terletak di Istana Al-Hambra.

Beberapa laporan sejarah menyebutkan, bahwa sebelum melakukan penyerangan, Ferdinand dan Isabella sebenarnya sudah memerintahkan Sultan Muhammad (Boabdil) untuk menyerahkan Granada tanpa syarat.

Namun, hal ini ditolak mentah-mentah oleh Sultan Muhammad (Boabdil). Ia lebih memilih untuk mempertahankan Granada dengan mengerahkan pasukannya yang tersisa untuk melawan pasukan gabungan Kerajaan Kristen.

Setelah Kerajaan Castile & Aragon melakukan pengepungan terhadap Kota Granada selama 8 bulan, pada akhirnya Sultan Muhammad (Boabdil) menyatakan menyerah dan mengajukan perjanjian damai kepada Raja Ferdinand dan dan Ratu Isabella.

Permohonan damai ini disetujui oleh pemimpin tertinggi politik umat Katholik tersebut. Dalam isi perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Sultan Muhammad (Boabdil) bersama keluarganya serta kaum Muslim Granada diwajibkan untuk meninggalkan Kota Granada selambat-lambatnya dua bulan setelah perjanjian tersebut ditandatangani. [Cms]

Tags: Akhir kisah kejayaan umat islam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Liburan di Masa Pandemi Keluarga Adrian Maulana

Next Post

Fashion Up Cycling Menurut Desainer Najua Yanti

Next Post
Fashion Up Cycling Menurut Desainer Najua Yanti

Fashion Up Cycling Menurut Desainer Najua Yanti

Tips Zaskia Adya Mecca Rawat Buah Hatinya Hingga Sembuh Covid-19

Intip Toko Kue Zaskia Mecca yang Disulap jadi Kafe Khas Jogja Banget

Jangan Dibuang, Kirim Masker Bekas ke LIPI untuk Didaur Ulang

Jangan Dibuang, Kirim Masker Bekas ke LIPI untuk Didaur Ulang

  • Pahlawan yang Layak

    Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8243 shares
    Share 3297 Tweet 2061
  • Yuk Berburu Menu Vegetarian di Vegan Festival Indonesia 2018

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Menghina Allah dalam Hati

    456 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3695 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4228 shares
    Share 1691 Tweet 1057
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11268 shares
    Share 4507 Tweet 2817
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1162 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Pimpin Upacara Hari Kartini, Faelasufa Dorong Affordable Child Care di Batang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3303 shares
    Share 1321 Tweet 826
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga