• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 30 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Abu Dzar Pantang Pulang Sebelum Meneriakkan Islam

24/11/2021
in Kisah
Abu Dzar Pantang Pulang Sebelum Meneriakkan Islam

Foto: Unsplash

79
SHARES
611
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Abu Dzar pantang pulang sebelum meneriakkan Islam. Sebagaimana kita ketahui bahwa ia telah masuk Islam tanpa ditunda-tunda lagi. Urutannya di kalangan Muslim adalah yang kelima atau keenam.

Jika ia telah memeluk agama itu pada hari-hari pertama, bahkan pada saat-saat pertama Agama Islam, hingga keislamannya termasuk dalam barisan terdepan.

Ketika, ia masuk Islam, Rasulullah masih menyampaikan dakwahnya secara berbisik-bisik. Dibisikkannya kepada Abu Dzar begitupun kepada lima orang lainnya yang telah iman kepadanya.

Baca Juga: Abu Dzar, Lelaki dari Ghifar yang Melakukan Perjalanan Panjang

Abu Dzar Pantang Pulang Sebelum Meneriakkan Islam

Dan bagi Abu Dzar, tak ada yang dapat dilakukannya sekarang selain memendam keimanan itu dalam hati. Lalu meninggalkan kota Mekkah secara diam-diam dan kembali kepada kaumnya.

Tetapi Abu Dzar yang nama aslinya Jundub bin Janadah, seorang radikal dan revolusioner. Telah menjadi watak dan tabi’atnya menentang kebathilan dimanapun ia berada. Dan sekarang kebathilan itu berada di hadapannya serta disaksikannya dengan kedua matanya sendiri.

Batu-batu yang ditembok, yang dibentuk oleh para pemujanya, disembah oleh orang-orang yang menundukkan kepala dan merendahkan akal mereka.

Dan diseru mereka denga ucapan yang muluk; “Inilah kami, kami datang demi mengikuti titahmu”

Memang, ia melihat Rasulullah memilih cara berbisik-bisik pada hari-hari tersebut, tetapi tak dapat tidak harus ada suatu teriakan keras yang akan dikumandangkan pemberontak ulung ini sebelum ia pergi.

Baru saja masuk Islam, ia telah menghadapkan pertanyaan kepada Rasulullah:

“Wahai Rasulullah, apa yang harus saya kerjakan menurut anda?”

“Kembalilah kepada kaummu sampai ada perintahku nanti!” ujar Rasulullah.

“Demi Tuhan yang menguasai nyawaku,” kata Abu Dzar pula, “Saya takkan kembali sebelum meneriakkan Islam dalam masjid!”

Apakah pada saat ia baru menerima Islam dan masuk ke dalam medan dakwan mampu kembali kepada keluarganya dalam keadaan membisu seribu bahasa? Sungguh hal itu di luar kesanggupan dan kemampuannya!

Abu Dzar pergi menuju Masjidil Haram dan menyerukan dengan sekeras-kerasnya suaranya:

“Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.” Teriakan ini merupaka teriakan pertama tentang Agama Islam yang menentang kesombongan orang-orang Quraisy dan memekakkan anak telinga mereka.

Diserukan oleh seorang perantau asing, yang di Mekkah tidak mempunyai bangsa, sanak keluarga maupun pembela.

Dan sebagai akibatnya, ia mendapat perlakukan dari mereka yang sebetulnya telah memaklumi akan ditemuinya. Orang musyrik mengepung dan memukulnya hingga rubuh. [Ln]

Bersambung…

Tags: Abu Dzar Pantang Pulang Sebelum Meneriakkan Islam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Menjadi Sosok Suami Istri Tangguh (3)

Next Post

Jihad yang Paling Dicintai Allah

Next Post
Jihad yang Paling Dicintai Allah

Jihad yang Paling Dicintai Allah

Aquifera dan NPC Bangun Pipanisasi Air Bersih Berbasis IoT di Kampung Pasir Petir

Aquifera dan NPC Bangun Pipanisasi Air Bersih Berbasis IoT di Kampung Pasir Petir

Terus Berbuat Kebaikan walau Masih Penuh Dosa

Terus Berbuat Kebaikan walau Masih Penuh Dosa

  • Cara Memutuskan Doa-doa Buruk

    Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    509 shares
    Share 204 Tweet 127
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    108 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Kehadiran Deswita Maharani dan Ferry Maryadi di Acara Lamaran Syifa Hadju dan El Rumi Menambah Kesan Hangat

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7906 shares
    Share 3162 Tweet 1977
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3440 shares
    Share 1376 Tweet 860
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5273 shares
    Share 2109 Tweet 1318
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2874 shares
    Share 1150 Tweet 719
  • Contoh Format Isi CV Taaruf yang Bisa Kamu Ikuti

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Si.Se.Sa. Annual Show 2026 “The Kaleidoscope” Tampilkan Evolusi Modest Fashion dari Kasual hingga Glamor

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Rekomendasi Baju Lebaran 2026, Selain Rompi Lepas

    6708 shares
    Share 2683 Tweet 1677
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga