• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 9 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Kisah

Abu Dzar Pantang Pulang Sebelum Meneriakkan Islam

24/11/2021
in Kisah
Abu Dzar Pantang Pulang Sebelum Meneriakkan Islam

Foto: Unsplash

80
SHARES
612
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Abu Dzar pantang pulang sebelum meneriakkan Islam. Sebagaimana kita ketahui bahwa ia telah masuk Islam tanpa ditunda-tunda lagi. Urutannya di kalangan Muslim adalah yang kelima atau keenam.

Jika ia telah memeluk agama itu pada hari-hari pertama, bahkan pada saat-saat pertama Agama Islam, hingga keislamannya termasuk dalam barisan terdepan.

Ketika, ia masuk Islam, Rasulullah masih menyampaikan dakwahnya secara berbisik-bisik. Dibisikkannya kepada Abu Dzar begitupun kepada lima orang lainnya yang telah iman kepadanya.

Baca Juga: Abu Dzar, Lelaki dari Ghifar yang Melakukan Perjalanan Panjang

Abu Dzar Pantang Pulang Sebelum Meneriakkan Islam

Dan bagi Abu Dzar, tak ada yang dapat dilakukannya sekarang selain memendam keimanan itu dalam hati. Lalu meninggalkan kota Mekkah secara diam-diam dan kembali kepada kaumnya.

Tetapi Abu Dzar yang nama aslinya Jundub bin Janadah, seorang radikal dan revolusioner. Telah menjadi watak dan tabi’atnya menentang kebathilan dimanapun ia berada. Dan sekarang kebathilan itu berada di hadapannya serta disaksikannya dengan kedua matanya sendiri.

Batu-batu yang ditembok, yang dibentuk oleh para pemujanya, disembah oleh orang-orang yang menundukkan kepala dan merendahkan akal mereka.

Dan diseru mereka denga ucapan yang muluk; “Inilah kami, kami datang demi mengikuti titahmu”

Memang, ia melihat Rasulullah memilih cara berbisik-bisik pada hari-hari tersebut, tetapi tak dapat tidak harus ada suatu teriakan keras yang akan dikumandangkan pemberontak ulung ini sebelum ia pergi.

Baru saja masuk Islam, ia telah menghadapkan pertanyaan kepada Rasulullah:

“Wahai Rasulullah, apa yang harus saya kerjakan menurut anda?”

“Kembalilah kepada kaummu sampai ada perintahku nanti!” ujar Rasulullah.

“Demi Tuhan yang menguasai nyawaku,” kata Abu Dzar pula, “Saya takkan kembali sebelum meneriakkan Islam dalam masjid!”

Apakah pada saat ia baru menerima Islam dan masuk ke dalam medan dakwan mampu kembali kepada keluarganya dalam keadaan membisu seribu bahasa? Sungguh hal itu di luar kesanggupan dan kemampuannya!

Abu Dzar pergi menuju Masjidil Haram dan menyerukan dengan sekeras-kerasnya suaranya:

“Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.” Teriakan ini merupaka teriakan pertama tentang Agama Islam yang menentang kesombongan orang-orang Quraisy dan memekakkan anak telinga mereka.

Diserukan oleh seorang perantau asing, yang di Mekkah tidak mempunyai bangsa, sanak keluarga maupun pembela.

Dan sebagai akibatnya, ia mendapat perlakukan dari mereka yang sebetulnya telah memaklumi akan ditemuinya. Orang musyrik mengepung dan memukulnya hingga rubuh. [Ln]

Bersambung…

Tags: Abu Dzar Pantang Pulang Sebelum Meneriakkan Islam
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Menjadi Sosok Suami Istri Tangguh (3)

Next Post

Jihad yang Paling Dicintai Allah

Next Post
Jihad yang Paling Dicintai Allah

Jihad yang Paling Dicintai Allah

Aquifera dan NPC Bangun Pipanisasi Air Bersih Berbasis IoT di Kampung Pasir Petir

Aquifera dan NPC Bangun Pipanisasi Air Bersih Berbasis IoT di Kampung Pasir Petir

Terus Berbuat Kebaikan walau Masih Penuh Dosa

Terus Berbuat Kebaikan walau Masih Penuh Dosa

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1881 shares
    Share 752 Tweet 470
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    244 shares
    Share 98 Tweet 61
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8055 shares
    Share 3222 Tweet 2014
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3558 shares
    Share 1423 Tweet 890
  • DPR Setujui Opsi Pemangkasan Anggaran MBG Demi Jaga Defisit APBN

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • 4 Golongan yang Dirindukan Surga

    417 shares
    Share 167 Tweet 104
  • Guru Ngaji Berhak Mendapat Zakat

    821 shares
    Share 328 Tweet 205
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Kenali Perbedaan Cadar, Niqab dan Burqa

    278 shares
    Share 111 Tweet 70
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3122 shares
    Share 1249 Tweet 781
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga