• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 11 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Zuhud Terhadap Kekuasaan

06/06/2025
in Khazanah, Unggulan
Zuhud Terhadap Kekuasaan

foto:pinterest

78
SHARES
602
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ADA ungkapan dari imam Mawardi bahwa “kekuasaan itu candu”.

Dalam hal ini Imam al-Mawardi mengacu pada bahaya dan risiko yang menyertai kekuasaan, bahkan bagi orang yang saleh sekalipun.

Karena kekuasaan, dalam pemikiran al-Mawardi, dapat menjadi sesuatu yang sulit dilepaskan dan menggerakkan seseorang untuk terus mempertahankan kekuasaan tersebut.

Al-Mawardi menggunakan analogi “candu” (obat adiktif) untuk menggambarkan daya tarik dan kekuatan kekuasaan.

Kekuasaan dapat membuat seseorang ketagihan dan sulit melepaskan, bahkan jika kekuasaan tersebut membawa dampak negatif.

Jadi kekuasaan bisa menjadi sangat adiktif, mirip seperti efek obat-obatan yang menghasilkan ketergantungan atau kecanduan.

Berbagai studi dalam bidang psikologi sudah menyatakan bahwa kekuasaan itu bisa mempengaruhi fungsional otak, mirip dengan efek dari obat-obatan, membuatnya sangat sulit untuk dilepaskan.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Individu yang memegang kekuasaan biasanya mengalami peningkatan kepercayaan diri dan perasaan tidak bisa dikalahkan, sementara tingkat empati dan kepedulian mereka terhadap orang lain cenderung menurun.

Studi oleh Sheri Johnson dari University of California, Berkeley dan juga studi dari Sukhvinder Obhi dari McMaster University mengkonfirmasi hal tersebut.

Beratus tahun setelah Imam Mawardi, seorang filsuf dan politikus abad Renaissance , Piccolo Machiavelli menegaskan dengan lebih lugas lagi.

Menurut Machiavelli, politik adalah bagaimana mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan.

Ia berpendapat bahwa politik berkaitan dengan upaya untuk meraih dan mempertahankan kekuasaan, bahkan dengan cara-cara yang mungkin tidak etis atau tidak bermoral.

Zuhud Terhadap Kekuasaan

Oleh karena itu dengan waskita dab pandangan tajamnya, Salim As-Sadi, salah satu gurunya Umar bin Abdul Aziz mengingatkan Umar saat setelah dilantik menjadi Khalifah kaum muslimin agar berhati-hati (zuhud) terhadap kekuasaan.

Beliau mengatakan bahwa Zuhud terhadap kekuasaan lebih penting dari pada zuhud kepada harta.

Karena tanpa zuhud terhadap kekuasaan, maka seseorang akan tidak peduli kawan dan lawan, semuanya akan disikutnya bila dipandang sebagai hambatan.

Hal ini terbukti sampai sekarang, bukan hanya orang, bahkan peraturan pun akan disikatnya juga bila dirasa menghambat dan atau membatasi.

Sebab tabiat dari kekuasaan itu adalah sentralistik, tidak ingin atau tidak mau dibagi dan tidak ingin dibatasi baik ruang maupun waktunya.

Zuhud, dalam bahasa Indonesia berarti sikap hati yang tidak terikat pada dunia, meskipun seseorang memiliki harta atau kedudukan.

Baca juga: Tafsir Surat ath-Thariq Tanda Kekuasaan Allah

Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia sepenuhnya, tetapi lebih pada sikap hati yang mengutamakan kehidupan akhirat dan ridho Allah di atas kesenangan duniawi.

Zuhud adalah mengalihkan kesenangan dari duniawi kepada kehidupan akhirat.

Ini berarti tidak gembira berlebihan dengan apa yang dimiliki dan tidak terlalu sedih dengan apa yang hilang.

Dengan kata lain zuhud adalah tidak menjadikan dunia sebagai pusat perhatian dan kebahagiaan, tetapi menggunakannya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Oleh karena itu orang yang zuhud terhadap kekuasaan  bukan saja tidak terikat pada keinginan untuk memiliki, mempertahankan kekuasaan, meskipun memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin atau memiliki pengaruh politik tetapi ia juga tidak akan terjerumus dalam persaingan yang keras atau menggunakan cara-cara yang tidak etis untuk mencapai atau mempertahankan kekuasaan.

Ahh… Semoga saat ini masih ada, bukan hanya cerita waktu dulu.[Sdz]

Sumber: Serambi Ilmu dan Faidah

Tags: Zuhud Terhadap Kekuasaan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Inspirasi Outfit Idul Adha Tahun 2025

Next Post

Kereta Api Kelas Ekonomi Diskon 30 Persen Selama Liburan Pertengahan Tahun

Next Post
Kereta Api Kelas Ekonomi Diskon 30 Persen Selama Liburan Pertengahan Tahun

Kereta Api Kelas Ekonomi Diskon 30 Persen Selama Liburan Pertengahan Tahun

Hukum Niat Qurban Sekaligus Aqiqah

Hukum Niat Qurban Sekaligus Aqiqah

Sekolah Rakyat Dibuka Mulai Juli 2025 dengan Konsep Pendidikan Berbasis Teknologi

Sekolah Rakyat Dibuka Mulai Juli 2025 dengan Konsep Pendidikan Berbasis Teknologi

  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    269 shares
    Share 108 Tweet 67
  • 5 Cara Hilangkan Noda Kunyit di Pakaian

    344 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Aturan Baru Mendaki Gunung Merbabu bagi Pendaki

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9292 shares
    Share 3717 Tweet 2323
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4212 shares
    Share 1685 Tweet 1053
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    813 shares
    Share 325 Tweet 203
  • Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta: Membongkar Kebobrokan Feminisme dan Konsep Gender

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4792 shares
    Share 1917 Tweet 1198
  • Bahasa Inggris Lewat Aktivitas Sehari-hari, Siswa Lower Secondary JISc Praktikkan Present Simple Tense

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga