MARAKNYA perdagangan dan hilangnya persatuan umat ternyata menjadi salah satu di antara tanda-tanda kiamat. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan al-Hakim dari โAbdullah bin Masโud Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda:
ุจููููู ููุฏููู ุงูุณููุงุนูุฉู ุชูุณููููู ู ุงููุฎูุงุตููุฉูุ ููููุดูููู ุงูุชููุฌูุงุฑูุฉูุ ุญูุชููู ุชูุดูุงุฑููู ุงููู ูุฑูุฃูุฉู ุฒูููุฌูููุง ุนูููู ุงูุชููุฌูุงุฑูุฉู.
โMenjelang tibanya hari Kiamat, salam hanya diucapkan kepada orang-orang tertentu, dan banyaknya perdagangan hingga seorang wanita membantu suaminya dalam berdagang.โ (Musnad Ahmad (V/333, Syarah Ahmad Syakir), beliau berkata, โSanadnya shahihโ dan Mustadrak al-Hakim (IV/45-446).
Maraknya Perdagangan dan Hilangnya Persatuan Umat
An-Nasa-i meriwayatkan dari โAmr bin Taghlib Radhiyallahu anhu, beliau berkata, โRasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda:
ุฅูููู ู ููู ุฃูุดูุฑูุงุทู ุงูุณููุงุนูุฉู ุฃููู ููููุดููู ุงููู ูุงูู ููููููุซูุฑู ููุชูููุดููู ุงูุชููุฌูุงุฑูุฉู.
โSesungguhnya di antara tanda-tanda Kiamat adalah melimpah ruahnya harta dan banyaknya perdagangan.โ (Sunan an-Nasa-i (VII/244, Syarh as-Suyuthi).
Hadits ini dari riwayat oleh al-Hasan dari โAmr bin Taghlib, sementara al-Hasan seorang mudallis, dan beliau meriwayatkannya secara โAnโanah dalam hadits ini, akan tetapi beliau meriwayatkan dengan jelas dari โAmr bin Taghlib pada riwayat Imam Ahmad.
Lihat Musnad Ahmad (V/69, dengan catatan pinggir Muntakhab Kanz), dan lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah, karya Syaikh al-Albani (II/251-252).
Dikutip dari almanhaj.or.id, dijelaskan bahwa hal ini telah terjadi, perdagangan menjadi banyak dan wanita ikut serta di dalamnya, sehingga banyak manusia yang terfitnah untuk mengumpulkan harta, bahkan berlomba-lomba mendapatkannya.
Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam mengabarkan bahwa beliau tidak takut terhadap kefakiran yang menimpa umat ini.
Akan tetapi, beliau takut ketika dunia dibentangkan kepada mereka hingga terjadi perlombaan di antara mereka (untuk mendapatkannya). Dijelaskan dalam hadits bahwa beliau Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda:
ููุงูููู ู ูุง ุงููููููุฑู ุฃูุฎูุดูู ุนูููููููู ูุ ูููููููููู ุฃูุฎูุดูู ุนูููููููู ู ุฃููู ุชูุจูุณูุทู ุนูููููููู ู ุงูุฏููููููุง ููู ูุง ุจูุณูุทูุชู ุนููููู ู ููู ููุงูู ููุจูููููู ู ููุชูููุงููุณููููุง ููู ูุง ุชูููุงููุณููููุง ููุชูููููููููู ู ููู ูุง ุฃูููููููุชูููู ู.
โDemi Allah, bukanlah kefakiran yang lebih aku takutkan menimpa kalian, akan tetapi yang aku takutkan atas kalian jika dunia dibentangkan kepada kalian sebagaimana telah dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian, sehingga kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka berlomba-lomba, dan (dunia) menghancurkan kalian sebagaimana (dunia) telah menghancurkan mereka.โ Shahiih al-Bukhari, kitab al-Jizyah wal Muwaadaโah bab al-Jizyah wal Muwaadaโah maโa Ahlidz Dzimmah wal Harb (VI/257-258, al-Fat-h), dan Shahiih Muslim, kitab az-Zuhd (XVIII/95, Syarh an-Nawawi). [Muttafaq โalaihi]
Dalam riwayat Muslim:
ููุชูููููููููู ู ููู ูุง ุฃูููููุชูููู ู.
โDan (dunia) melalaikan kalian sebagaimana telah melalaikan mereka.โ (Shahiih Muslim, kitab az-Zuhd (XVIII/96, Syarh an-Nawawi).
Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda:
ุฅูุฐูุง ููุชูุญูุชู ุนูููููููู ู ููุงุฑูุณู ููุงูุฑูููู ูุ ุฃูููู ููููู ู ุฃูููุชูู ูุ ููุงูู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู ููู ุจููู ุนููููู: ููููููู ููู ูุง ุฃูู ูุฑููููุง ุงูููู. ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู: ุฃููู ุบูููุฑู ุฐููููู: ุชูุชูููุงููุณููููุ ุซูู ูู ุชูุชูุญูุงุณูุฏููููุ ุซูู ูู ุชูุชูุฏูุงุจูุฑููููุ ุซูู ูู ุชูุชูุจูุงุบูุถููููุ ุฃููู ููุญููู ุฐููููู.
โJika Persia dan Romawi ditaklukkan untuk kalian, kaum apakah kalian?โ โAbdurrahman bin Auf berkata, โKami akan mengucapkan (pujian) sebagaimana Allah memerintahkan kepada kami.โ Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam berkata, โAtau selainnya: kalian akan berlomba-lomba, kemudian saling iri, kemudian saling memutuskan hubungan, kemudian saling membenci atau yang serupa dengannya.โ (Shahiih Muslim, kitab az-Zuhd (XVIII/96, Syarh an-Nawawi).
Berlomba-lomba meraup dunia dapat melemahkan agama seseorang, menghancurkan umat, dan dapat mencabik-cabik persatuan mereka, sebagaimana terjadi pada masa-masa yang telah lalu, juga terjadi pada masa-masa sekarang ini. [Mh/Cms]
[Disalin dari kitab Asyraathus Saaโah, Penulis Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil, Daar Ibnil Jauzi, Cetakan Kelima 1415H-1995M, Edisi Indonesia Hari Kiamat Sudah Dekat, Penerjemah Beni Sarbeni, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
Sumber: https://almanhaj.or.id/





