• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 9 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Takjub dengan Antrean di Raudhah

08/01/2023
in Khazanah, Unggulan
Takjub dengan Antrean di Raudhah

foto: pixabay

113
SHARES
867
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ANTREAN di Raudhah kerap kali semrawut dan sedikit penuh histeria, khususnya bagi jemaah wanita. Sebelum pandemi, masuk Raudhah bagi jemaah perempuan bak akan berangkat ke medan jihad.

Dalam tulisannya berjudul “Berkah keteraturan setelah pandemi”, @uttiek.herlambang mengulas bagaimana antrean di Raudhah kini lebih tertib.

“Ibu Diaaan… Ibu Lelaaa… Ibu-ibu… ayo majuuu,” dendangnya dengan cengkok ala tembang Sunda.

Namanya Maesaroh, biasa dipanggil Iroh atau Ira, tergantung siapa yang bertanya. Usianya awal 35 tahun.

Pembawaannya ramah dan murah senyum. Ia suka berdendang. Apa saja ia dendangkan untuk mengisi waktu luang.

Profesinya adalah muthawifah yang membawa jemaah perempuan ke Raudhah. Sudah lebih dari 10 tahun ia tinggal di Madinah.

Di antara semua profesi yang pernah dilakoni, profesi muthawifah-lah yang paling membekas di hati.

“Saya selalu merasa haru kalau melihat jamaah keluar dari Raudhah dengan mata sembab berurai air mata.” Mimik mukanya yang semula ceria, berubah jadi sendu.

“Saya teringat Emak. Dia tidak pernah menginjakkan kaki di Tanah Suci meskipun sudah kepingin sekali.” Emaknya telah wafat sebelum ia mengadu peruntungan di tanah Haram.

Setelah itu ia menggeleng dan hanya menjawab dengan senyuman ketika ditanya tentang keluarga. “Apakah sudah menikah?” “Anaknya berapa?”

“Ibu seperti wartawan saja nanya-nanyanya,” katanya spontan yang membuat saya tersenyum dalam hati.

Namun ketika pertanyaan beralih tentang antrean ke Raudhah, ia kembali bersemangat membagikan cerita.

“Kalau dulu masuk Raudhah butuh waktu 4-5 jam, sekarang tidak lagi. Cukup datang sesuai jadwal yang tertulis di tasreh (surat izin), 10 menit di dalam, lalu selesai,” jelasnya.

Semenjak pandemi, pemerintah Saudi mengeluarkan peraturan baru yang mengharuskan jemaah mendaftar untuk bisa masuk Raudhah.

Jadwal masuk Raudhah bagi jemaah perempuan dibagi dua. Pagi, mulai sebakda Subuh. Untuk bisa mengaksesnya, harus menggunakan tasreh yang diurus oleh muasasah.

Masuknya pun harus berombongan, tidak, bisa perorangan.

Petugas akan menghitung dengan teliti. Jumlah jamaah harus sesuai dengan yang tercantum dalam tasreh. Lebih satu orang saja, jangan harap bisa lolos.

Jadwal kedua, malam selepas Isya’. Ini bisa diakses perorangan dengan mendaftar terlebih dahulu melalui aplikasi Eatmarna atau Tawakkalna.

Baca Juga: Waktu Jemaah Haji Indonesia Masuk Raudhah

Takjub dengan Antrean di Raudhah

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Uttiek M Panji Astuti (@uttiek.herlambang)


Jemaah yang sudah masuk pagi hari menggunakan tasreh, bila ingin mendaftar menggunakan aplikasi harus berselang sehari. Alias esok pagi baru bisa mendaftar lagi.

Setelah sepuluh menit berada di dalam Raudhah untuk shalat dan berdoa, askar akan mengosongkan ruangan untuk memberikan kesempatan pada rombongan berikutnya masuk.

Saya yang sudah berpuluh kali berziarah ke Raudhah, rasanya tak percaya antrean bisa dibuat setertib ini.

Sebelum pandemi, masuk Raudhah bagi jemaah perempuan bak akan berangkat ke medan jihad.

Kalau mau cepat, begitu akses ke Raudhah dibuka dari bab Annisa, ribuan perempuan akan berlari sekencang-kencangnya.

Suara jeritan, gedebak-gedebuk orang berlari dan teriakan askar, “Ibu… Ibu… Hajji… Hajji… ya Mama… Mama,” membuat suasana sangat dramatis.

Belum reda keriuhan itu, dari dalam Raudhah terdengar jerit tangis. Dari yang berupa isakan tertahan, hingga yang serupa raungan.

Bayangkan bila itu dilakukan ratusan perempuan secara bersamaan, seperti apa “heroiknya”?

Suasana yang “menegangkan” sekaligus dirindukan itu kini tak ada lagi. Semua berjalan tertib sesuai aturan.

“Longgarnya” Raudhah pagi itu membuat saya leluasa untuk mencari dan mengenali tiang-tiang bersejarah yang berada di dalamnya.

Termasuk tiang Al Mukhallaqah yang menjadi tempat favorit Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkumpul bersama para sahabat, membagikan ilmu atau sekadar mendengar “curhat” mereka.

Tiang ini berada di sebelah kanan mihrab.

Di bulan Ramadan, beda lagi posisi favorit Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam saat beri’tikaf.

Manusia mulia itu memilih menggelar tikarnya yang terbuat dari kulit pohon kurma di sisi paling kiri Raudhah. Posisi ini kalau sekarang paling dekat dengan makamnya.

Di belakangnya, ada satu tiang yang dinamakan tiang Al Mihras atau tiang Ali bin Abi Thalib. Tiang itu merupakan tempat sahabat Ali bersandar saat ditugaskan menjaga Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

Masih di dalam Raudhah, ada satu tempat yang digunakan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam untuk menerima tamu dan para diplomat dari negara lain saat melakukan kunjungan.

Manusia seringkali tak menyadari, di balik kesulitan ada kebaikan yang Allah hadirkan. Termasuk pandemi yang berbuah keteraturan di Raudhah.

Assalamualaika ya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.[ind]

Tags: Takjub dengan Antrean di Raudhahuttiek herlambang
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Status Wafat Bunuh Diri dalam Pandangan Syariah

Next Post

Jangan Larang Aku Merayakan Ulang Tahun Anakku

Next Post
Jangan Mendahului Ketentuan Allah

Jangan Larang Aku Merayakan Ulang Tahun Anakku

Dihadiri Lebih dari 100 Orang, Yayasan Istiqamah IAPAT Undip Selenggarakan Wisuda Tahfiz Al-Qur`an Santri ke-3

Dihadiri Lebih dari 100 Orang, Yayasan Istiqamah IAPAT Undip Selenggarakan Wisuda Tahfiz Al-Qur`an Santri ke-3

Harus ada tujuan pernikahan

Kunci Kelanggengan Rumah Tangga

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Tahun Ketiga JIBS Movie Festival 2026 Jadi Apresiasi Spesial untuk Siswa Siswi JIBBS dan JIGS

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7944 shares
    Share 3178 Tweet 1986
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3473 shares
    Share 1389 Tweet 868
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    601 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11143 shares
    Share 4457 Tweet 2786
  • Deretan Pemenang Nominasi dalam Kompetisi JIBS Movie Festival 2026

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4125 shares
    Share 1650 Tweet 1031
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2895 shares
    Share 1158 Tweet 724
  • Anak Boarding Juga Bisa Bikin Film, JIBS Movie Festival 2026 Kembali Digelar

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga