• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 11 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Syair Indah Abdullah Ibnu Rawahah

08/12/2022
in Khazanah
Kunci untuk Mendapatkan Ilmu
488
SHARES
3.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SYAIR indah dari Abdullah Ibnu Rawahah bisa membuat pasukan perang menjadi bersemangat. Sewaktu kaum muslimin terpaksa terjun ke medan perang untuk membela diri, tampillah Abdullah ibnu Rawahah membawa pedangnya ke medan tempur Badar, Uhud, Khandaq, Hudaibiyah, dan Khaibar, seraya menjadikan syairnya sebagai slogan perjuangan,

“Duhai jiwa, jika tidak terbunuh, kau akan mati juga.”

Kepada para musuh, ia juga meneriakkan yel-yel perlawanan,

“Singkirkan orang-orang kafir itu dari hadapan

Semua kebaikan hanya ada pada Rasul panutan”

Perang Mu’tah pun tiba. Abdullah ibnu Rawahah adalah panglima ketiga setelah Zaid dan Ja’far.

Ketika pasukan siap berangkat meninggalkan Madinah, Abdullah ibnu Rawahah berdiri mengucapkan syairnya,

“Kepada Allah yang Maha Rahman

Kuminta ampunan dan tebasan mematikan

Atau tusukan yang menentukan

Lalu tersungkur memenuhi harapan.

Mati syahid sebagai pahlawan”

Benar, itulah harapan satu-satunya. Syahid di medan perang yang akan mengantarnya ke kehidupan para syuhada yang damai dan penuh kenikmatan.

Baca Juga: Penyair yang Mengenali Kata-Kata Indah Melebihi Syair 

Syair Indah Abdullah Ibnu Rawahah

Pasukan Islam bergerak menuju Mu’tah. Di sana, mereka berhadapan dengan pasukan Romawi yang berjumlah 200 ribu tentara. Iring-iringan barisan mereka tidak terlihat ujungnya. Sungguh jumlah pasukan yang sangat besar jika dibandingkan dengan jumlah pasukan Islam saat itu.

Ini membuat pasukan Islam terpaku. Ada yang berkata, “Sebaiknya kita kirim utusan kepada Rasulullah, memberitakan jumlah pasukan musuh.

Mungkin kita akan mendapat tambahan pasukan. Jika diperintahkan tetap maju, kita patuhi.”

Tetapi Abdullah ibnu Rawahah tampil dengan ucapannya, “Rekan-rekan seperjuangan, demi Allah, kita memerangi musuh bukan dengan jumlah pasukan atau kekuatan fisik.

Kita memerangi mereka dengan keimanan yang dianugerahkan Allah kepada kita. Keimanan inilah yang menjadikan kita mulai. Ayo…, mari kita bergerak maju! Kita akan mendapat satu dari dua kebaikan: kemenangan atau syahid sebagai pahlawan.”

Kaum muslimin bersorak setuju. Meskipun jumlahnya sedikit, mereka unggul dalam keimanan. Mereka berkata, “Sungguh benar apa yang dikatakan Abdullah ibnu Rawahah.”

Demikianla, pasukan Islam pun bertempur. Meskipun jumlah mereka sedikit, mereka tidak gentar menghadapi pasukan musuh yang berjumlah 200 ribu tentara. Pertempuran berlangsung sangat sengit.

Panglima pertama Zaid bin Haristah, gugur sebagai syahid, disusul oleh panglioma kedua, Ja’far bin  Abu Thalib. Ia gugur sebagai syahid dengan penuh keceriaan.

Panglima ketiga, Abdullah ibnu Rawahah pun tampil. Ia mengambil bendera pasukan dari tangan Ja’far. Pertempuran berada di saat-saat gentingya.

Pasukan Islam yang berjumlah sedikit seakan ditelah oleh pasukan musuh yang jumlahnya sangat banyak, dipimpin oleh panglima mereka, Heraklius.

Ketika bertempur sebagai seorang prajurit, Abdullah ibnu Rawahah menerjang ke sana kemari dengan bebas. Namun sekarang, ia menjadi panglima pasukan, yang bertanggung jawab atas hidup-mati pasukannya.

Ketika melihat kehebatan pasukan Romawi, terlintas rasa kecut dan ragu-ragu pada dirinnya. Tetapi hal itu tidak berlangsung lama. Ia bangkitkan seluruh semangat dan kekuatannya serta melenyapkan semua kekhawatiran sambil berseru,

“Duhai jiwa, aku telah bersumpah ke medan laga

Tapi engkau, seakan menolak surga

Duhai jiwa, jika tidak terbunuh, kau akan mati juga

Inilah kematian yang kau damba

Telah datang apa yang kau minta

Jejak keduannya sudah terbuka”

Ia pun maju mengobrak-ngabrik Romawi dengan gagah berani. Seandainya hari itu ia tidak harus menepati janjinya untuk ke surga, tentu ia akan terus menyabetkan pedangnya hingga pasukan musuh habis. Ia harus menepati janji itu. Ia gugur sebagai syahid, lalu terbang menuju surga.

Jasadnya tersungkur, namun ruhnya hidup damai di surga.

Cita-citanya telah tercapai,

“Siapa pun yang melewati jasadku akan berkata

wahai prajurit bimbingan Allah, selamat.”

Betul wahai ibnu Rawahah, engkau adalah prajurit bimbingan Allah.

Saat pertempuran sengit berkecemuk di bumi Balqa’ di Syam, Rasulullah sedang duduk bercakap-cakap dengan para sahabt di Madinah.

Percakapan itu berjalan dengan tenang dan santai. Namun tiba-tiba, Nabi terdiam dan memejamkan mata, kemduian membukannya kembali dan terlihat mata beliau berkaca-kaca. Ada rasa duka menggantung di sorot mata beliau.

Beliau melempar pandangan kepada para sahabat yang berada di sana lalu bersabda, “Bendera pasukan dipegang oleh Zaid bin Haritsah. Ia bertempur dengan gagah berani hingga gugur sebagai syahid.”

Beliau diam sejenak, lalu meneruskan ucapannya, “Kemudian bendera itu dipedang oleh Abdullah ibnu Rawahah. Ia bertempur dengan gagah berani hingga gugur sebagai syahid.”

Rasul terdiam lagi sejenak. Mata beliau terlihat bercahaya, menyinarkan kegembiraan, ketentraman, dan kerinduan, lalu berkata, “Mereka bertiga dinaikkan ke tempatku di surga.”

Adakah perjalanan yang lebih indah dari perjalanan ini?

Adakah kesepakatan yang lebih indah dari kesepakatan ini?

Mereka bertiga menuju ke medan perang bersama-sama, lalu terbang ke surga bersama-sama.

Sebaik-baik penghormatan untuk mengenang mereka adalah ucapan Rasulullah saw, “Mereka bertiga dinaikkan ke tempatku di surga.”

[Cms]

Sumber :  60 Sirah Sahabat Rasulullah SAW/Khalid Muhammad Khalid/Al Itishom

 

 

 

Tags: Syair indah abdullah bin rawahah
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Keangkuhan Kafir Quraisy setelah Menang di Perang Uhud

Next Post

Kehilangan Waktu Bersama Anak

Next Post
Kehilangan Waktu Bersama Anak

Kehilangan Waktu Bersama Anak

Keberkahan Pergi pada Pagi Hari untuk Mencari Nafkah

Hikmah Kekalahan Umat Islam di Perang Uhud

Chiki Fawzi Merasakan Kebahagiaan Muthmainnah Saat Berbagi

Chiki Fawzi Merasakan Kebahagiaan Muthmainnah Saat Berbagi

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1896 shares
    Share 758 Tweet 474
  • 7 Masjid Indah Ini Ternyata Ada Di Indonesia, Lho

    211 shares
    Share 84 Tweet 53
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    253 shares
    Share 101 Tweet 63
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Manisnya Buah Lai, Kembaran Durian dari Mahakam

    284 shares
    Share 114 Tweet 71
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Potret Artis Cilik Maissy yang Kini Menjadi Dokter

    162 shares
    Share 65 Tweet 41
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8060 shares
    Share 3224 Tweet 2015
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1707 shares
    Share 683 Tweet 427
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2114 shares
    Share 846 Tweet 529
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga