• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 22 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Sejumlah Kepentingan di Balik Demonstrasi Besar

01/09/2025
in Khazanah
Heboh ‘Permen Jahat’

Ilustrasi, foto: rctiplus.com

80
SHARES
615
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

DEMONSTRASI sejatinya menyampaikan aspirasi yang tersumbat. Dan hal itu wajar dalam negara yang demokratis.

Demonstrasi atau aksi unjuk rasa merupakan hal wajar dalam negara demokratis. Bukan hanya boleh, bahkan negara harus memberikan ruang dan perlindungan agar demo bisa berjalan damai dan lancar.

Namun, tidak semua demo sebagai sebuah kewajaran menyampaikan aspirasi. Ada juga demo yang ditunggangi banyak kepentingan. Terutama demo-demo yang berskala besar.

Demo yang Ditunggangi Pengusaha

Pada tahun 70-an, di Amerika pernah ada demo menolak minuman alkohol. Hal ini didasari oleh banyaknya kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh pengemudi yang mabuk karena minuman keras.

Demo ini bisa dibilang wajar. Yang berdemo jelas merupakan organisasi massa yang gelisah dengan dampak minuman keras yang berakibat kecelakaan di jalan raya.

Selang beberapa waktu setelah diberlakukan larangan minuman keras, ada demo besar lagi yang meminta supaya miras diperbolehkan seperti biasa. Hal ini karena dianggap melanggar hak asasi manusia.

Yang berdemo tidak mewakili sebuah lembaga yang jelas. Hanya kumpulan orang-orang, tapi dalam jumlah yang besar. Anarkhis pula.

Akhirnya diputuskan diperbolehkannya miras. Tapi, ada aturan khusus untuk mereka yang akan berkendara. Kata aturan khusus tentu saja hanya sebagai ‘pemanis’. Karena pada kenyataannya sulit diterapkan.

Siapa di balik demo yang menuntut ‘dihalalkannya’ miras untuk publik? Di balik demo besar ini ternyata para pengusaha miras yang merasa rugi karena perusahaannya bangkrut.

Jadi, tidak semua demonstrasi besar murni sebagai penyampaian aspirasi warga. Tidak sedikit yang merupakan permainan para pengusaha besar.

Permainan Politisi Menjatuhkan Lawan

Di negara demokratis, kadang aspirasi bisa berupa apa saja. Bahkan kepala negara atau kepala daerah yang baru terpilih pun bisa didemo besar-besaran agar jatuh atau mengundurkan diri.

Ketika masa awal reformasi, kepala negara atau kepala daerah dipilih melalu legislatif. Nah, ketika ada rekayasa demo besar-besaran yang menolak kepala negara atau kepala daerah, maka para legislatif bisa langsung membuat rapat khusus.

Di antara isi rapat khusus itu, berupa kesepakatan bersama, bisa melalui suara tertutup atau terbuka untuk menerima atau menolak kepemimpinan seseorang. Jika ditolak, maka habis sudah karir sang pemimpin itu.

Tentu saja, demo ini tidak murni dari rakyat. Melainkan dari para pesaing yang menginginkan pergantian kekuasaan: pusat atau daerah.

Demonstrasi untuk Pengalihan Isu

Dalam dunia politik manipulatif, demonstrasi bahkan bukan hanya tidak memiliki isi tuntutan aspirasi yang jelas, tapi juga ditujukan untuk di luar demonstrasi itu sendiri.

Yaitu, dengan tujuan untuk mengalihkan isu publik yang sedang viral ke isu viral baru yang direkayasa.

Dengan melalui demonstrasi besar, isu viral sebelumnya menjadi mulai terlupakan atau setidaknya tidak lagi menjadi bahan utama diskusi atau pembicaraan.

Ciri-ciri Demonstrasi Alami dan Rekayasa

Ada sejumlah ciri yang menunjukkan sebuah demo itu alami atau rekayasa karena kepentingan pihak lain. Antara lain:

Satu, demo alami mempunyai organisasi atau perkumpulan pengunjuk rasa yang jelas. Misalnya, perkumpulan pedagang jamu tradisional, organisasi pengusaha batik nasional, atau lainnya. Biasanya mereka tergabung dalam organisasi yang sudah jelas.

Sementara, demo yang rekayasa dilakukan oleh lembaga atau organisasi yang seperti semboyan tahu bulat: digoreng dadakan. Tidak jelas siapa ketuanya, di mana alamat sekretariatnya, dan siapa penanggungjawabnya.

Dua, demo alami biasanya tidak ada ‘penyebaran amplop’ atau bayaran. Hal itu karena para peserta sama-sama sedang memperjuangkan aspirasi bersama.

Sementara demo rekayasa, para peserta tidak terkait dengan aspirasi yang mereka bawa. Mereka hanya ‘difasilitasi’ oleh donatur yang juga sebagai pemilik kepentingan. Bahkan, ada agen-agen yang bisnisnya merekrut peserta demo dadakan dan dibayar selepas demo usai.

Tiga, demo alami dilakukan oleh para peserta yang paham betul apa aspirasi mereka. Sementara demo rekayasa dibanjiri oleh peserta yang hanya sebagai penggembira, dan sama sekali tidak tahu apa aspirasi mereka.

Empat, demo alami dilakukan tertib dan taat aturan. Hal ini karena demi menjaga nama baik organisasi mereka.

Sementara demo rekayasa dilakukan tidak tertib, bahkan anarkhis alias merusak. Hal ini karena mereka hanya ingin melampiaskan kemarahan.

Jadi, berhati-hatilah jika ingin ikutan berunjuk rasa atau demo. Salah-salah, kita bukan saja merusak aspirasi yang ingin disampaikan, tapi juga merusak fasilitas publik yang juga dibiayai kantong kita sendiri. [Mh]

 

 

 

 

 

Tags: Sejumlah Kepentingan di Balik Demonstrasi Besar
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

13 Nasihat Baik yang Perlu Kita Renungi

Next Post

Maryam binti Imran Berkeluh Kesah saat Mau Melahirkan, Tapi Akhir Kisahnya Begitu Menyentuh

Next Post
Maryam binti Imran Berkeluh Kesah saat Mau Melahirkan, Tapi Akhir Kisahnya Begitu Menyentuh

Maryam binti Imran Berkeluh Kesah saat Mau Melahirkan, Tapi Akhir Kisahnya Begitu Menyentuh

Hukum mempelajari ilmu tajwid

Kapankah Hilangnya Ilmu?

Empat Sifat Penghuni Surga

Engkau Pasti Bisa Masuk Surga

  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8704 shares
    Share 3482 Tweet 2176
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11487 shares
    Share 4595 Tweet 2872
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    985 shares
    Share 394 Tweet 246
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    266 shares
    Share 106 Tweet 67
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    249 shares
    Share 100 Tweet 62
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4450 shares
    Share 1780 Tweet 1113
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2328 shares
    Share 931 Tweet 582
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3919 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2234 shares
    Share 894 Tweet 559
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga