• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Mudahnya Memerintah Orang Bodoh

19/01/2026
in Khazanah
Nasihat Kenabian Buat Para Pejabat: Jangan Menyengsarakan Rakyat

(foto: Pixabay)

108
SHARES
832
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MUDAHNYA memerintah orang bodoh, tulisan ini dibagikan oleh Djoko P. Abdullah yang mengajak kita untuk berpikir kritis analitis dalam menyikapi suatu peristiwa yang terjadi.

Diceritakan, pada salah satu pertemuan bersama seluruh anggota Parlemen, Stalin (Pemimpin Uni Soviet 1878-1953) pernah minta asistennya untuk membawakan seekor ayam.

Dia meraih erat ayam hidup itu dengan satu tangan dan mulai mencabuti bulunya dengan tangan lainnya. Ayam tak berdaya itu kesakitan dan mencoba meronta.

Lalu Stalin berkata kepada asistennya: “Sekarang lihat apa yang akan terjadi.”

Ayam itu diletakkan di lantai dan menjauh darinya, Stalin lalu mengambil segenggam gandum di tangannya.

Semua anggota parlemen takjub, saat ayam ketakutan dan kesakitan tetapi berlari mengejar Stalin. Segenggam gandum ditaburkan, ayam itu mengejarnya ke mana-mana.

Stalin melihat ke asistennya, dan berkata: “Begitu mudahnya memerintah orang bodoh, kalian lihat. Bagaimana ayam itu mengejarku meski kubuat kesakitan.”

Begitulah kebanyakan orang bodoh, mereka dianiaya dan diperalat para pemimpin dan politisi jahat, hanya untuk menerima hadiah murahan atau makanan selama satu hari.

baca juga: Lisan Orang yang Bodoh

Mudahnya Memerintah Orang Bodoh

Abu al-Laits As-Samarqandy yang berasal dari Uzbekistan, adalah seorang ahli tafsir, hadits, dan fiqih.

Beliau dikenal sebagai penutur nasihat yang sangat bijaksana. Salah satu kitab yang sangat terkenal dan masyhur adalah Tanbih al-Ghafilin.

Dalam kitab tersebut diuraikan untaian hikmah dari bijak bestari (Hakim Al-Hukama), bahwa minimal ada enam (6) ciri orang bodoh.

Pertama, marah tanpa alasan.

Kedua, berbicara tanpa ilmu.

Ketiga, memberikan sesuatu tidak pada tempatnya.

Keempat, mengumbar rahasia kepada semua orang.

Kelima, mudah percaya kepada semua orang.

Keenam, tidak mampu membedakan mana teman, mana lawan.

Kita mengapresiasi kebodohan sebab kita mengapresiasi ilmu pengetahuan. Kesadaran akan kebodohan adalah awal pengetahuan.

Hanya orang yang tak pernah berhenti merasa bodoh, yang akan terus bertambah ilmunya. Sekali orang merasa pintar, saat itu dia berhenti pintar dan menjadi bodoh.

Seorang ahli hikmah pernah berkata: “Apabila kebodohan itu berbentuk makhluk, pasti akan aku bunuh.”

Imam Syafi’i pernah mengeluarkan quote yang dahsyat tentang kebodohan, katanya :”Jika Anda tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka Anda harus sanggup menahan derita kebodohan”.

Group-think (pemikiran kelompok) merupakan fenomena psikologis yang dapat berujung pada kebodohan kolektif.

Anggota kelompok atau komunitas seringkali memprioritaskan keharmonisan dan konsensus dibandingkan evaluasi obyektif dan kritis, sehingga outputnya adalah keputusan yang kurang obyektif dan optimal.

Mengapa pendekatan ini berbahaya, meskipun dirasa aman dan pasti? Pemikiran kelompok dapat menimbulkan konsekuensi yang serius.

Prof. Irving Janis menyebut hal ini sebagai akar bencara besar kebijakan politik luar negeri Amerika Serikat seperti tragedi Pearl Harbor dan Perang Vietnam.

Pada 7 Desember 1941, ada instalasi militer AS di Pearl Harbor di Hawaii diserang oleh Angkatan laut Kekaisaran Jepang.

Apakah peristiwa tragis yang mengakibatkan lebih dari 3.000 orang Amerika terbunuh dan terluka dalam satu serangan selama dua jam itu dapat dicegah?

Setelah 16 tahun mengungkap dokumen melalui Freedom of Information Act, jurnalis dan sejarawan Robert Stinnett menuduh bahwa para pemimpin pemerintahan AS di tingkat tertinggi tidak hanya mengetahui bahwa serangan Jepang sudah dekat, namun mereka juga sengaja terlibat dalam kebijakan yang dimaksudkan.

Untuk memprovokasi serangan tersebut, agar menarik masyarakat Amerika yang enggan dan cinta damai untuk ikut berperang di Eropa.

Bagaimana Roosevelt memang memicu konflik dengan Jepang dan mempersiapkan negara tersebut untuk perang di Eropa?

Kaum revisionis berpendapat bahwa peristiwa-peristiwa penting menjelang deklarasi perang AS pada tahun 1941 menunjukkan bahwa Roosevelt terkadang menggunakan taktik licik untuk meningkatkan keterlibatan AS secara bertahap dan membangkitkan sentimen pro-perang di masyarakat Amerika.

Dalam pandangan mereka, keadaan sekitar serangan terhadap Pearl Harbor, jika ditafsirkan berdasarkan perilaku Roosevelt pada tahun-tahun sebelumnya, sangat menunjukkan bahwa ia sengaja memprovokasi serangan Jepang.

Contoh-contoh sejarah ini menyoroti keniscayaan pemikiran kritis-analitis dari beragam perspektif dalam proses pengambilan keputusan.[ind]

Tags: Djoko P. AbdullahMudahnya Memerintah Orang Bodoh
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Peran Sialic Acid dalam Perkembangan Otak Anak Usia 4–6 Tahun

Next Post

Al-Qur’an sebagai Sahabat Hidup: Dari Bacaan Menuju Tuntunan

Next Post
Al-Qur’an sebagai Sahabat Hidup: Dari Bacaan Menuju Tuntunan

Al-Qur’an sebagai Sahabat Hidup: Dari Bacaan Menuju Tuntunan

Ketahui Rincian Pembagian Kuota Haji Tahun 2026

Ketahui Rincian Pembagian Kuota Haji Tahun 2026

Hormon-hormon dalam ASI yang Perlu Bunda Ketahui

Hormon-hormon dalam ASI yang Perlu Bunda Ketahui

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9578 shares
    Share 3831 Tweet 2395
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2536 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1385 shares
    Share 554 Tweet 346
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • Muddassar Ahmed: Filantropis Muslim Asia, Bekerja untuk Mengatasi Kelaparan di London

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga