• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 15 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Mereka Bermain Isu

29/05/2024
in Khazanah
Yang Berlimpah Tak Selalu Berkah

Ilustrasi, foto: rivercitypc.net

77
SHARES
591
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ISU adalah masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi. Ada isu yang menarik, dan ada yang ‘dibuat’ tidak menarik.

Di masyarakat yang demokratis, atau setidaknya pseudo demokratis, kepopuleran selalu menjadi perhatian. Isu yang populer kadang lebih disukai daripada yang penting.

Mereka Suka Isu Populer

Isu populer biasanya menyangkut selebritas, artis, kasus perempuan, anak, yang berbau horor, SARA, dan lainnya.

Isu-isu populer ini kadang bisa menghipnotis massa. Selama tidak ada isu baru yang lebih menarik, satu isu populer bisa bertahan lama. Meski kadang tanpa ending yang jelas atau lenyap begitu saja.

Kenapa menarik? Karena konfliknya nyaris sempurna. Ada sosok baik yang jadi korban. Ada sosok jahat yang dilindungi. Ada peristiwa misterius yang memunculkan rasa penasaran. Dan seterusnya.

Meski kadang sama sekali tidak berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, isu populer bisa menarik seluruh kalangan. Contoh, isu tentang seleb yang selingkuh, kasus kopi Jessica, kasus Sambo, dan lainnya.

Lebih sempurna lagi jika media massa ikut berselancar. Mereka memanfaatkan isu itu untuk keuntungan bisnis.

Siapa Memainkan Isu

Isu super populer bisa memberikan keuntungan sejumlah pihak. Antara lain perusahaan media massa, youtuber, tokoh-tokoh tertentu seperti pejabat keamanan, tokoh agama, artis, pengamat, pengacara, dan lainnya.

Namun jika ditanya siapa yang memainkan isu, boleh jadi jawabannya berbeda. Mereka yang dapat keuntungan boleh jadi hanya berselancar saja. Sementara, mungkin ada pihak-pihak yang mengelola isu populer untuk kepentingan terselubung.

Siapa mereka? Biasanya mereka adalah pihak-pihak yang sangat berkuasa: politik maupun ekonomi. Persis seperti maling yang bersembunyi di tengah keramaian.

Keuntungan yang mereka peroleh adalah teralihkannya sorotan mata dan kamera ke objek lain yang dianggap menarik. Bukan lagi ke dirinya atau kasus besar yang mengaitkannya.

Perhatikanlah, biasanya jika ada kasus korupsi besar, misalnya dengan nominal ratusan triliun rupiah, akan muncul kasus populer yang sangat heboh. Jika kehebohan bertahan lama, ada peluang para penjahat ini lolos dari ingatan publik.

Berlatih Kebal Isu Populer

Sebenarnya, publik bisa mengukur secara sederhana apakah sebuah isu populer memang murni atau ‘buatan’. Alami atau rekayasa isu.

Pertama, isu rekayasa sama sekali tidak berkaitan dengan hal penting seperti kebijakan negara, undang-undang, anggaran untuk rakyat, dan lainnya.

Kedua, isu rekayasa memunculkan hal-hal yang tidak proporsional. Misalnya, keterlibatan media-media massa besar, tokoh-tokoh besar yang semestinya tidak sibuk di urusan itu, dan lainnya.

Logikanya sederhana, media massa besar tentu memiliki visi misi yang juga besar. Jika mereka begitu intensif dengan isu remeh temeh, akan memunculkan tanda tanya: siapa yang bayar mereka?

Ketiga, kembalikan nalar akal sehat kita. Jangan mudah terbawa arus isu populer yang boleh jadi dipopulerkan pihak-pihak tertentu.

Akhlak Islam mengajarkan untuk tidak curious dengan urusan orang lain. Kalau kasusnya benar, membicarakannya akan sebagai ghibah. Jika tidak benar, nilainya lebih buruk lagi, yaitu fitnah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan, “Salah satu kebaikan Islamnya seseorang adalah ia meninggalkan hal-hal yang bukan urusannya.”

Alangkah lebih baik jika fokus saja dengan hal yang memang besar dan penting. Seperti nasib pendidikan, kecurangan politik, potensi krisis ekonomi, krisis akhlak, dan lainnya. Bukan sibuk dengan hal yang dibesar-besarkan. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Mereka Bermain Isu
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tips Menyiapkan Anak Masuk Pesantren

Next Post

IPEMI Bekasi Raya Mengadakan Kelas Mentoring UMKM dengan Topik Bisnis Apik Omset Naik Melalui Packaging

Next Post
IPEMI Bekasi Raya Mengadakan Kelas Mentoring UMKM dengan Topik Bisnis Apik Omset Naik Melalui Packaging

IPEMI Bekasi Raya Mengadakan Kelas Mentoring UMKM dengan Topik Bisnis Apik Omset Naik Melalui Packaging

Belajar Menjadi ‘Tinggi’

Belajar Jadi Suami

5 Miskonsepsi yang Sering Terjadi dalam Proses Belajar

5 Miskonsepsi yang Sering Terjadi dalam Proses Belajar

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    267 shares
    Share 107 Tweet 67
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    673 shares
    Share 269 Tweet 168
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9106 shares
    Share 3642 Tweet 2277
  • 5 Peristiwa Penting dalam Sejarah Islam di Bulan Rabiul Awal Selain Maulid Nabi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4123 shares
    Share 1649 Tweet 1031
  • Wardah A.M. Club Bawa Energi Baru di Pagi Hari dengan Perlindungan Kulit dari Paparan UV

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1191 shares
    Share 476 Tweet 298
  • Mengenal Tiga Warna Favorit Nabi Muhammad

    364 shares
    Share 146 Tweet 91
  • Warna Baju yang Cocok untuk Tipe Kulit Sawo Matang

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4746 shares
    Share 1898 Tweet 1187
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga