• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Mereka Bermain Isu

29/05/2024
in Khazanah
Yang Berlimpah Tak Selalu Berkah

Ilustrasi, foto: rivercitypc.net

76
SHARES
581
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ISU adalah masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi. Ada isu yang menarik, dan ada yang ‘dibuat’ tidak menarik.

Di masyarakat yang demokratis, atau setidaknya pseudo demokratis, kepopuleran selalu menjadi perhatian. Isu yang populer kadang lebih disukai daripada yang penting.

Mereka Suka Isu Populer

Isu populer biasanya menyangkut selebritas, artis, kasus perempuan, anak, yang berbau horor, SARA, dan lainnya.

Isu-isu populer ini kadang bisa menghipnotis massa. Selama tidak ada isu baru yang lebih menarik, satu isu populer bisa bertahan lama. Meski kadang tanpa ending yang jelas atau lenyap begitu saja.

Kenapa menarik? Karena konfliknya nyaris sempurna. Ada sosok baik yang jadi korban. Ada sosok jahat yang dilindungi. Ada peristiwa misterius yang memunculkan rasa penasaran. Dan seterusnya.

Meski kadang sama sekali tidak berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, isu populer bisa menarik seluruh kalangan. Contoh, isu tentang seleb yang selingkuh, kasus kopi Jessica, kasus Sambo, dan lainnya.

Lebih sempurna lagi jika media massa ikut berselancar. Mereka memanfaatkan isu itu untuk keuntungan bisnis.

Siapa Memainkan Isu

Isu super populer bisa memberikan keuntungan sejumlah pihak. Antara lain perusahaan media massa, youtuber, tokoh-tokoh tertentu seperti pejabat keamanan, tokoh agama, artis, pengamat, pengacara, dan lainnya.

Namun jika ditanya siapa yang memainkan isu, boleh jadi jawabannya berbeda. Mereka yang dapat keuntungan boleh jadi hanya berselancar saja. Sementara, mungkin ada pihak-pihak yang mengelola isu populer untuk kepentingan terselubung.

Siapa mereka? Biasanya mereka adalah pihak-pihak yang sangat berkuasa: politik maupun ekonomi. Persis seperti maling yang bersembunyi di tengah keramaian.

Keuntungan yang mereka peroleh adalah teralihkannya sorotan mata dan kamera ke objek lain yang dianggap menarik. Bukan lagi ke dirinya atau kasus besar yang mengaitkannya.

Perhatikanlah, biasanya jika ada kasus korupsi besar, misalnya dengan nominal ratusan triliun rupiah, akan muncul kasus populer yang sangat heboh. Jika kehebohan bertahan lama, ada peluang para penjahat ini lolos dari ingatan publik.

Berlatih Kebal Isu Populer

Sebenarnya, publik bisa mengukur secara sederhana apakah sebuah isu populer memang murni atau ‘buatan’. Alami atau rekayasa isu.

Pertama, isu rekayasa sama sekali tidak berkaitan dengan hal penting seperti kebijakan negara, undang-undang, anggaran untuk rakyat, dan lainnya.

Kedua, isu rekayasa memunculkan hal-hal yang tidak proporsional. Misalnya, keterlibatan media-media massa besar, tokoh-tokoh besar yang semestinya tidak sibuk di urusan itu, dan lainnya.

Logikanya sederhana, media massa besar tentu memiliki visi misi yang juga besar. Jika mereka begitu intensif dengan isu remeh temeh, akan memunculkan tanda tanya: siapa yang bayar mereka?

Ketiga, kembalikan nalar akal sehat kita. Jangan mudah terbawa arus isu populer yang boleh jadi dipopulerkan pihak-pihak tertentu.

Akhlak Islam mengajarkan untuk tidak curious dengan urusan orang lain. Kalau kasusnya benar, membicarakannya akan sebagai ghibah. Jika tidak benar, nilainya lebih buruk lagi, yaitu fitnah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan, “Salah satu kebaikan Islamnya seseorang adalah ia meninggalkan hal-hal yang bukan urusannya.”

Alangkah lebih baik jika fokus saja dengan hal yang memang besar dan penting. Seperti nasib pendidikan, kecurangan politik, potensi krisis ekonomi, krisis akhlak, dan lainnya. Bukan sibuk dengan hal yang dibesar-besarkan. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Mereka Bermain Isu
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tips Menyiapkan Anak Masuk Pesantren

Next Post

IPEMI Bekasi Raya Mengadakan Kelas Mentoring UMKM dengan Topik Bisnis Apik Omset Naik Melalui Packaging

Next Post
IPEMI Bekasi Raya Mengadakan Kelas Mentoring UMKM dengan Topik Bisnis Apik Omset Naik Melalui Packaging

IPEMI Bekasi Raya Mengadakan Kelas Mentoring UMKM dengan Topik Bisnis Apik Omset Naik Melalui Packaging

Belajar Menjadi ‘Tinggi’

Belajar Jadi Suami

Mendidik Ayah, Ibu dan Anak yang Hebat

Mendidik Ayah, Ibu dan Anak yang Hebat

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1899 shares
    Share 760 Tweet 475
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Hukum Makan Sahur saat Terdengar Azan Subuh

    139 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Potret Artis Cilik Maissy yang Kini Menjadi Dokter

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    254 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3564 shares
    Share 1426 Tweet 891
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1180 shares
    Share 472 Tweet 295
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1708 shares
    Share 683 Tweet 427
  • Program Pemberdayaan Ayam petelur Arab Dompet Dhuafa di Parung Bogor Bantu Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga