• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 25 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Mereka Bermain Isu

29/05/2024
in Khazanah
Yang Berlimpah Tak Selalu Berkah

Ilustrasi, foto: rivercitypc.net

77
SHARES
590
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ISU adalah masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi. Ada isu yang menarik, dan ada yang ‘dibuat’ tidak menarik.

Di masyarakat yang demokratis, atau setidaknya pseudo demokratis, kepopuleran selalu menjadi perhatian. Isu yang populer kadang lebih disukai daripada yang penting.

Mereka Suka Isu Populer

Isu populer biasanya menyangkut selebritas, artis, kasus perempuan, anak, yang berbau horor, SARA, dan lainnya.

Isu-isu populer ini kadang bisa menghipnotis massa. Selama tidak ada isu baru yang lebih menarik, satu isu populer bisa bertahan lama. Meski kadang tanpa ending yang jelas atau lenyap begitu saja.

Kenapa menarik? Karena konfliknya nyaris sempurna. Ada sosok baik yang jadi korban. Ada sosok jahat yang dilindungi. Ada peristiwa misterius yang memunculkan rasa penasaran. Dan seterusnya.

Meski kadang sama sekali tidak berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, isu populer bisa menarik seluruh kalangan. Contoh, isu tentang seleb yang selingkuh, kasus kopi Jessica, kasus Sambo, dan lainnya.

Lebih sempurna lagi jika media massa ikut berselancar. Mereka memanfaatkan isu itu untuk keuntungan bisnis.

Siapa Memainkan Isu

Isu super populer bisa memberikan keuntungan sejumlah pihak. Antara lain perusahaan media massa, youtuber, tokoh-tokoh tertentu seperti pejabat keamanan, tokoh agama, artis, pengamat, pengacara, dan lainnya.

Namun jika ditanya siapa yang memainkan isu, boleh jadi jawabannya berbeda. Mereka yang dapat keuntungan boleh jadi hanya berselancar saja. Sementara, mungkin ada pihak-pihak yang mengelola isu populer untuk kepentingan terselubung.

Siapa mereka? Biasanya mereka adalah pihak-pihak yang sangat berkuasa: politik maupun ekonomi. Persis seperti maling yang bersembunyi di tengah keramaian.

Keuntungan yang mereka peroleh adalah teralihkannya sorotan mata dan kamera ke objek lain yang dianggap menarik. Bukan lagi ke dirinya atau kasus besar yang mengaitkannya.

Perhatikanlah, biasanya jika ada kasus korupsi besar, misalnya dengan nominal ratusan triliun rupiah, akan muncul kasus populer yang sangat heboh. Jika kehebohan bertahan lama, ada peluang para penjahat ini lolos dari ingatan publik.

Berlatih Kebal Isu Populer

Sebenarnya, publik bisa mengukur secara sederhana apakah sebuah isu populer memang murni atau ‘buatan’. Alami atau rekayasa isu.

Pertama, isu rekayasa sama sekali tidak berkaitan dengan hal penting seperti kebijakan negara, undang-undang, anggaran untuk rakyat, dan lainnya.

Kedua, isu rekayasa memunculkan hal-hal yang tidak proporsional. Misalnya, keterlibatan media-media massa besar, tokoh-tokoh besar yang semestinya tidak sibuk di urusan itu, dan lainnya.

Logikanya sederhana, media massa besar tentu memiliki visi misi yang juga besar. Jika mereka begitu intensif dengan isu remeh temeh, akan memunculkan tanda tanya: siapa yang bayar mereka?

Ketiga, kembalikan nalar akal sehat kita. Jangan mudah terbawa arus isu populer yang boleh jadi dipopulerkan pihak-pihak tertentu.

Akhlak Islam mengajarkan untuk tidak curious dengan urusan orang lain. Kalau kasusnya benar, membicarakannya akan sebagai ghibah. Jika tidak benar, nilainya lebih buruk lagi, yaitu fitnah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan, “Salah satu kebaikan Islamnya seseorang adalah ia meninggalkan hal-hal yang bukan urusannya.”

Alangkah lebih baik jika fokus saja dengan hal yang memang besar dan penting. Seperti nasib pendidikan, kecurangan politik, potensi krisis ekonomi, krisis akhlak, dan lainnya. Bukan sibuk dengan hal yang dibesar-besarkan. [Mh]

 

 

 

 

Tags: Mereka Bermain Isu
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tips Menyiapkan Anak Masuk Pesantren

Next Post

IPEMI Bekasi Raya Mengadakan Kelas Mentoring UMKM dengan Topik Bisnis Apik Omset Naik Melalui Packaging

Next Post
IPEMI Bekasi Raya Mengadakan Kelas Mentoring UMKM dengan Topik Bisnis Apik Omset Naik Melalui Packaging

IPEMI Bekasi Raya Mengadakan Kelas Mentoring UMKM dengan Topik Bisnis Apik Omset Naik Melalui Packaging

Belajar Menjadi ‘Tinggi’

Belajar Jadi Suami

5 Miskonsepsi yang Sering Terjadi dalam Proses Belajar

5 Miskonsepsi yang Sering Terjadi dalam Proses Belajar

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8953 shares
    Share 3581 Tweet 2238
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1126 shares
    Share 450 Tweet 282
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4041 shares
    Share 1616 Tweet 1010
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11618 shares
    Share 4647 Tweet 2905
  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    369 shares
    Share 148 Tweet 92
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2377 shares
    Share 951 Tweet 594
  • Tips Menghilangkan Rasa Pahit Daun Pepaya agar Masakan Lebih Nikmat

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Keutamaan Istighfar Menurut Hadis

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Milad ke-109 ‘Aisyiyah Sragen Luncurkan GACA, Perkuat Gerakan Perlindungan Anak

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3499 shares
    Share 1400 Tweet 875
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga