• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 4 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Rasulullah Menyempatkan Tidur dalam Perjalanan di Malam Hari

04/02/2025
in Khazanah
Al-‘Ala Al-Hadhrami, Muslim Pertama yang Mengarungi Lautan

Foto: Pexels

102
SHARES
787
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

RASULULLAH menyempatkan tidur dalam perjalanan di malam hari. Tentunya, hal ini bisa menjadi teladan untuk kita apabila melakukan perjalan pada waktu malam.

”Dari Abu Qatadh Radhiyallahu Anhu, ia Berkata, “Apabila Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam perjalanannya melewati waktu malam, beliau menyempatkan diri tidur dengan menghadap ke kanan.

Dan apabila beliau hendak tidur sebelum subuh, beliau menegakkan lengannya dan meletakkan kepalanya di atas telapak tangannya’.” (HR. Muslim)

Baca Juga: Rasulullah Melakukan Shalat Sunnah di Atas Kendaraan

Rasulullah Menyempatkan Tidur dalam Perjalanan di Malam Hari

“Menegakkan lengannya dan meletakkan kepalanya di atas telapak tangannya,” maksudnya ialah tidur dengan bertopang dagu atau menyangga kepalanya dengan tangan.

Beliau melakukan hal ini, karena khawatir jika beliau dikalahkan oleh kantuk dan tertidur lelap sehingga waktu shalat subuh terlewatkan. Karena biasanya, orang yang tidur terlelap dan mudah terjaga.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam biasa berangkat pada pagi hari jika bepergian. Kemudian setelah seharian dalam perjalanan, tentu beliau lelah dan perlu istirahat.

Pada saat malam tiba, beliau pun menyempatkan diri untuk tidur agar esok hari bangun dalam kondosi bugar dan pulih kembali kekuatannya.

Karena bagaimanapun juga, badan dan mata ini mempunyai hak untuk diistirahatkan. Badan dan mata memiliki hak atas diri kita. Sebagaimana sabda beliau kepada Abdullah bin Amru bin Al-Ash Radhiyallahu Anhu,

“Sesungguhnya badanmu mempunyai hak katas dirimu dan matamu juga mempunyai hak atas dirimu.” (Muttafaq Alaih)

Imam bin Hushain Radhiyallahu Anhu menceritakan, bahwa dia pernah bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para sahabat dalam suatu perjalanan. Ketika malam tiba, mereka berhenti dan membuat kemah untuk beristirahat.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Dikarenakan badan yang sangat letih, mereka semua tidur nyenyak sekali hingga matahari telah meninggi. Saat itu, yang pertama kali bangun adalah Abu Bakar.

Kemudian Umar juga bangun. Adapun Nabi, beliau masih tidur. Dan biasanya, beliau memang tidak dibangunkan hingga bangun dengan sendirinya. Lalu Abu Bakar duduk di dekat kepala beliau dan bertakbir dengan suara yang cukup keras, sehingga Nabi pun terbangun.

Kemudian beliau turun dan segera mengambil air wudhu, lalu shalat subuh bersama para sahabat saat sinar mentari telah menyapu bumi.

Demikianlah Rasulullah Shallalllahu Aliahi wa Sallam, beliau sesalu menyempatkan diri tidur jika tiba waktu malam di perjalanan. Dan sebaiknya jika kita sedang berpergian, kemudian melewati waktu malam, hendaknya kita juga tidur, mengikuti apa yang biasa dilakukan Nabi.

Lagi pula, tidur adalah manusiawi dan merupakan kebutuhan primer manusia. Selain itu, mata dan badan juga mempunyai hak atas kita untuk diistirahatkan.

Adapun teknis tidur di malam hari ketika sedang berada dalam perjalanan, tentu saja tidak harus sama dengan apa yang dilakukan Nabi. Sebab beliau tidur dalam keadaan berhenti, di tempat yang memungkinkan untuk tidur (kemah, misalnya) dan tidak tidur di atas kendaraan.

Hal ini dapat dimaklumi, karena kendaraan pada waktu itu adalah binatang tunggangan. Sedangkan pada masa sekarang, cukup sulit rasanya jika harus turun dari kendaraan yang melaju untuk sekadar tidur malam.

Jadi, insya Allah sudah memenuhi sunnah Nabi dalam hal ini, jika tidur di atas kursi kendaraan yang kita tumpangi tanpa harus turun dari kendaraan. Meskipun hal ini juga bisa dilakukan. [Cms/Sdz]

(Sumber: 165 Kebiasaan Nabi, Abduh Zulfidar Akaha, Pustaka Al-Kautsar)

Tags: rasulullah menyempatkan tidur dalam perjalanan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Komunitas Blackburn Kumpulkan 10.400 Euro untuk Membangun Sebuah Masjid

Next Post

Pendaftar MAN Unggulan Sudah Tembus Angka 20 Ribu Orang

Next Post
Pendaftar MAN Unggulan Sudah Tembus Angka 20 Ribu Orang

Pendaftar MAN Unggulan Sudah Tembus Angka 20 Ribu Orang

Tafsir Al-Kafirun ayat 6, Untukku Agamaku

Ummu Ayman, Kisah Heroik Muslimah

Merangkul dengan Hati

Rahasia Husnul Khatimah

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1825 shares
    Share 730 Tweet 456
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1929 shares
    Share 772 Tweet 482
  • Kedutan Mata Kanan Atas Menurut Islam, Tanda Mau Dapat Rezeki?

    1416 shares
    Share 566 Tweet 354
  • Link Download Film Fetih 1453, Kisah Penaklukan Konstantinopel

    421 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Antara Mendukung Syiah dan Netral di Perang Iran Israel

    112 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    122 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Abu Bakar Ash-Shiddiq Memborong Semua Amalan

    198 shares
    Share 79 Tweet 50
  • Suriah (Syams), Pasukan Islam Terbaik dan Perang Akhir Zaman

    288 shares
    Share 115 Tweet 72
  • BMKG Sampaikan Puncak Gerhana Bulan Total bisa Diamati di Indonesia

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4159 shares
    Share 1664 Tweet 1040
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga