• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 11 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Menjadi Pribadi yang Seimbang

03/02/2026
in Khazanah, Unggulan
Menjadi Pribadi yang Seimbang

Foto: Balance

100
SHARES
768
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MENJADI pribadi yang seimbang saat memainkan peran sebagai manusia di bumi ini. Menjadi pemakmur bumi dan menjadi hamba Allah yang penuh ketundukan. Urusan dunia dan akhir bisa ia laksanakan tanpa harus meninggalkan salah satunya.

إِذَا فَرَغْتَ مِنْ أُمُوْرِ دُنْيَاكَ فَانْصَبْ فِى عِبَادَةِ رَبِّكَ

“Jika kau telah menyelesaikan semua urusan duniamu, maka segera sibukkanlah dirimu untuk ibadah kepada Tuhanmu.”

Baca Juga: Apa Kepribadian Kamu? Ini Perbedaan Introvert, Ekstrovert, dan Ambivert yang Perlu Diketahui

Menjadi Pribadi yang Seimbang

Penjelasan:

1. Seorang muslim hendaklah membagi waktu untuk menyelesaikan urusan dunia dan akhiratnya sehingga ia menjadi pribadi yang tawazun (seimbang), sebab ada waktu dimana ia bekerja, ada waktu dimana ia bercengkrama dengan anak dan istrinya dan ada saatnya ia bermunajat kepada Rabbnya.

2. Allah berfirman,

“ فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al Insyirah: 7-8)

Yakni jika engkau telah selesai dari urusan-urusan dunia dan berbagai kesibukannya serta telah memutus semua hubungannya, maka bersungguh-sungguhlah dalam ibadah dan bangkitlah pada-Nya dengan penuh semangat.

Kosongkan pikiran dan ikhlaskan niat serta harapan hanya kepada Rabbmu.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Mujahid berkata mengenai ayat ini, “Jika engkau telah selesai dari urusan dunia, maka lakukanlah shalat dan bersungguh-sunggulah kepada Rabbmu”.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, “Jika engkau melaksanakan shalat maka bersungguh-sungguhlah dalam hajat (keperluan)mu (Tafsir Ibnu Katsir).

3. Agar kita bersungguh-sungguh menghadap Allah.

Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang melaksanakan shalat ketika makanan sudah dihidangkan atau dalam keadaaan menahan buang air besar dan kecil.

Dari ‘Aisyah, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ صَلاَةَ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ وَلاَ وَهُوَ يُدَافِعُهُ الأَخْبَثَانِ

“Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan, begitu pula tidak ada shalat bagi yang menahan (kencing atau buang air besar).” (HR. Muslim no. 560).

Artinya tidak sempurna shalat seseorang ketika makanan sudah dihidangkan atau ketika ia sedang menahan buang air besar dan kecil, dikarenakan pikirannya ketika itu konsentrasi kepada shalat yang sedang ia lakukan.

4.

. وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi.” (QS. Al-Qashash: 77)

5. Maksud dari firman Allah di atas adalah, “Gunakanlah apa yang dianugerahkan Allah kepadamu berupa harta yang berlimpah dan kenikmatan yang luas dalam rangka untuk keta’atan kepada Rabbmu dan bertaqorrub kepada-Nya hingga dapat menghasilkan pahala di dunia dan akhirat.”

“Dan jangan kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi”, yaitu dari apa yang diperbolehkan Allah SWT padanya berupa makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan pernikahan.

Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak atasmu, dirimu memilki hak, keluargamu memilki hak dan orang-orang yang berziarah kepadamu memiliki hak. Maka berikanlah setiap sesuatu haknya masing-masing (Tafsir Ibnu Katsir).

Pemateri: Ustadz Faisal Kunhi M.A

Tags: Menjadi Pribadi yang Seimbang
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Gunung Semeru Kembali Erupsi dengan Letusan Setinggi 700 Meter di Atas Puncak

Next Post

Ibu Menolak Wanita Pilihan Sang Anak karena Fisik, Simak Penjelasan Ustaz

Next Post
Ibu Menolak Wanita Pilihan Sang Anak karena Fisik, Simak Penjelasan Ustaz

Ibu Menolak Wanita Pilihan Sang Anak karena Fisik, Simak Penjelasan Ustaz

BPBD Bangka Belitung Catat Enam Pekerja Tambang Timah Tertimbun Tanah Longsor

BPBD Bangka Belitung Catat Enam Pekerja Tambang Timah Tertimbun Tanah Longsor

Penjelasan Lengkap Soal Rebo Wekasan dari Segi Syariah

Hukum Mengangkat Kedua Tangan saat Takbir Shalat

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7956 shares
    Share 3182 Tweet 1989
  • Yuk ke Taman Piknik Kalimalang Jakarta Timur

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3484 shares
    Share 1394 Tweet 871
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5290 shares
    Share 2116 Tweet 1323
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4132 shares
    Share 1653 Tweet 1033
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1705 shares
    Share 682 Tweet 426
  • Bangun Kepedulian, BAZNAS dan Masjid Burj Al Bakrie Luncurkan Program Sedekah Barang

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3220 shares
    Share 1288 Tweet 805
  • Istri Pulang ke Rumah Ortu, Apakah Suami Wajib Menafkahi

    3706 shares
    Share 1482 Tweet 927
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga