MARHABAN Ramadan, dalam hadits disebutkan bahwa “Siapa yang puasa Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaqun alaihi)
Oleh: Iman Santoso, Lc
مَن صامَ رَمَضانَ إيمانًا واحْتِسابًا غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ، ومَن قامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إيمانًا واحْتِسابًا غُفِرَ له ما تَقَدَّمَ مِن ذَنْبِهِ.
“Siapa yang puasa Ramadan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Muttafaqun alaihi)
Bulan Ramadan hadir dengan segala kemuliaan, keagungan dan keberkahannya. Allah telah memilih bulan ini, menjadi bulan terbaik.
Rasul Shallallahu alaihi wa sallam menyebutnya Syahrun Mubarok, bulan penuh kebaikan, melimpah ruah dari awal Ramadhan sampai akhir.
Allah mewajibkan puasa, menurunkan Al-Qur’an, membuka pintu surga, menutup pintu neraka, membelenggu syetan, membebaskan manusia setiap malam Ramadan dari api neraka dan puncaknya ada lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Di bulan ini, Allah menurunkan Al-Quran sebagai pedoman bagi setiap manusia, lebih khusus lagi pedoman bagi orang beriman dan bertaqwa.
Jika seluruh manusia mengambil pedoman dari Al-Qur’an alangkah indahnya dunia, lingkungan bebas dari segala kerusakan, bebas dari narkoba, minuman keras, judi, korupsi, riba, perzinaan dan berbagai bentuk kejahatan.
Karena Al-Qur’an mengharamkan manusia untuk berbuat kerusakan dan kejahatan, termasuk perusakan hutan, laut, sungai, pencermaran lingkungan dan alam.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepada kamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan”. [Surat Al-Qashash: 77]
Tapi realitasnya masih banyak orang menolak pedoman Al-Qur’an, ingkar dan mengadakan kerusakan dan kejahatan di muka bumi. Genosida dan pengusiran bangsa Palestina yang dilakukan Zionis Israel dan didukung negara besar selama berpuluh tahun adalah bukti nyata kerusakan yang dilakukan bangsa kafir dan zhalim. Bahkan terbongkar satu orang zionis Yahudi, Jeffrey Epstein melakukan kriminalitas tingkat tinggi, perdagangan anak gadis, pemerkosaan dan kerusakan akhlak yang dicatat dalam filenya sendiri Epstein Files, kepala negara, tokoh dunia dan pengusaha banyak yang terlibat.
Ramadan hadir untuk mengajak manusia yang sesat untuk kembali ke jalan benar, yang jahat untuk bertaubat, yang lalai untuk sadar, yang malas untuk semangat.
Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhanya Allah mengampuni dosa-dosasemuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. [Surat Az-Zumar: 53]
Jangan putus asa dari rahmat Allah. Selagi Anda masih hidup, kembali dan bertaubat lah kepada Allah. Rahmat dan maghfiroh Allah lebih luas dari dosa dan kejahatan yang kamu buat. Ramadan hadir mengajak anda untuk kembali ke fitrah kemanusiaan, membuka lembaran baru, meraih cahaya kebenaran.
Baca juga: Sidang Isbat: Awal Ramadan Kamis 19 Februari
Marhaban Ramadan
Ramadan hadir menghibur yang terluka, membela yang menderita, menyentuh orang yang papa, mendorong orang beriman untuk berlomba beribadah, beramal, berbagi dan memberi.
اِفْعَلُوْا الْخَيْرَ دَهْرَكُمْ، وَتَعَرَّضُوْا لِنَفَحَاتِ رَحْمَةِ اللهِ، فَإنَّ للهِ نَفَحَاتٍ مِنْ رَحْمَتِهِ يُصِيْبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَسَلُوا اللهَ أَنْ يَسْتُرَ عَوْرَاتِكُمْ وَأَنْ يُؤْمِنَ رَوْعَاتِكُمْ
“Berbuat baiklah di sepanjang masa kalian. Bersiap dan sambutlah hembusan rahmat kasih sayang Allah ‘azza wajalla. Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla memiliki hembusan-hembusan pada rahmat dan kasih-Nya, yang akan diraih oleh para hamba yang dikehendaki-Nya. Dan memohonlah kepada Allah ‘azza wajalla agar menutup aurat (keburukan) kalian dan menentramkan kalian dari rasa takut dan kecemasan” (HR At- Tabrani dan Al-Baihaqi).
Namun jika di bulan Ramadan, Anda belum mendapat curahan rahmat dan kebaikan, maka Anda akan sulit mendapat kebaikan di luar Ramadhan. Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi ﷺ naik mimbar, lalu berkata: “Aamiin, Aamiin, Aamiin.”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, ketika Engkau naik mimbar, Engkau mengatakan: ‘Aamiin, Aamiin, Aamiin.’ Mengapa demikian?”
Beliau menjawab:
فَقَالَ: إِنَّ جِبْرِيلَ أَتَانِي فَقَالَ: مَنْ أَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ، وَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَدَخَلَ النَّارَ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ، قُلْ: آمِينَ، فَقُلْتُ: آمِينَ.
“Sesungguhnya Jibril datang kepadaku dan berkata: ‘Siapa yang mendapati bulan Ramadan tetapi tidak diampuni dosanya, lalu ia meninggal dunia dan masuk neraka, maka Allah menjauhkannya (dari rahmat-Nya). Katakanlah: Aamiin.’ Maka aku pun mengucapkan: Aamiin.” (HR Ibnu Hibban, Ahmad dan Al-Hakim ).
Semoga Anda, saya dan kita semua mendapat rahmat, maghfiroh, kemuliaan, ketinggian derajat, kebahagiaan di dunia dan akherat, masuk surga dan dibebaskan dari api neraka. Amiiin. Ramadhan Mubarok.[ind]



