• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Makan-makan dan Tradisi Dakwah Para Nabi

25/03/2026
in Khazanah
Makan-makan dan Tradisi Dakwah Para Nabi

Ilustrasi, foto: buzzwacket.com

67
SHARES
517
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MAKAN-MAKAN terkesan pemborosan. Padahal, itulah di antara tradisi dakwah para Nabi.

Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebarkanlah salam dan berilah makan, sambung tali silaturahim, dan tegakkanlah shalat malam di saat orang tertidur. Niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”

Hadis ini diterima oleh Abdullah bin Salam, salah seorang sahabat Nabi  dari Madinah, saat pertama kali Rasulullah tiba di Madinah. Ia ingin sekali mendengar apa yang akan diucapkan Nabi ketika pertama kali tiba di Madinah.

Dan, ucapan itulah yang ia dengar. Dari situ, ia meyakini bahwa Rasulullah yang baru ia kenal itu memang sebagai sosok seorang Nabi.

Tradisi Makan-makan dan Dakwah Para Nabi

Nabi Ibrahim alaihissalam yang dikenal sebagai bapak para Nabi dikenal dengan karena sosok kedermawanannya. Setiap hari, ia akan selalu mengajak orang lain untuk makan bersamanya.

Bahkan jika taka da orang di sekitar yang bisa diajaknya makan, ayah dari Nabi Ismail ini akan bersedia berjalan puluhan kilometer untuk mencari-cari orang yang mau diajaknya makan bersama.

Dan Nabi Ibrahim tidak pilih-pilih tentang siapa yang pantas diundang. Siapa pun bisa diundang untuk makan bersama.

Pernah suatu kali, ada seorang tua bertanya kepada Nabi Ibrahim. “Saya ini tidak percaya Tuhan. Bolehkah saya ikut makan gratis bersama Anda?” begitu kira-kira yang ia tanyakan.

Nabi Ibrahim tampak berubah wajah. Ia menunjukkan ekspresi tidak suka. Dan orang tua itu pun akhirnya pergi.

Tak lama setelah itu, Malaikat Jibril datang menemui Nabi Ibrahim. Malaikat Jibril menyampaikan teguran dari Allah subhanahu wata’ala.

“Wahai Ibrahim, kenapa kamu tidak mau menerima dia makan bersama hanya karena ia tidak bertuhan? Padahal Aku yang tidak ia percayai selalu memberinya makan sepanjang usianya,” seperti itulah kira-kira teguran yang diterima Nabi Ibrahim.

Mendengar teguran itu, Nabi Ibrahim langsung bersegera mencari-cari orang yang ia tidak ajak makan itu.

Tradisi ini juga diikuti oleh Nabi akhir zaman, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan sebelum menjadi Nabi dan Rasul, Rasulullah begitu gemar mengajak makan orang-orang miskin. Khadijah radhiyallahu ‘anha mempersilakannya untuk menggunakan harta yang ia miliki untuk apa saja.

Setibanya di Madinah, Nabi membuat satu tempat khusus untuk kaum fakir miskin di salah satu sisi Masjid Nabawi. Tempat itu disebut ahlus suffah.

Setiap hari, Nabi menyediakan makan ala kadarnya untuk mereka. Tidak selalu berupa makan besar, bahkan hanya sekadar kurma dan air.

Di antara warga ahlus suffah itu terdapat tokoh umat, antara lain Abu Hurairah, Abu Dzar Al-Ghifari, Abu Said Al-Khudry radhiyallahu ‘anhum, dan lainnya.

Dakwah dan Makan

Untuk masyarakat non tradisional, rasanya akan menganggap bahwa tidak ada hubungannya antara dakwah dengan makan-makan. Bahkan, terkesan makan-makan seperti pemborosan.

Padahal, salah satu arti dari kata dakwah itu adalah mengajak orang lain untuk makan-makan. Hal ini dipahami dengan baik oleh para dai kalangan tradisional. Ada ilmu dan ada makan-makan.

Cara dakwah ini pula yang menjadikan Islam menjadi begitu menarik di awal-awal dakwah seluruh negeri, termasuk di Indonesia.

Islam dipandang sebagai solusi hidup, setidaknya bisa memberikan solusi atas masalah perut mereka dan keluarga yang kelaparan.

Begitu pun Allah subhanahu wata’ala mengenalkan Dirinya sebagai Dzat yang memberikan makan dan menganugerahkan keamanan. Alladzii ath’amahum min juu’. Wa aamanahum min khauf.

Jadi, jangan pernah menganggap bahwa acara pengajian dengan makan-makan sebagai pemborosan. Sama sekali tidak. Justru inilah sunnah dari Bapak Para Nabi: Ibrahim alaihissalam. [Mh]

Tags: Makan-makan dan Tradisi Dakwah Para Nabi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Daftar Pilihan Makanan Terbaik untuk Menurunkan Gula Darah

Next Post

Lebaran Terindah Bersama Rasulullah dan Sahabat

Next Post
Lebaran Terindah Bersama Rasulullah dan Sahabat

Lebaran Terindah Bersama Rasulullah dan Sahabat

Jus Seledri, Anggur Hijau dan Tomat Memiliki Banyak Manfaat bagi Kesehatan Tubuh

Jus Seledri, Anggur Hijau dan Tomat Memiliki Banyak Manfaat bagi Kesehatan Tubuh

3 Amalan Sunnah saat Halal Bi Halal

3 Amalan Sunnah saat Halal Bi Halal

  • Pahlawan yang Layak

    Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1161 shares
    Share 464 Tweet 290
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8240 shares
    Share 3296 Tweet 2060
  • Menghina Allah dalam Hati

    454 shares
    Share 182 Tweet 114
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3693 shares
    Share 1477 Tweet 923
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    757 shares
    Share 303 Tweet 189
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3302 shares
    Share 1321 Tweet 826
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11267 shares
    Share 4507 Tweet 2817
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2060 shares
    Share 824 Tweet 515
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4548 shares
    Share 1819 Tweet 1137
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga