• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 10 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Kisah Pasukan Salib Telah Sampai di Dekat Baitul Maqdis, Persiapan Menjajah Masjid Al Aqsha

11/11/2025
in Khazanah, Unggulan
Kisah Pasukan Salib Telah Sampai di Dekat Baitul Maqdis, Persiapan Menjajah Masjid Al Aqsha

foto:pixabay

76
SHARES
588
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

KISAH pasukan Salib telah sampai di dekat Baitul Maqdis, persiapan menjajah Masjid Al Aqsha.

Pernah ada masanya. Masa ketika dunia Islam tidak baik-baik saja, sama seperti hari ini.

Terpecah, teradu domba, memenangkan diri sendiri sehingga musuh memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil sesuatu yang kita muliakan: Al Aqsha dan Palestina.

Ternyata bukan cuma zaman ini, sebab dulu, Palestina pernah dijajah oleh pasukan Salib selama 88 tahun lebih lamanya.

Dan kita bertanya-tanya, kenapa itu bisa terjadi?

Itu pun juga membuatku termenung. Aku pernah mengira bahwa di zaman dulu umat Islam selalu menang dan tak terkalahkan.

Ternyata, semakin aku dewasa aku menyadari bahwa begitu nyatalah firman Allah tenang siklus kehidupan itu.

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia agar mereka mendapat pelajaran.” (QS. Ali Imran 140).

Kemenangan dan kekalahan bergulir, dan itu pulalah yang terjadi di masa lalu. Termasuk pada umat Islam.

Meski, di zaman ini kita sedang kalah-kalahnya.

Di zaman ketika pasukan Salib datang ke Palestina, mereka bukanlah dalam keadaan seperti sekarang.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Dr Ali Ash Shalabi menulis, “Dalam 10 tahun sebelum pasukan Salib datang ke Palestina, bencana alam dan kelaparan mematikan terjadi di Eropa, terutama di Prancis utara dan Jerman barat, dan mungkin ini menjelaskan kepergian banyak petani dan budak dari wilayah tersebut.”

Ya, kala itu Eropa tidak kaya, pun tidak pula berilmu. Mereka dalam gelapnya hidup dan kemiskinan yang menjadi-jadi.

Maka, satu alasan terbesar yang menjadi motivasi pasukan Salib datang ke Palestina, sebagaimana tulis Dr Ali Ash Shalabi, “Mau tidak mau mereka harus mencari tanah yang tersedia dengan makanan minuman yang cukup. Dimana pun tanah itu berada, itu lebih baik bagi mereka daripada mati perlahan karena kelaparan di Eropa.”

Hal itu dibaca dengan sangat baik oleh Paus Urbanus II sang inisiator perang Salib, maka banyaklah orang-orang berduyun menyambut seruan untuk menjarah Palestina tersebut.

Hal berat itu jugalah yang menyatukan bangsa Eropa.

Muhammad Mu’nis Awadh dalam Kitab Al Hurub Ash Shalibiyyah: Al Alaqat Baina Asy Syarq Wal Gharb menulis, “Keadaan Eropa itu mendukung keinginan Paus untuk menyatukan dan memimpin Eropa. Gerakan perang Salib ini akan mengembalikan otoritas politik dan militer penuh gereja.”

Baca juga: Kisah Shalahuddin Al Ayyubi dan Impiannya untuk Berhaji

Kisah Pasukan Salib Telah Sampai di Dekat Baitul Maqdis, Persiapan Menjajah Masjid Al Aqsha

Sementara itu, bagaimana sebenarnya keadaan dunia Islam?

“Dengan dimulainya perang Salib pertama, dunia Islam mengalami perpecahan, kelemahan, dan keruntuhan, sehingga gelombang pasukan musuh tersebut mampu mencapai tujuannya”, tulis Dr Ali Ash Shalabi. Berikut ini poin-poin yang akan menggambarkan padamu bagaimana keadaan Kaum muslimin saat itu :

Kala itu, tidak ada persatuan di antara negeri-negeri muslim.

Sebagian negeri-negeri muslim tersebut justru merespon negatif seruan perjuangan untuk membela Palestina dan mengusir pasukan Salib.

Sementara itu, pasukan Salib mendapatkan suplai bantuan terus-menerus dari Eropa melalui geraja, para bangsawan dan donatur tetap demi mencapai tujuan mereka.

Terjangkitnya dunia Islam dengan kediktatoran politik yang melemahkan gerakan umat.

Tersibukkannya para ahli fiqh saat itu dengan urusan-urusan yang tidak relevan dengan terjajahnya Al Aqsha dan Palestina.

Membaca poin-poin yang disampaikan Dr Ali Ash Shalabi itu membuatku terdiam beberapa saat. Ia seperti cermin yang bisa kita lihat di zaman ini. Dekat dan lekat.

Seakan sejarah sedang mengulang dirinya. Al Aqsha dijajah, Umat terpecah, akidah tercerabut dan ilmu ditinggalkan. Akhirnya musuh leluasa bermain-main dengan kesucian Al Aqsha.

Namun, tahukah kamu? Justru di masa-masa sulit itulah Shalahuddin Al Ayyubi hadir.

Di saat-saat pekat itulah hadir ulama Rabbani bernama Abu Hamid Al Ghazali, Syaikh Abdul Qadir Al Jilani, yang berusaha memecah kesunyian dan menciptakan gerakan pembebasan.

Dan kini, aku pun merasakan gerakan itu hadir lagi di tengah-tengah umat ini.

Sumber: Gen Saladdin Channel

[Sdz]

Tags: Kisah Pasukan Salib Telah Sampai di Dekat Baitul MaqdisPersiapan Menjajah Masjid Al Aqsha
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dimensi Syukur dalam Kehidupan

Next Post

Lima Kategori Barang versi Marie Kondo

Next Post
Lima Kategori Barang versi Marie Kondo

Lima Kategori Barang versi Marie Kondo

JMFW 2026 Catat Transaksi USD 19,51 Juta, Lampaui Target dan Buktikan Daya Saing Modest Fashion Indonesia

JMFW 2026 Catat Transaksi USD 19,51 Juta, Lampaui Target dan Buktikan Daya Saing Modest Fashion Indonesia

Memahami Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak

Memahami Peran Ayah Dalam Pengasuhan Anak

  • 15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    15 Hadits tentang Ramadan yang Perlu Diketahui Umat Muslim

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7953 shares
    Share 3181 Tweet 1988
  • Yuk ke Taman Piknik Kalimalang Jakarta Timur

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3481 shares
    Share 1392 Tweet 870
  • Yang Berhak Memandikan Jenazah Ibu

    2902 shares
    Share 1161 Tweet 726
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4131 shares
    Share 1652 Tweet 1033
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2130 shares
    Share 852 Tweet 533
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1131 shares
    Share 452 Tweet 283
  • Hukum Anak Laki-Laki Memandikan Jenazah Ibunya

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Terjemahan Hadits Arbain Pertama Lengkap dengan Huruf Latin

    5288 shares
    Share 2115 Tweet 1322
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga