• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 30 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Khalifah Sulaiman dan Syaikh Abu Hazim (4)

07/10/2015
in Khazanah
74
SHARES
566
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

khalifahsulaimanChanelmuslim.com – Abu Hazim berkata, “Aku tidak membutuhkannya. Karena aku dan yang lain memiliki hal yang sama atas uang ini. Jika engkau memberi uang senilai ini kepada yang lain dan berlaku adil, maka aku mau mengambilnya. Jika tidak, maka aku tidak mau mengambilnya. Aku takut uang yang engkau berikan ini adalah harta yang engkau bayar untuk nasihatku.” Lalu Abu Hazim berkisah,

“Di saat Nabi Musa bin Imran melarikan diri dari Firaun dan tiba di suatu negeri yang bernama Madyan, ia bertemu dengan dua gadis penggembala yang menunggu giliran meminumkan ternak-ternaknya. Ia berkata kepada kedua gadis itu, “Tidak adakah orang yang menolong kalian?”

Keduanya menjawab, “Tidak Ada.”

Setelah itu, Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang engkau turukan kepadaku.” Dia tidak meminta upah kepada Allah atas perbuatannya itu.

Tatkala kedua anak gadisnya pulang lebih cepat dari biasanya, sang ayah merasa heran. “Apa yang membuat kalian pulang lebih cepat?”

Kedua anak gadisnya berkata, “Kami bertemu dengan seorang lelaki perkasa yang menolong kami.”

Sang Ayah bertanya, “Kata-kata apa yang kalian dengar darinya?”

Kedua anak gadis itu menjawab, “Dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

Sang Ayah berkata, “Mungkin dia kelaparan. Pergilah salah satu anak di antara kalian. Temui dia, lalu katakan, “Ayah memanggilmu. Ia ingin memberimu imbalan atas pertolongan yang telah kamu berikan.”

Gadis itu melaksanakan perintah ayahnya. Ia berjalan menemui Musa dengan langkah penuh penghormatan kepada Musa. Saat bertemu Musa, ia berkata, “Ayah memanggilmu. Ia ingin memberimu imbalan atas pertolongan yang telah kamu berikan.”

Musa tidak enak dengan tawaran itu, padahal saat itu dia sedang terusir dari negarinya di tengah padang pasir. Ia berkata kepada gadis itu, “Sampaikan pada ayahmu, bahwa orang yang menolongmu tidak menerima imbalan atas kebaikan yang dilakukannya.”

Gadis itu kembali kepada ayahnya dan menceritakan peristiwa itu.

Sang ayah berkata, “Temui dia lagi, katakan padanya, “Anda boleh menerima atau menolak tawaran ayah. Datanglah ke rumah. Ayah ingin melihatmu dan berbicara denganmu.”

Musa memenuhi undangan itu. Sementara sang gadis menjadi penunjuk arah dan berjalan di depan Musa. Angin bertiup dan menyingkap pakaian si gadis, sehingga Musa mengetahui bahwa gadis itu memiliki paras yang sempurna. “Berjalan di belakangku. Beri aku petunjuk jalan menuju rumahmu.”

Sesampainya di depan pintu rumah, Musa berkata kepada gadis itu, “Mintalah izin pada ayahmu agar aku diperkenankan masuk.”

Sang gadis menghampiri ayahnya, dan berkata, “Selain kuat, laki-laki itu juga seorang yang bisa dipercaya.”

“Bagaimana kamu bisa berkesimpulan demikian?” Tanya sang ayah.

Gadis itu menceritakan apa yang di katakan Musa saat angin Menyingkap sebagian kainnya.

“izinkan dia masuk.” Kata sang ayah.

Musa masuk ke dalam rumah. Saat itu, Nabi Syuaib (Sang ayah) telah menyiapkan makanan untuk musa. Musa mengucapkan salam, dan Nabi Syuaib menyambutnya dengan ramah. “Cicipilah makanan ini, wahai pemuda!”

“Aku berlindung kepada Allah,” kata Musa.

“Mengapa?” Tanya Syuaib.

Musa berkata, “Aku berasal dari suatu kaum yang tidak menjual agama kami untuk ditukar dengan uang dinar meski sepenuh bumi.”

Syuaib menjawab, “Tidak begitu. Demi Allah, makanan yang kami suguhkan bukan untuk menukar agamamu. Itu adalah kebiasaanku dan kebiasaan leluhurku ketika menerima tamu, memuliakan tamu dan memberi makan.”

Mendengar itu, musa duduk dan mencicipi makanan yang telah dihidangkan.

Abu Hazim berkata, “Wahai Amirul Mukminin, jika uang-uang dinar itu engkau berikan padaku sebagai upah nasihat yang kuberikan, maka makan bangkai dan darah dalam situasi terpaksa itu lebih aku sukai daripada menerima uang-uang dinarmu.”

(bersambung)

(Sumber: Golden Stories Kisah-Kisah Indah Dalam Sejarah Islam,  Mahmud Musthafa Sa’ad & Dr. Nashir Abu Amir Al-Humaidi, Pustaka Al-Kautsar)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dompet Dhuafa-Chevron Lakukan Kerjasama Pengadaan Air Bersih

Next Post

CAIR Desak Muslim Jaga Masjid Jelang Unjuk Rasa Anti Islam

Next Post

CAIR Desak Muslim Jaga Masjid Jelang Unjuk Rasa Anti Islam

Asap Kian Parah, Rumah Zakat Salurkan Masker N95 Di SMP Juara Pekanbaru

DERM-ACT & Elemen Masyarakat Gelar Aksi Damai Indonesia Darurat Asap di Riau

  • Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    Resep Telur Dadar Tahu Enak ala Chef Renatta

    175 shares
    Share 70 Tweet 44
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    561 shares
    Share 224 Tweet 140
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8535 shares
    Share 3414 Tweet 2134
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4371 shares
    Share 1748 Tweet 1093
  • Iduladha 2026, Salimah Bojonggede Sembelih 9 Ekor Sapi dan 1 Ekor Kambing Kurban

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Perbedaan Air Mani dan Madzi

    251 shares
    Share 100 Tweet 63
  • Perhatikan Batas Usia Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2025/2026

    121 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    893 shares
    Share 357 Tweet 223
  • Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Keindahan Tersembunyi di Kaki Gunung Semeru

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Warna Hijab yang Cocok untuk Baju Warna Coklat Susu

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga