• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 11 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Khalifah Sulaiman dan Syaikh Abu Hazim (4)

07/10/2015
in Khazanah
76
SHARES
583
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

khalifahsulaimanChanelmuslim.com – Abu Hazim berkata, “Aku tidak membutuhkannya. Karena aku dan yang lain memiliki hal yang sama atas uang ini. Jika engkau memberi uang senilai ini kepada yang lain dan berlaku adil, maka aku mau mengambilnya. Jika tidak, maka aku tidak mau mengambilnya. Aku takut uang yang engkau berikan ini adalah harta yang engkau bayar untuk nasihatku.” Lalu Abu Hazim berkisah,

“Di saat Nabi Musa bin Imran melarikan diri dari Firaun dan tiba di suatu negeri yang bernama Madyan, ia bertemu dengan dua gadis penggembala yang menunggu giliran meminumkan ternak-ternaknya. Ia berkata kepada kedua gadis itu, “Tidak adakah orang yang menolong kalian?”

Keduanya menjawab, “Tidak Ada.”

Setelah itu, Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang engkau turukan kepadaku.” Dia tidak meminta upah kepada Allah atas perbuatannya itu.

Tatkala kedua anak gadisnya pulang lebih cepat dari biasanya, sang ayah merasa heran. “Apa yang membuat kalian pulang lebih cepat?”

Kedua anak gadisnya berkata, “Kami bertemu dengan seorang lelaki perkasa yang menolong kami.”

Sang Ayah bertanya, “Kata-kata apa yang kalian dengar darinya?”

Kedua anak gadis itu menjawab, “Dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

Sang Ayah berkata, “Mungkin dia kelaparan. Pergilah salah satu anak di antara kalian. Temui dia, lalu katakan, “Ayah memanggilmu. Ia ingin memberimu imbalan atas pertolongan yang telah kamu berikan.”

Gadis itu melaksanakan perintah ayahnya. Ia berjalan menemui Musa dengan langkah penuh penghormatan kepada Musa. Saat bertemu Musa, ia berkata, “Ayah memanggilmu. Ia ingin memberimu imbalan atas pertolongan yang telah kamu berikan.”

Musa tidak enak dengan tawaran itu, padahal saat itu dia sedang terusir dari negarinya di tengah padang pasir. Ia berkata kepada gadis itu, “Sampaikan pada ayahmu, bahwa orang yang menolongmu tidak menerima imbalan atas kebaikan yang dilakukannya.”

Gadis itu kembali kepada ayahnya dan menceritakan peristiwa itu.

Sang ayah berkata, “Temui dia lagi, katakan padanya, “Anda boleh menerima atau menolak tawaran ayah. Datanglah ke rumah. Ayah ingin melihatmu dan berbicara denganmu.”

Musa memenuhi undangan itu. Sementara sang gadis menjadi penunjuk arah dan berjalan di depan Musa. Angin bertiup dan menyingkap pakaian si gadis, sehingga Musa mengetahui bahwa gadis itu memiliki paras yang sempurna. “Berjalan di belakangku. Beri aku petunjuk jalan menuju rumahmu.”

Sesampainya di depan pintu rumah, Musa berkata kepada gadis itu, “Mintalah izin pada ayahmu agar aku diperkenankan masuk.”

Sang gadis menghampiri ayahnya, dan berkata, “Selain kuat, laki-laki itu juga seorang yang bisa dipercaya.”

“Bagaimana kamu bisa berkesimpulan demikian?” Tanya sang ayah.

Gadis itu menceritakan apa yang di katakan Musa saat angin Menyingkap sebagian kainnya.

“izinkan dia masuk.” Kata sang ayah.

Musa masuk ke dalam rumah. Saat itu, Nabi Syuaib (Sang ayah) telah menyiapkan makanan untuk musa. Musa mengucapkan salam, dan Nabi Syuaib menyambutnya dengan ramah. “Cicipilah makanan ini, wahai pemuda!”

“Aku berlindung kepada Allah,” kata Musa.

“Mengapa?” Tanya Syuaib.

Musa berkata, “Aku berasal dari suatu kaum yang tidak menjual agama kami untuk ditukar dengan uang dinar meski sepenuh bumi.”

Syuaib menjawab, “Tidak begitu. Demi Allah, makanan yang kami suguhkan bukan untuk menukar agamamu. Itu adalah kebiasaanku dan kebiasaan leluhurku ketika menerima tamu, memuliakan tamu dan memberi makan.”

Mendengar itu, musa duduk dan mencicipi makanan yang telah dihidangkan.

Abu Hazim berkata, “Wahai Amirul Mukminin, jika uang-uang dinar itu engkau berikan padaku sebagai upah nasihat yang kuberikan, maka makan bangkai dan darah dalam situasi terpaksa itu lebih aku sukai daripada menerima uang-uang dinarmu.”

(bersambung)

(Sumber: Golden Stories Kisah-Kisah Indah Dalam Sejarah Islam,  Mahmud Musthafa Sa’ad & Dr. Nashir Abu Amir Al-Humaidi, Pustaka Al-Kautsar)

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dompet Dhuafa-Chevron Lakukan Kerjasama Pengadaan Air Bersih

Next Post

CAIR Desak Muslim Jaga Masjid Jelang Unjuk Rasa Anti Islam

Next Post

CAIR Desak Muslim Jaga Masjid Jelang Unjuk Rasa Anti Islam

Asap Kian Parah, Rumah Zakat Salurkan Masker N95 Di SMP Juara Pekanbaru

DERM-ACT & Elemen Masyarakat Gelar Aksi Damai Indonesia Darurat Asap di Riau

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9510 shares
    Share 3804 Tweet 2378
  • Gayeng Guyub Sidomukti Hadirkan Kreasi Batik Hasil Kolaboraksi Pemkab Gunung Kidul Bersama Dompet Dhuafa Yogyakarta

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1351 shares
    Share 540 Tweet 338
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2459 shares
    Share 984 Tweet 615
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11832 shares
    Share 4733 Tweet 2958
  • Bacaan Doa saat Duduk Tasyahud Akhir Lengkap Beserta Latin dan Terjemahannya

    2401 shares
    Share 960 Tweet 600
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4854 shares
    Share 1942 Tweet 1214
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4295 shares
    Share 1718 Tweet 1074
  • Hiduplah dengan Sederhana dan Jauhkan Diri dari Sifat Sombong

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Pada Akhirnya Hidup Adalah Tentang Doa dan Takdir

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga