PERNAH merasa tidak enak hati karena baru kembali rajin beribadah ketika sedang punya keinginan? Misalnya, tiba-tiba lebih sering berdoa saat sedang membutuhkan sesuatu, lebih rajin salat ketika menghadapi masalah, atau mulai membaca Al-Qur’an ketika hati sedang tidak tenang.
Lalu muncul pertanyaan dalam diri, “Allah marah tidak, ya? Kok saya datang kepada-Nya ketika sedang ada maunya?”
Perasaan seperti itu sebenarnya bisa menjadi tanda bahwa hati masih memiliki rasa malu kepada Allah. Namun, jangan sampai rasa malu tersebut justru membuat kita menjauh. Allah bukan manusia yang akan merasa terganggu hanya karena kita datang ketika membutuhkan pertolongan.
Baca Juga: Jangan Bersedih Allah Bersama Kita
Jangan Pernah Ragu untuk Kembali pada Allah dalam Kondisi Apapun
Allah memiliki nama Ar-Rahman dan Ar-Rahim, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kasih sayang-Nya tidak terbatas pada saat kita sedang menjadi hamba yang sempurna. Bahkan ketika kita datang dengan banyak kekurangan, pintu untuk kembali kepada-Nya tetap terbuka.
Manusia mungkin merasa kecewa ketika seseorang hanya datang saat membutuhkan. Kita bisa merasa dimanfaatkan atau diingat hanya ketika orang lain sedang kesulitan. Namun, jangan menyamakan sifat Allah dengan sifat manusia. Allah mengetahui kelemahan kita, mengetahui kapan kita jauh, dan mengetahui alasan di balik setiap langkah kita menuju-Nya.
Bahkan bisa jadi, masalah yang sedang kita hadapi justru menjadi jalan untuk membuat kita kembali mengingat Allah. Kesulitan membuat kita lebih sering berdoa. Kehilangan membuat kita kembali bersujud. Keinginan yang belum tercapai membuat kita belajar memohon kepada-Nya.
Jika awalnya kita datang karena memiliki kebutuhan, tidak apa-apa. Jadikan kedatangan itu sebagai awal untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah. Jangan berhenti berdoa setelah keinginan terkabul. Jangan kembali meninggalkan ibadah ketika masalah sudah selesai.
Sebab, tujuan ibadah bukan sekadar mendapatkan apa yang kita inginkan. Ibadah adalah bentuk penghambaan dan cara seorang hamba mendekat kepada Rabb-nya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ada kalanya seseorang mengenal Allah lebih dekat justru setelah melewati masa sulit. Dari sebuah doa yang awalnya hanya berisi permintaan, perlahan tumbuh rasa syukur. Dari ibadah yang awalnya dilakukan karena ingin mendapatkan sesuatu, kemudian muncul kesadaran bahwa beribadah kepada Allah adalah kebutuhan hati.
Jadi, jangan malu untuk kembali kepada Allah hanya karena merasa selama ini terlalu jauh. Jangan berpikir bahwa kita harus menjadi baik terlebih dahulu baru boleh berdoa.
Datanglah kepada Allah dalam keadaan apa pun. Dengan segala kekurangan, kesalahan, dan harapan yang kita bawa. Jika kebutuhan menjadi alasan kita kembali, semoga perjalanan itu berlanjut menjadi kecintaan kepada-Nya.
Allah Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Kasih sayang-Nya jauh melampaui apa yang mampu kita bayangkan. Yang terpenting adalah jangan berhenti kembali kepada-Nya. [DW]
Sumber: Ustadz Adi Hidayat




