MENGGANTI sampo seringkali dikaitkan dengan munculnya ketombe di kepala, tapi apakah isu itu benar adanya? Simak jawabannya berikut.
Mengganti sampo sebenarnya tidak secara langsung menciptakan ketombe. Produk baru dapat memunculkan atau memicu kecenderungan yang sebelumnya sudah dimiliki kulit kepala.
Ketombe terutama disebabkan oleh jamur Malassezia, produksi minyak, serta sensitivitas kulit kepala. Mengganti sampo dapat menyingkap, merangsang, atau memperkuat tren yang sudah ada.
Oleh karena itu, kulit kepala yang mengalami pengelupasan setelah mengganti sampo tidak selalu berarti seseorang mengalami ketombe.
Ketombe memiliki sejumlah faktor yang mendasarinya, termasuk keberadaan jamur Malassezia, produksi minyak, dan sensitivitas kulit kepala.
Penggantian sampo dapat membuat kondisi tersebut lebih terlihat. Misalnya, formula baru mungkin berbeda dalam tingkat pembersihan atau kelembapannya sehingga keseimbangan kulit kepala ikut berubah.
Baca juga: Diperbolehkan Keramas Setiap Hari Tergantung Jenis Rambutnya
Fakta atau Mitos, Mengganti Sampo bisa Sebabkan Ketombe? Simak Jawabannya Berikut
Sampo yang terlalu mengeringkan dapat mengganggu kelembapan kulit kepala dan menyebabkan pengelupasan.
Kondisi ini bisa tampak menyerupai ketombe, padahal sebenarnya merupakan reaksi akibat iritasi atau kulit kepala yang terlalu kering.
Sebaliknya, formula yang lebih kaya atau melembabkan dapat meninggalkan residu tertentu. Pada orang yang memang rentan terhadap ketombe, kondisi tersebut disebut dapat mendukung pertumbuhan Malassezia.
Penggantian sampo antiketombe juga perlu diperhatikan. Menghentikan penggunaan sampo medis yang selama ini mengendalikan pertumbuhan jamur dapat membuat pengelupasan kembali muncul.
Beberapa bahan dalam sampo, seperti pewangi, sulfat, atau bahan aktif lainnya, dapat menyebabkan iritasi ringan pada sebagian orang.
Iritasi tersebut dapat terlihat seperti ketombe karena sama-sama menimbulkan serpihan kulit. Namun, biasanya terdapat perbedaan dari waktu muncul dan gejalanya.
Kulit kepala yang mengalami iritasi setelah menggunakan sampo baru dapat terasa lebih kencang, kering, atau sedikit perih.
Keluhan tersebut cenderung muncul setelah penggunaan produk dan dapat berhenti ketika produk dihentikan atau kulit kepala mulai menyesuaikan diri.
Kulit kepala memerlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu untuk beradaptasi dengan produk baru. Oleh karena itu, pengelupasan yang muncul pada masa awal belum tentu menunjukkan bahwa sampo tersebut tidak cocok.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Ketombe biasanya tidak hanya muncul sesekali setelah mengganti produk. Ketombe dapat ditandai dengan serpihan yang cenderung berminyak, disertai rasa gatal atau kemerahan, serta muncul secara berulang.
Sementara itu, pengelupasan akibat iritasi lebih erat kaitannya dengan penggunaan produk tertentu. Jika serpihan hanya muncul setelah berganti sampo dan kembali membaik ketika menggunakan produk sebelumnya, kondisi tersebut lebih mungkin berkaitan dengan iritasi.
Namun, apabila pengelupasan tetap terjadi meskipun sampo sudah beberapa kali diganti, kondisi tersebut dapat mengarah pada kecenderungan ketombe atau dermatitis seboroik yang membutuhkan penanganan lebih terarah.
Untuk mengurangi risiko iritasi, disarankan agar sampo baru diperkenalkan secara bertahap, misalnya dengan mengkombinasikannya dengan sampo lama selama satu hingga dua minggu.
Hindari mengganti beberapa produk rambut sekaligus agar lebih mudah mengetahui penyebab suatu reaksi.
Beri waktu sekitar dua hingga tiga minggu untuk melihat respons kulit kepala. Jika pengelupasan tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, pemeriksaan ke dokter kulit dapat membantu menentukan penyebab dan perawatan yang sesuai. [Din]




