• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 21 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Syariah

Hukum Saweran dan Sungkeman dalam Acara Pernikahan

23/02/2026
in Syariah, Unggulan
Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Doa Pernikahan Ini Berasal dari Kitab Syiah

Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Doa Pernikahan Ini Berasal dari Kitab Syiah (foto:

207
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BOLEHKAH menggelar saweran dan sungkeman dalam acara pernikahan? Bagaimana hukumnya? Sahabat Muslim, hal ini penting banget buat kamu yang akan menggelar pernikahan.

Seringkali, calon pengantin tidak memahami tahapan resepsi pernikahan sehingga pasrah dengan acara yang dibuat oleh orangtua dan panitia.

Dengan penjelasan Ustaz Farid Nu’man, S.S. ini, semoga kamu mendapat wawasan mengenai resepsi pernikahan sesuai syariah.

Jika saweran yang dimaksud adalah saling bantu mengumpulkan uang untuk pembiayaan pernikahan, hal ini bagus.

Jika saweran yang dimaksud adalah adanya orkes dangdut, penyanyinya wanita dan berjoget di hadapan penonton laki-laki bukan mahram, lalu penonton mengumpulkan uang untuk penyanyi tersebut.

Maka, ini maksiat dan diharamkan.

Baca Juga: 7 Fakta Unik Pernikahan Ismail, Anak Pertama Mam Fifi

Hukum Saweran dan Sungkeman dalam Acara Pernikahan

Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“Ada dua kelompok penghuni neraka yang belum saya lihat sekarang, yaitu kaum yang membawa cemeti (cambuk) seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul manusia.

Dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, menggoyang-goyangkan tubuhnya, memiringkan kepalanya, seperti punuk unta yang miring.

Para wanita itu tidak akan masuk surga, bahkan tidak mendapatkan wanginya surga, padahal wanginya surga itu sudah bisa tercium dari perjalanan sekian dan sekian.”

(HR. Muslim No. 2128)

Adapun tradisi sungkeman, jalan membungkuk dan merangkak, kepada orangtua sebagai prosesi untuk meminta restunya, cara ini bertentangan dengan adab Islam.

Meminta restunya sendiri adalah hal yang disyariatkan.

Namun, jika tidak dengan cara membungkuk dan tidak dengan cara merangkak, jalan sambil berjongkok, tapi jalan biasa saja lalu mencium tangan orang tua, atau mencium kakinya, ini tidak apa-apa.

Dari Anas bin Malik Radhiallahu ‘Anhu, Beliau berkata:

يا رسول الله أينحني بعضنا لبعض ؟ : قال ( لا ) . قلنا أيعانق بعضنا بعضا ؟ : قال ( لا . ولكن تصافحوا ) .

Wahai Rasulullah, apakah kami mesti membungkuk terhadap yang lain? Beliau menjawab: “Tidak.” Kami bertanya: “Apakah kami mesti berpelukan?” Beliau menjawab: “Tidak, tetapi berjabat tanganlah.” (HR. Ibnu Majah No. 3702)

Hadits ini pada dasarnya dhaif, seperti kata Syaikh Husein Salim Asad dalam Tahqiqnya atas Musnad Abi Ya’la. (No. 4287).

Namun, karena ada tiga jalur lain yang menjadi mutaba’ah (menguatkan) yakni jalur Syu’aib bin Al Habhab, jalur Katsir bin Abdullah, dan jalur Al Mahlab bin Abi Shufrah, menurut Syaikh Al Albani hadits ini HASAN. (As Silsilah Ash Shahihah No. 160)

Apakah makna larangan ini? Para ulama terbagi menjadi dua pendapat antara mengharamkan dan memakruhkan.

Imam Ibnu ‘Allan, seorang ulama madzhab Syafi’i, berkata:

ومن البدع المحرمة الانحناء عند اللقاء بهيئة الركوع.

Termasuk bid’ah diharamkan adalah penghormatan saat berjumpa dengan cara membungkuk.

(Dalilul Falihin, 6/181)

Imam Al Bujairimi Asy Syafi’iy berkata:

الانحناء لمخلوق كما يفعل عند ملاقاة العظماء حرام عند الإطلاق أو قصد تعظيمهم لا كتعظيم الله، وكفر إن قصد تعظيمهم كتعظيم الله تعالى

Membungkuk kepada makhluk, sebagaimana yang dilakukan saat berjumpa dengan para pejabat adalah haram secara mutlak.

Atau untuk memuliakan mereka, walau tidak seperti mengagungkan Allah. Jika sampai seperti mengagungkan Allah maka itu kafir.

(Hasyiyah Al Bujairimi ‘Alal Khathib, 4/241)

Sebagian ulama memakruhkan, tidak sampai mengharamkan.

Tertulis dalam Al Fatawa Al Hindiyah:

الانحناء للسلطان أو لغيره مكروه لأنه يشبه فعل المجوس

Membungkuk kepada raja atau SELAINNYA adalah makruh. Karena itu menyerupai perilaku Majusi. (Al Fatawa Al Hindiyah, 5/369)

Imam Asy Syarbiniy berkata:

يكره حني الظهر مطلقا لكل أحد من الناس , وأما السجود له فحرام

Dimakruhkan membungkukkan punggung secara mutlak kepada siapa pun, ada pun sujud kepadanya haram.

(Mughni Al Muhtaj, 4/218)

Apa pun hukumnya, hindari membungkuk, merunduk, jongkok, kepada makhluk walau untuk penghormatan.

Mencium Kaki Orang Tua atau Orang Shalih: Boleh

Syaikh Muhammad ibn Shalih Al ‘Utsaimin menulis dalam Syarh Riyadhush Shalihin:

المهم أن هذين الرجلين قبلا يد النبي صلى الله عليه وسلم ورجله فأقرهما على ذلك وفي هذا جواز تقبيل اليد والرجل للإنسان الكبير الشرف والعلم كذلك تقبيل اليد والرجل من الأب والأم وما أشبه ذلك لأن لهما حقا وهذا من التواضع

“Dua orang tamu Nabi ﷺ memang telah mencium kaki beliau. Nabi ﷺ menyetujui tanpa mengingkari.

Maka, hukumnya boleh mencium tangan dan kaki seseorang karena kemuliaannya, sebagaimana mencium tangan dan kaki Bapak maupun Ibu, karena memang hak mereka. Inilah bentuk dari sikap tawadhu’.” (selesai)

Hal ini juga dilakukan para imam. Dalam Siyar A’lamin Nubala’, Imam Adz Dzahabi Rahimahullah menceritakan:

قال محمد بن حمدون بن رستم: سمعت مسلم بن الحجاج، وجاء إلى البخاري فقال: دعني أقبل رجليك يا أستاذ الأستاذين، وسيد المحدثين، وطبيب الحديث في علله .(سير أعلام النبلاء ط الحديث، شمس الدين أبو عبد الله محمد بن أحمد بن عثمان بن قَايْماز

“Muhammad ibn Hamdun berkata, ‘Saya mendengar Imam Muslim saat bertandang pada Imam Bukhari berkata:

“Biarkanlah aku mencium kedua kakimu, wahai gurunya para guru, tuannya para muhaddits, dan tabibnya hadits dalam mengetahui illatnya.” (selesai)

Demikian. Wallahu a’lam. Sahabat Muslim, itulah penjelasan Ustaz mengenai saweran dan sungkeman dalam pernikahan. Semoga pernikahanmu terhindar dari segala yang dilarang dalam Islam ya.[ind]

Sumber: Syariah Consulting Center

Tags: hukum saweranHukum Saweran dan Sungkeman dalam Acara Pernikahanhukum sungkeman
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

9 Tips Membuat Program Ramadan Untuk Anak

Next Post

Brimob Aniaya Anak di Maluku Harus Diproses Sidang Etik dan Pengadilan Pidana

Next Post
Brimob Aniaya Anak di Maluku Harus Diproses Sidang Etik dan Pengadilan Pidana

Brimob Aniaya Anak di Maluku Harus Diproses Sidang Etik dan Pengadilan Pidana

Kisah Nuhair yang Tak Berani Meminta Surga

Kisah Nuhair yang Tak Berani Meminta Surga

Heboh Impor Produk AS ‘Bebas’ Label Halal

Heboh Impor Produk AS ‘Bebas’ Label Halal

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1973 shares
    Share 789 Tweet 493
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    648 shares
    Share 259 Tweet 162
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8089 shares
    Share 3236 Tweet 2022
  • Surat Al-Mutaffifin Ayat 7-9, Apa itu Sijjin?

    136 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Beberapa Warna Hijab yang bisa Kamu Mix and Match dengan Gamis Hitam

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Penjelasan Ustaz Adi Hidayat tentang Hukum Shalat Sendiri di Rumah bagi Laki-Laki

    1951 shares
    Share 780 Tweet 488
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3588 shares
    Share 1435 Tweet 897
  • Orang yang Wafat Mengetahui Kondisi Keluarga yang Masih Hidup (Bag. 2)

    172 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2393 shares
    Share 957 Tweet 598
  • Tetap Shalih Setelah Ramadan

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga