• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 15 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Filatosofi, Filosofi di Balik Lato-lato

22/01/2023
in Khazanah, Unggulan
Filatosofi, Filosofi di Balik Lato-lato

foto: suara.com

528
SHARES
4.1k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

FILATOSOFI. Jangan mencari istilah tersebut dalam kamus, karena tidak akan ada. Ustaz Arafat menulis tentang filosofi di balik permainan lato-lato yang kini tengah digandrungi anak-anak.

Ini adalah istilah yang baru terlintas dalam benak saya, jadi langsung saja dieksekusi menjadi tulisan.

Awalnya, karena belakangan ini sering melihat anak-anak di lingkungan sekitar bermain lato-lato.

Ketika saya renungkan, ternyata banyak pelajaran yang bisa kita petik dari permainan yang tiba-tiba viral tersebut. Oleh karena itu terbentuklah kata filatosofi, yang artinya filosofi lato-lato.

Pertama, permainan ini mengajarkan tentang semangat untuk langsung bertindak. Secara teori sebenarnya pemain lato-lato harus mengerti dulu hukum fisika tentang kekekalan momentum dengan rumus:

m1v1 + m2v2 = m’1v’1 + m’2v’2

m adalah massa dan v adalah kecepatan, sebelum dan sesudah tumbukan lenting sempurna terjadi. Itupun masih harus memperhitungkan panjang tali dan tegangan tali yang merupakan gaya sentripetal.

Tali inilah yang berpengaruh terhadap kecepatan linier bola 1 dan bola 2. Akan lebih baik lagi jika sang pemain juga menguasai ketiga Hukum Newton tentang gerak benda.

Namun kenyataannya, tak ada seorangpun anak yang membebani diri mereka dengan semua rumus tersebut. Cukup langsung bertindak saja.

Ambil mainan itu, sematkan pada jari, dan mulai goyangkan! Demikianlah kehidupan, kadang teori itu membuat kita takut bertindak.

Baca Juga: Lato-Lato Bisa Kurangi Ketergantungan Anak terhadap Gadget

Filatosofi, Filosofi di Balik Lato-lato

Mau menulis buku merasa perlu baca seratus literatur, mau jualan online merasa wajib menyimak seratus tutorial. Akibatnya tidak jadi-jadi jualannya.

Belajar dari lato-lato, langsung saja bertindak! Kita mahir dengan praktik, bukan dengan teori.

Kedua, permainan ini mengajarkan tentang kebersamaan. Sampai detik ini saya belum pernah melihat anak-anak bermain lato-lato dengan satu buah bola!

Tentu saja tak akan berhasil. Butuh dua bola yang bekerja bersama agar permainan ini sukses.

Tak ubahnya hidup ini terkadang ada saja yang akan lebih bermakna jika dikerjakan bersama. Contohnya shalat berjamaah, yang tak akan berhasil jika hanya seorang diri.

Minimal diperlukan dua orang untuk meraih pahala jamaah.

Ketiga, nilai-nilai percaya diri bisa kita lihat dari lato-lato. Betapa permainan dengan harga sangat murah ini, terbukti bisa mengalihkan perhatian anak-anak dari benda-benda mahal mereka seperti smartphone.

Dengan kata lain, untuk menjadi pemenang dalam kehidupan ini tidak selalu ditentukan oleh faktor modal.

Jangan sampai tidak ada dana menjadi alasan kita untuk tidak berusaha. Apalagi merasa pesimis duluan seolah pasti akan dikalahkan oleh mereka yang bermodal besar.

Keempat, kita belajar untuk menilai orang lain secara seimbang. Karena setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangan.

Sama seperti lato-lato, mainan ini punya kekurangan yaitu menimbulkan suara “taktak-taktak” yang mengganggu.

Selain itu talinya rawan putus, sehingga bola yang keras itu bisa terpental dan membahayakan.

Namun di balik kekurangan tersebut, lato-lato juga punya kelebihan bisa mengurangi intensitas anak-anak dengan gadget mereka.

Selain itu, lato-lato terbukti menumbuhkan kembali semangat bersosialisasi. Karena bermain lato-lato itu semakin seru jika bersama teman-teman.

Saya sendiri tidak menyangka bisa mengarang panjang seperti ini hanya mengupas lato-lato, sambil Anda tersenyum-senyum sendiri membacanya.

Hanya mainan inilah yang bisa melato-latokan hati kita berdua.[ind]

Sumber: https://t.me/semangatsubuh

 

Tags: FilatosofiFilosofi di Balik Lato-lato
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Lima Langkah Sehatkan Mental

Next Post

Fitnah Syahwat Dunia

Next Post
Perhatikan Jejak yang Kita Torehkan di Bumi

Fitnah Syahwat Dunia

Hujan Keberkahan di Gaza

BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan Hari Ini

Jakarta Islamic School Dapat Penghargaan Best Islamic Education Award

Jakarta Islamic School Dapat Penghargaan Best Islamic Education Award

  • Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    Simbang Kulon Night Carnival 2026 Viral, Adegan Bernuansa Satanic dan Kabar Peserta Meninggal

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Beberapa Penyebab Rambut Tipis Mudah Lepek

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9322 shares
    Share 3729 Tweet 2331
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    835 shares
    Share 334 Tweet 209
  • Beberapa Tips Memilih Tas yang bisa Dipakai di Berbagai Aktivitas

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Cara Sederhana Mengurangi Pahit Buah dan Daun Mengkudu

    504 shares
    Share 202 Tweet 126
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4226 shares
    Share 1690 Tweet 1057
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4803 shares
    Share 1921 Tweet 1201
  • Doa Nabi Musa AS untuk Jodoh dan Pekerjaan yang Mengajarkan Keteguhan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Inilah Negara Penghafal Qur’an Terbanyak

    514 shares
    Share 206 Tweet 129
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga