BANYAK orang mengira ibadah haji hanya memiliki satu tata cara. Padahal, dalam Islam terdapat tiga jenis pelaksanaan haji yang dapat dipilih sesuai kondisi dan kemampuan jamaah, yaitu Ifrad, Qiran, dan Tamattu.
Setiap jenis haji memiliki ketentuan dan tata cara berbeda, terutama dalam pelaksanaan umrah dan haji dalam satu perjalanan.
Pengertian Haji dan Umrah
Haji dan umrah merupakan ibadah yang dilakukan di Kota Makkah dengan menjalankan beberapa rangkaian ritual tertentu, seperti ihram, thawaf di Ka’bah, sa’i antara Bukit Safa dan Marwah, serta tahallul dengan mencukur atau memotong rambut.
Haji dikenal sebagai ibadah besar yang hanya dilaksanakan pada waktu tertentu di bulan Dzulhijjah.
Sementara itu, umrah dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun sehingga sering disebut sebagai ibadah haji kecil.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Perbedaan Haji dan Umrah
Perbedaan utama antara haji dan umrah terletak pada waktu pelaksanaannya.
Haji hanya bisa dilakukan pada musim haji, sedangkan umrah tidak terikat waktu tertentu.
Selain itu, rangkaian ibadah dan hukumnya juga memiliki perbedaan. Berikut perbedaannya yang dilansir dari aboutislam.
1. Haji Ifrad
Haji Ifrad adalah pelaksanaan ibadah haji tanpa disertai umrah. Jamaah hanya berniat untuk menunaikan haji saja.
Jenis ini biasanya dipilih oleh orang yang sudah pernah umrah sebelumnya atau memiliki waktu terbatas menjelang puncak pelaksanaan haji.
Misalnya seseorang yang baru tiba di Makkah mendekati Hari Arafah sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk melaksanakan umrah terlebih dahulu.
Dalam kondisi tersebut, ia dapat langsung berniat haji dan menjalankan manasik haji saja.
Calon Jamaah Wajib Tahu, Ini Perbedaan Haji Ifrad, Qiran, dan Tamattu
2. Haji Qiran
Qiran merupakan jenis haji dengan cara menggabungkan niat haji dan umrah sekaligus dalam satu pelaksanaan.
Pada jenis ini, jamaah melaksanakan rangkaian ibadah dengan satu ihram untuk dua ibadah sekaligus, yaitu umrah dan haji.
Cara ini biasanya dipilih oleh jamaah yang memiliki waktu singkat selama berada di Tanah Suci sehingga tidak memungkinkan melaksanakan umrah dan haji secara terpisah.
3. Haji Tamattu
Tamattu’ dilakukan dengan melaksanakan umrah terlebih dahulu, kemudian setelah selesai jamaah menunggu hingga masuk waktu haji untuk melaksanakan ibadah haji.
Jenis ini menjadi salah satu yang paling banyak dipilih karena jamaah memiliki kesempatan beristirahat setelah umrah sebelum memulai rangkaian ibadah haji.
Tamattu juga dianggap lebih fleksibel bagi jamaah yang datang lebih awal ke Makkah dan memiliki waktu tinggal lebih lama.
Baca juga: Nenek Asal Wonosobo Tunaikan Ibadah Haji Berkat Berdagang Daun Pisang
Inti Perbedaan Ketiga Jenis Haji
- Ifrad: hanya melaksanakan ibadah haji.
- Qiran: menggabungkan ibadah haji dan umrah dalam satu niat dan satu rangkaian.
- Tamattu: melaksanakan umrah terlebih dahulu, lalu haji setelahnya.
Bagi jamaah yang menjalankan haji Qiran dan Tamattu, diwajibkan menyembelih hewan dam sebagai bentuk syukur atas kemudahan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala.[Sdz]





