• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Apakah Terjadinya Bencana Alam adalah Azab dari Allah?

19/12/2022
in Khazanah, Unggulan
Apakah Terjadinya Bencana Alam adalah Azab dari Allah?

Foto: Pixabay

100
SHARES
771
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

SETIAP kali terjadi bencana alam, ramai dibicarakan apakah peristiwa yang terjadi merupakan azab dari Allah atau bukan?

Sebagian orang menyakini bahwa hal tersebut merupakan azab akibat berbagai kemaksiatan dan kemunkaran yang terjadi di daerah tersebut.

Biasanya hal ini akan diiringi dengan semacam invesitigas, kemunkaran apa yang terjadi di daerah tersebut sehingga mengundang bencana?

Pandangan ini tidak sepenuhnya salah, karena memang beberapa dalil baik dalam Al-Quran maupun sunah memberikan isyarat bahwa akibat dari banyaknya kemaksiatan dan kemunkaran adalah turunnya ‘bala’ dan ‘hukuman’ dari Allah.

Baca Juga: Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Jurnalis Siaga Bencana

Apakah Terjadinya Bencana Alam adalah Azab dari Allah?

Beberapa hadis menunjukkan bahwa jika kemaksiatan sudah merajalela di tengah masyarakat, Allah akan turunkan ‘azab’Nya. Di antaranya hadis berikut:

ما ظهرَ في قومٍ الزِّنا والرِّبا ؛ إلَّا أحلُّوا بأنفسِهِم عذابَ اللهِ

“Manakala zina dan riba merebak di suatu negeri, itu artinya mereka sedang mengundang azab Allah.” (HR. Ahmad, no. 3809, Ibnu Hibban, no. 4410)

Bahkan dalam Al-Quran, Allah menyatakan bahwa berbagai kerusakan (bencana) di daratan dan di lautan (di desa maupun di kota), tujuannya adalah;

لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟

“….Supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka… “ (QS. Ar Rum: 42)

Para ulama tafsir mengatakan, kata ‘sebagian’ pada ayat tersebut menggambarkan bahwa berbagai bencana yang menimpa umat manusia adalah baru ‘sebagian kecil’ dari azab yang Allah perlihatkan di dunia. Sebagian besar sisanya, jika tidak bertaubat, akan jauh lebih dahsyat nanti Allah timpakan di hari kiamat.

Namun demikian, melakukan vonis bahwa pada setiap bencana sebagai azab, juga tidak sepenuhnya dapat dibenarkan, apalagi jika wilayah tersebut banyak orang beriman dan ahli ketaatan.

Pertama karena azab yang sifatnya massif di suatu negeri itu sudah Allah ‘hapuskan’.

Bahkan para ulama menyatakan bahwa hal tersebut sudah ‘dihapus’ sejak diturunkannya kitab Taurat pada masa Nabi Musa alaihissalam, setelah ditenggelamkannya Fir’aun, sebagaimana diisyaratkan dalam Surat As-Syuara:

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ مِنۢ بَعْدِ مَآ أَهْلَكْنَا ٱلْقُرُونَ ٱلْأُولَىٰ بَصَآئِرَ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَّعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

“Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat.” (QS. Al-Qashash: 43)

Dalam hadis riwayat Al Hakim, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengutip ayat ini untuk menjelaskan bahwa sejak diturunkannya Taurat, Allah meniadakan azab yang membinasakan suatu negeri (HR. Hakim, no. 3534)

Kedua, banyak riwayat hadis yang menyatakan bahwa berbagai musibah yang menimpa muslim, justru akan meninggikan derajatnya di sisi Allah, bahkan hingga derajat syahid.

Sebab bedasarkan hadis riwayat Muslim, orang yang wafat karena penyakit tho’un (wabah), orang yang mengalami sakit pada perutnya, orang yang tertimpa reruntuhan (longsor) dan orang yang mati tenggelam dan yang terbunuh dalam perang di Sabilillah, maka dia tergolong mati syahid.

Bahkan, boleh jadi musibah atau bencana yang menimpa seseorang justru alamat cinta dari Allah. Karena Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menyatakan bahwa jika Allah mencintai seseorang maka Dia akan menguji mereka, semakin tinggi bala’nya semakin besar pahalanya..

إنَّ عِظَمَ الجزاءِ مع عِظَمِ البلاءِ ؛ و إنَّ اللهَ تعالى إذا أحبَّ قومًا ابتلاهم

“Sesungguhnya besarnya balasan tergantung besarnya ujian. Sesugguhnya Allah Taala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya.” (HR. Tirmizi, no. 2396)

Jadi bagaimana kesimpulannya? Apakah bencana yang terjadi dapat dibilang azab atau bukan?

Mungkin dapat kita rangkum semuanya dengan menyatakan bahwa bencana yang terjadi di berbagai tempat adalah azab Allah bagi ahli maksiat, penghapus dosa dan peninggi derajat bagi orang saleh, dan lambang cinta Allah bagi para kekasih dan wali Allah yang sangat tinggi kedudukannya karena ketakwaannya kepadaNya.

Wallahu a’lam.

Catatan: Ustadz Abdullah Haidir, Lc

Tags: Apakah Terjadinya Bencana Alam adalah Azab dari Allah?
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Doa dan Dzikir agar Tidak Malas

Next Post

Jumat Berkah, LAZ Al Azhar Salurkan Makanan Siap Saji di Mushala Darurat Gempa Cianjur

Next Post
Jumat Berkah, LAZ Al Azhar Salurkan Makanan Siap Saji di Mushala Darurat Gempa Cianjur

Jumat Berkah, LAZ Al Azhar Salurkan Makanan Siap Saji di Mushala Darurat Gempa Cianjur

Paragon Gelar Graduation Ceremony Wardah Inspiring Teacher 2022

Paragon Gelar Graduation Ceremony Wardah Inspiring Teacher 2022

Anak-anak SMU JIBBS Studi di Madinah

Memasukkan Sekolah dengan Latar Belakang Agama yang Bagus

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1903 shares
    Share 761 Tweet 476
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Makan Sahur saat Terdengar Azan Subuh

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    256 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3565 shares
    Share 1426 Tweet 891
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3127 shares
    Share 1251 Tweet 782
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1181 shares
    Share 472 Tweet 295
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1709 shares
    Share 684 Tweet 427
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga