PADA fase awal penyebaran Islam, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghadapi situasi sosial dan politik yang tidak kondusif.
Tekanan, intimidasi, dan kekerasan dari kaum Quraisy membuat umat Islam yang masih berjumlah sedikit berada dalam posisi rentan.
Dalam konteks inilah, sekitar tahun kelima kenabian, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memilih rumah milik al-Arqam ibn Abi al-Arqam al-Makhzumi, yang kemudian dikenal sebagai Dar al-Arqam sebagai pusat pertemuan dan pembinaan kaum Muslimin.
Dikutip dari buku Manajemen Pendidikan Ala Rasulullah karya Imron Fauzi, pemilihan Dar al-Arqam tidak bersifat kebetulan, melainkan didasarkan pada pertimbangan strategis.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Para sejarawan dan peneliti sirah umumnya mengemukakan beberapa faktor utama yang menjelaskan keputusan tersebut.
Pertama, al-Arqam berasal dari Bani Makhzum, salah satu klan Quraisy yang dikenal sebagai pesaing dan bahkan musuh tradisional Bani Hasyim, klan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Kondisi ini membuat kaum Quraisy sulit menduga bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan menggunakan rumah anggota Bani Makhzum sebagai tempat aktivitas dakwah, sehingga faktor keamanan relatif lebih terjaga.
Kedua, usia al-Arqam pada masa itu tergolong sangat muda, diperkirakan sekitar 16 tahun.
Alasan Pemilihan Dar al-Arqam pada Fase Awal Dakwah Islam
Rumah milik seorang pemuda belia tidak menimbulkan kecurigaan besar di kalangan elite Quraisy.
Dalam pandangan masyarakat saat itu, kecil kemungkinan sebuah rumah pemuda digunakan sebagai pusat kegiatan yang dianggap mengancam tatanan sosial dan keagamaan Mekah.
Ketiga, keislaman al-Arqam masih dirahasiakan dan belum diketahui secara luas oleh kaum Quraisy.
Baca juga: Kiprah Politik Muslimah di Masa Awal Islam
Hal ini memberikan keuntungan tersendiri karena rumah tersebut tidak berada dalam pengawasan ketat, berbeda dengan rumah-rumah tokoh yang telah dikenal memeluk Islam.
Dengan demikian, Dar al-Arqam berfungsi sebagai ruang aman untuk pengajaran, penguatan akidah, dan konsolidasi umat Islam pada masa awal.
Pemilihan tempat ini mencerminkan kebijaksanaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam membaca situasi sosial serta menerapkan strategi dakwah yang hati-hati, terukur, dan berorientasi pada perlindungan umat.[Sdz]





