• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 21 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Al Hasan bin Al Haitsam Ilmuwan Muslim yang Dilupakan

10/04/2023
in Khazanah
Al Hasan bin Al Haitsam Ilmuwan Muslim yang Dilupakan

Foto: Tribun Jogja

158
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Al Hasan bin Al Haitsam Ilmuwan Muslim yang Dilupakan

KIPRAH ilmuwan muslim memang banyak yang tidak diketahui. Kini kita lebih mengenal ilmuwan-ilmuwan Barat, sementara jika dibuka lagi literatur banyak ilmuwan muslim justru yang terlebih dulu memberikan prestasi dan penemuan-penemuan bermanfaat.

Tetapi kemudian banyak pula ilmuwan Barat yang mengganti nama suatu penemuan dengan nama pribadinya, atau menyembunyikan literaturnya.

Seperti halnya Al-Hasan bin Al-Haitsam seorang ilmuwan muslim terkemuka dan memiliki prestasi yang menonjol diantara para ilmuwan dibidang ilmu pengetahuan alam.

Akan tetapi sangat disayangkan adalah dia tidak mendapatkan haknya, namanya terkubur, dan tidak mendapatkan kedudukan yang semestinya.

Baca Juga: Menyasar Pelosok, Muslimah Wahdah Soppeng Tebar Iftar Tahap 2 di Jekkae, Kec. Citta

Al Hasan bin Al Haitsam Ilmuwan Muslim yang Dilupakan

Ia memiliki nama lengkap Abu Al-Hasan bin Al-Hasan bin Al-Haitsam, ia lebih dikenal dengan nama Al-Bashri. Lahir di Bashrah, Iraq pada tahun 354 H (965 M) dan wafat di tahun 430 H (1039 M) di Cairo.

Ia belajar di Bashrah kemudian ke Iraq untuk mendalami ilmu-ilmu agama baru kemudian matematika, astronomi, kedokteran dan filsafat.

Bidang yang menonjol pada Ibnul Haitsam diantaranya:

– Ilmu matematika yang meliputi ilmu hitung, aljabar, geometri dan hitungan trigonometri.

– Ilmu pengetahuan alam; terutama ilmu optik yang oleh Ibnul Haitsam disebut “ilmu al-manazhir.”

– Ilmu Falak atau ilmu astronomi sebagaimana yang dikatakan oleh para ilmuan Islam.

Di umur 30 tahun Ibnul Haitsam pergi ke Mesir atas undangan Khalifah Dinasti Fatimiyah, Al-Hakim Biamrillah. Dia mengjabiskan sebagaian besar waktunya di Cairo.

Disana ia melanjutkan penelitiannya dan menulis banyak buku. Ibnul Haitsam hidup di Cairo dalam keadaan sederhana dan tawadhu, dia hanya tinggal di sebuah kamar di dekat pintu gerbang Masjid Al-Azhar.

Dia terpaksa menyibukkan diri dengan menggandakan buku-buku Euklides dan Ptolemaeus serta lainnya dan menjual di depan mesjid Al-Azhar untuk menyambung hidupnya.

Diantara penemuannya adalah:

– Ibnul Haitsam membongkar teori lama yang diwariskan ilmu filsafat Yunani bahwa penglihatan terjadi akibat keluarnya seberkas cahaya dari mata orang yang melihat objek benda sehingga terjadilah penglihatan.

Ibnul Haitsam justru menemukan teori sebaliknya, bahwa penglihatan terjadi akibat adanya seberkas cahaya pada objek benda yang dilihat ke mata sehingga berpengaruh padanya.

Teori sederhana ini sangat logis dan wajar jika disebut “pembuka yang nyata” bagi ilmu pengetahuan sebagai “langkah yang besar” dari langkah peradaban manusia.

– Ibnul Haitsam mempelajari studi keterbalikan dengan menggunakan cermin datar dan cermin cekung dan berhasil membuat kaidah khusus untuk itu.

Dia menentukan posisi dan pengaruh pertemuan cahaya dan bagaimana cara memperbesar gambar.

– Menunjukkan adanya perbedaan ketebalan cahaya pada berbagai macam media (seperti kaca, air, udara, dan benda lainnya) serta menjelaskan bahwa tingkat pembiasan cahaya berbeda-beda antara satu media dengan lainnya.

– Penelitiannya pada lensa ( istilah Ibnu Haitsam untuk kaca pembesar) dan potensi pembesarannya membuka jalan bagi penemuan kaca mata.

– Dia mempelajari anatomi mata, menjelaskan susunannya dengan gambar-gambar dan membuat nama pada setiap bagiannya seperti yang kita kenal sekarang.

– Al Hasan bin Al-Haitsam menemukan suatu pemikiran tentang ruang gelap dan melakukan eksperimen yang menjadi dasar pembuatan kamera dan perlengkapan lainnya seperti lampu sorot, televisi dan video.

Ibnul Haitsam adalah contoh ilmuwan yang berhati mulia, bersih hatinya dan mencintai kebaikan. Hal ini dapat diketahui dari penghormatannya yang diberikan kepada para ilmuwan dan tidak menyelewengkannya.

Apabila dalam penelitiannya dia menemukan suatu hal yang baru, dia menyebutkan dalam buku-bukunya dengan sikap tawadhu dan tidak sombong.

Ibnul Haitsam bukanlah orang yang suka mendekatkan diri pada penguasa untuk mendapatkan penghargaan atau materi.

Dia memilih profesi sebagai pengganda naskah-naskah manuskrip dan menjualnya dan ia hanya cukup menggandakan tiga manuskrip yang cukup untuknya hidup setahun.

Setelah itu, dia menjalani hari-harinya dengan zuhud agar dapat konsentrasi melakukan penelitian dan menulis karya-karyanya. (w)

Sumber : 147 Ilmuan Terkemuka dalam Sejarah Islam, Muhammad Gharib Gaudah, Pustaka Al-Kautsar

Tags: Al Hasan bin Al Haitsam Ilmuwan Muslim yang Dilupakan
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Belajar Maaf dari Buya Hamka

Next Post

Berkah Ramadan, Salimah Bojonggede Raih Omzet Rp25 Juta dari Jualan Salimah Food

Next Post
Berkah Ramadan, Salimah Bojonggede Raih Omzet Rp25 Juta dari Jualan Salimah Food

Berkah Ramadan, Salimah Bojonggede Raih Omzet Rp25 Juta dari Jualan Salimah Food

Salimah Meriahkan Pertengahan Ramadan dengan Khatam Qur’an dan Berbagi Takjil

Salimah Meriahkan Pertengahan Ramadan dengan Khatam Qur'an dan Berbagi Takjil

Penyebab flexing menurut dosen psikologi UGM

Penyebab Flexing, Ini Kata Dosen Psikologi UGM

  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8694 shares
    Share 3478 Tweet 2174
  • Spirit Doll Boneka Arwah dan Hukumnya dalam Islam

    355 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    977 shares
    Share 391 Tweet 244
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11479 shares
    Share 4592 Tweet 2870
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    258 shares
    Share 103 Tweet 65
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4444 shares
    Share 1778 Tweet 1111
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    242 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3912 shares
    Share 1565 Tweet 978
  • Konsolidasi bersama Mitra, Ketua KPIPA: Membela Palestina Bukan Pekerjaan Pribadi

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga