• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Aksi dan Narasi

02/11/2024
in Khazanah, Unggulan
Aksi dan Narasi

foto:pinterest

76
SHARES
581
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

AKSI dan narasi dijelaskan oleh Ustaz Farid Nu’man Hasan.

Ketika para sahabat geram dengan ulah Abdulllah bin Ubay bin Salul, yang selalu membuat kesal kaum Muslimin, karena sikapnya yang menikam kawan seiring menggunting dalam lipatan, selalu menentang kebijakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, khususnya yang terkait dengan sanksi terhadap makar Yahudi.

Abdullah bin Ubay bin Salul selalu berpihak kepada Yahudi, karena sedari awal dia memang tidak senang dengan kehadiran Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menetap di Madinah, hadirnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah meredupkan reputasinya dan mengkandaskan karirnya yang tinggal hanya selangkah lagi menjadi pemimpin Yatsrib (Madinah).

Umar bin Khattab dan beberapa sahabat lainnya menawarkan diri kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mengeksekusi Abdullah bin Ubay bin Salul, ketika hal itu didengar oleh putranya Abdulllah bin Ubay bin Salul, diapun angkat bicara dan berkata:

“Ya Rasulullah, ketimbang engkau menyuruh seseorang untuk membunuh Ayahku lebih baik aku saja yang membunuhnya, karena bila aku melihat orang yang membunuh ayahku maka tidak mustahil aku akan membunuhnya pula, maka berdosalah aku karena telah membunuh seorang Muslim.”

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mencermati sikap para sahabatnya itu dengan kepala dingin dan lapang dada, beliau paham betul akan gejolak jiwa sebagian sahabatnya yang serasa mendidih darahnya bila melihat sikap dan ulah Abdullah bin Ubay bin Salul.

Namun beliau tetap mengkalkulasi dampak dan memitigasi resiko atas segala tindakan dan ucapan yang semakin memperkeruh suasana, menimbulkan kegaduhan, kontraproduktif dan menjadi blunder buat kerja kerja dakwah dan perjuangan menyampaikan risalah.

Oleh karena itu dengan kelembutan hatinya saat beliau diminta untuk mengeluarkan kata perintah untuk membunuh Abdullah bin Ubay bin Salul, beliau menolak dengan halus seraya bersabda:

فكيف يا عمراذا تحدث الناس ان محمدا يقتل أصاحبه؟

Aksi dan Narasi

Baca juga: Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis Gelar Aksi Palestina di Depan Kedubes AS, Artis dan Influencer Turut Meramaikan

“Bagaimana Ya Umar, jika orang orang berkata bahwasanya Muhammad telah membunuh teman temannya sendiri.”

Aksi dan Narasi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tersebut merefleksikan “Nudujul Fikroh” (kematangan berfikir) seorang pemimpin dalam melontarkan pernyataan, pernyataannya terukur sehingga tidak menimbulkan isu dan gejolak yang memberikan bola lambung kepada pihak pihak yang tidak senang kepada dakwah dan risalahnya.

Jika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengiyakan permintaan sahabatnya untuk membunuh Abdullah bin Ubay bin Salul, bisa jadi hal itu dijadikan propaganda oleh kafir Quraisy Mekkah, mereka memviralkan kabar dan peristiwa pembunuhan tersebut seraya berkata:

“Lihat tuh Muhammad membunuh saudaranya sendiri yang belum lama masuk Islam, kalau kalian coba coba masuk Islam tidak tertutup kemungkinan kalian akan mengalami hal yang sama.”

Hikmah dan ibroh yang dapat diambil dari pelajaran di atas di antaranya:

1. Seorang Da’i dan tokoh Islam harus memperhatikan aksi dan narasinya agar senantiasa positif dalam menyampaikan pesan pesan dakwahnya, tanpa melukai perasaan orang yang di dakwahinya.

2. Aktivis Islam yang telah menjadi pejabat publik dan calon pejabat publik juga harus hati-hati dalam menyampaikan pesan dan pernyataan di ruang publik, dengan memilih diksi dan narasi yang baik, yang tidak kontra produktif dan tidak blunder terhadap tujuan tujuannya yang mulia.

3. Di era sosial media sekarang ini aktifis dakwah tidak hanya menjaga lisannya tapi juga menjaga jempolnya (hifzhullisaan wal Ibham), agar tidak mudah membuat konten dan narasi yang rawan kegaduhan, atau menshare dan menyebarluaskan hoax via dunia maya yang kontra produktif bagi keberlangsungan dakwah.[Sdz]

Tags: Aksi dan Narasi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Najelaa Shihab Terpilih Menjadi Tamu Chen Yidan dari Harvard Graduate School of Education 2024-2025

Next Post

Menag Ungkap Kerukunan Umat Beragama Sangat Berharga bagi Masyarakat Dunia

Next Post
Menag Ungkap Kerukunan Umat Beragama Sangat Berharga bagi Masyarakat Dunia

Menag Ungkap Kerukunan Umat Beragama Sangat Berharga bagi Masyarakat Dunia

Mengantre untuk Mendapatkan Roti, Anak Perempuan 9 Tahun Gaza ini Diserang Israel

Mengantre untuk Mendapatkan Roti, Anak Perempuan 9 Tahun Gaza ini Diserang Israel

Terapi Jus untuk Malaria

Terapi Jus untuk Malaria

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8244 shares
    Share 3298 Tweet 2061
  • Yuk Berburu Menu Vegetarian di Vegan Festival Indonesia 2018

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    798 shares
    Share 319 Tweet 200
  • Menghina Allah dalam Hati

    458 shares
    Share 183 Tweet 115
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3695 shares
    Share 1478 Tweet 924
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4228 shares
    Share 1691 Tweet 1057
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11269 shares
    Share 4508 Tweet 2817
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1163 shares
    Share 465 Tweet 291
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4550 shares
    Share 1820 Tweet 1138
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga