PCOS atau sindrom ovarium polikistik merupakan gangguan hormonal yang cukup umum dialami wanita pada usia reproduktif. Kondisi ini dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, gangguan ovulasi, jerawat, pertumbuhan rambut berlebih, hingga kesulitan mendapatkan kehamilan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), PCOS diperkirakan memengaruhi sekitar 10–13 persen wanita usia reproduktif di dunia.
Baca Juga: Jangan Bersedih Allah Bersama Kita
Kenali Faktor Utama yang Memicu PCOS bagi Wanita
Lantas, apa sebenarnya penyebab PCOS? Sampai sekarang, penyebab tunggal PCOS belum diketahui secara pasti. Para ahli melihat kondisi ini sebagai hasil dari kombinasi faktor genetik, hormonal, dan metabolik.
1. Faktor genetik
Riwayat keluarga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Wanita yang memiliki ibu atau saudara perempuan dengan PCOS memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa. Risiko juga lebih besar pada mereka yang memiliki riwayat diabetes tipe 2 dalam keluarga. WHO menyebutkan bahwa faktor genetik berperan dalam meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami PCOS.
Artinya, PCOS bukan semata-mata akibat kebiasaan yang dilakukan seseorang. Ada faktor bawaan yang memang tidak dapat dikendalikan.
2. Resistensi insulin
Resistensi insulin juga sering berkaitan dengan PCOS. Kondisi ini terjadi ketika sel tubuh kurang merespons insulin sehingga tubuh perlu menghasilkan lebih banyak insulin untuk membantu mengatur kadar gula darah.
Kadar insulin yang tinggi dapat berkaitan dengan peningkatan produksi androgen atau hormon yang biasanya lebih banyak ditemukan pada pria. Ketidakseimbangan tersebut kemudian dapat mengganggu proses ovulasi dan siklus menstruasi. Resistensi insulin juga dapat terjadi pada wanita dengan PCOS yang tidak mengalami obesitas.
3. Ketidakseimbangan hormon
Salah satu ciri penting PCOS adalah kadar androgen yang lebih tinggi dari normal. Peningkatan androgen dapat mengganggu perkembangan folikel di ovarium sehingga proses ovulasi tidak berlangsung sebagaimana mestinya.
Akibatnya, menstruasi bisa datang tidak teratur atau bahkan tidak datang selama beberapa waktu. Kondisi ini juga dapat disertai jerawat, kulit lebih berminyak, pertumbuhan rambut berlebih di wajah atau tubuh, maupun penipisan rambut kepala.
4. Berat badan dan faktor metabolik
Kelebihan berat badan bukan penyebab tunggal PCOS. Namun, berat badan berlebih dapat memperburuk resistensi insulin dan gangguan metabolisme pada sebagian wanita yang sudah memiliki PCOS. Karena itu, hubungan antara PCOS dan berat badan cukup kompleks.
Sebaliknya, wanita dengan tubuh yang tidak gemuk juga tetap bisa mengalami PCOS. Jadi, tidak tepat jika PCOS hanya dianggap sebagai masalah yang dialami wanita dengan berat badan berlebih.
5. Faktor lingkungan dan gaya hidup
Selain faktor genetik dan hormonal, faktor lingkungan serta gaya hidup juga dapat berperan dalam kondisi metabolik yang berkaitan dengan PCOS. Namun, penting untuk tidak menyalahkan diri sendiri ketika mengalami kondisi ini. PCOS merupakan gangguan yang kompleks dan tidak muncul hanya karena satu kebiasaan tertentu.
Jika menstruasi sering tidak teratur, muncul pertumbuhan rambut berlebih, jerawat yang sulit dikendalikan, atau mengalami kesulitan hamil, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah PCOS. Pemeriksaan dokter diperlukan karena gejala serupa dapat muncul pada kondisi kesehatan lain.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Semakin cepat gangguan hormonal dikenali, semakin mudah pula penanganannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing wanita. PCOS memang belum memiliki satu penyebab yang dapat dijadikan jawaban tunggal, tetapi gejalanya dapat dikelola melalui perubahan gaya hidup, obat-obatan, maupun penanganan medis sesuai kebutuhan. [DW]




