MEMASUKI usia enam bulan, bayi mulai membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk melengkapi kebutuhan gizinya. Pada tahap ini, orang tua perlu memperkenalkan beragam bahan makanan agar si kecil mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Salah satu bahan makanan yang bisa menjadi pilihan adalah ikan.
Selain mudah diolah menjadi berbagai menu, ikan merupakan sumber protein hewani yang mengandung zat gizi penting bagi bayi. Beberapa jenis ikan juga mengandung omega-3 yang berperan dalam perkembangan otak. Kabar baiknya, tidak harus selalu menggunakan ikan salmon yang harganya relatif mahal. Ada banyak ikan lokal yang bisa menjadi pilihan menu MPASI sehari-hari.
Baca Juga: Jangan Bersedih Allah Bersama Kita
7 Jenis Ikan untuk MPASI yang Kaya Nutrisi dan Baik untuk Tumbuh Kembang Bayi
Berikut tujuh jenis ikan yang cocok untuk MPASI beserta alasannya.
1. Ikan lele
Ikan lele bisa menjadi pilihan praktis karena mudah ditemukan di pasar tradisional dengan harga terjangkau. Ikan ini mengandung protein yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pembentukan jaringan tubuh bayi.
Teksturnya juga relatif lembut setelah dimasak matang sehingga mudah dihaluskan menjadi bubur atau dicampurkan dengan nasi dan sayuran.
2. Ikan kembung
Jika ingin memberikan ikan yang kaya omega-3, ikan kembung bisa dipertimbangkan. Ikan lokal ini mengandung protein dan asam lemak yang mendukung perkembangan otak serta fungsi tubuh.
Harganya juga cenderung lebih ramah di kantong dibandingkan beberapa ikan laut lainnya. Pastikan durinya dibersihkan dengan teliti sebelum diolah menjadi MPASI.
3. Ikan salmon
Salmon dikenal sebagai sumber protein dan asam lemak omega-3, termasuk DHA. Nutrisi tersebut berperan dalam mendukung perkembangan otak dan sistem saraf bayi.
Salmon dapat dikukus atau dipanggang hingga matang, kemudian dihaluskan sesuai tekstur makanan yang dibutuhkan si kecil.
4. Ikan patin
Ikan patin memiliki tekstur daging yang lembut dan rasa relatif ringan. Kandungan protein serta lemaknya dapat membantu memenuhi kebutuhan energi bayi.
Ikan ini cocok diolah menjadi sup atau bubur MPASI. Pilih patin segar dan pastikan seluruh bagian yang diberikan sudah bebas duri.
5. Ikan gabus
Ikan gabus merupakan salah satu ikan air tawar yang mengandung protein. Kandungan tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh.
Dagingnya bisa dimasak hingga lunak, lalu dicampurkan dengan kentang, nasi, atau sayuran agar menu MPASI lebih beragam.
6. Ikan bandeng
Bandeng memiliki kandungan protein dan lemak yang dapat melengkapi kebutuhan gizi bayi. Namun, ikan ini terkenal memiliki banyak duri halus.
Karena itu, pengolahannya membutuhkan ketelitian ekstra. Pastikan duri benar-benar sudah dibuang sebelum daging ikan diberikan kepada bayi.
7. Ikan nila
Ikan nila mudah ditemukan dan dapat menjadi sumber protein hewani untuk MPASI. Rasanya yang ringan membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai bahan makanan.
Daging ikan nila dapat dikukus hingga matang, kemudian disuwir dan dihaluskan sesuai kemampuan makan bayi.
***
Ikan dapat diperkenalkan sejak bayi mulai MPASI pada usia sekitar enam bulan. Pilih ikan segar, masak hingga benar-benar matang, dan periksa durinya dengan teliti. Hindari memberikan ikan mentah atau setengah matang.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Untuk bayi yang baru memulai MPASI, sesuaikan tekstur ikan dengan kemampuan makannya. Ikan dapat dihaluskan bersama nasi, kentang, atau sayuran. Jangan menambahkan garam dan gula secara berlebihan.
Ikan juga termasuk makanan yang berpotensi memicu alergi. Saat pertama kali mengenalkannya, berikan dalam jumlah kecil dan perhatikan reaksi bayi. Jika muncul gejala seperti biduran, muntah, atau pembengkakan, segera cari bantuan medis.
Dengan pilihan ikan yang beragam, menu MPASI tidak harus mahal atau monoton. Lele, kembung, patin, hingga nila dapat menjadi alternatif bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan si kecil selama masa pertumbuhan. [DW]





