JAKARTA Islamic School (JISc) tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu bagi siswa, tetapi juga menjadi lingkungan pendidikan yang berperan dalam membangun karakter dan nilai spiritual. Hal ini dirasakan langsung oleh Ibu Corry Pamela, entertainer sekaligus orang tua murid JISc, yang telah mempercayakan pendidikan putra-putranya di sekolah tersebut.
Dalam wawancara eksklusif bersama tim Chanel Muslim pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Jakarta Islamic School, Ibu Corry Pamela menceritakan pengalaman keluarganya selama menjadi bagian dari JISc. Ia bersama sang suami, Bapak Umar Syarif, merupakan orang tua dari Salim Shia Syawallabeouf, alumni JISc yang telah diwisuda pada 2022.
Baca Juga: Science Project Primary 3 JISc Kenalkan Eksperimen Rainbow in a Glass
Ibu Corry Pamela Ungkap Alasan Tetap Percayakan Pendidikan Anak kepada JISc
Meski putra pertamanya telah menyelesaikan pendidikan di JISc, kepercayaan keluarga tersebut terhadap sekolah tidak berhenti. Dua putra mereka lainnya saat ini masih menempuh pendidikan di JISc.
Bagi Ibu Corry, salah satu alasan utama memilih JISc adalah kuatnya nilai-nilai spiritual yang ditanamkan kepada para siswa. Menurutnya, pendidikan agama menjadi bagian penting dalam membentuk karakter anak, terlebih di tengah tantangan zaman yang semakin beragam.
“Agama itu ibarat pondasi kehidupan ya, dan saya lihat di JISc ini betul-betul dibangun kuat untuk pondasinya. Bahkan anak saya, Salim selalu ditunjuk teman-temannya untuk kegiatan keagamaan setelah lulus dari JISc ini. Insya Allah anak-anak saya menjadi anak-anak yang sholeh,” ujar Ibu Corry.
Ia menilai, pendidikan yang diberikan kepada anak seharusnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Menurutnya, kemampuan anak dalam memahami agama, memiliki akhlak yang baik, serta mampu membawa nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi hal yang tidak kalah penting.
Pengalaman Salim setelah lulus dari JISc menjadi salah satu hal yang membuat Ibu Corry semakin melihat pentingnya pendidikan berbasis nilai spiritual. Ia menyebut Salim masih dipercaya oleh teman-temannya untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan meskipun sudah tidak lagi menjadi siswa JISc.
Hal tersebut menjadi gambaran bagi Ibu Corry bahwa pembentukan karakter yang dilakukan selama masa sekolah dapat terus melekat pada diri anak setelah mereka lulus. Nilai-nilai yang diperoleh di lingkungan pendidikan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sebagai orang tua, Ibu Corry berharap kedua putranya yang masih bersekolah di JISc juga dapat memperoleh pengalaman dan pembentukan karakter yang sama. Ia ingin anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang memiliki kecerdasan, kemampuan menghadapi perkembangan zaman, sekaligus tetap berpegang teguh pada nilai agama.
Keputusan Ibu Corry dan Bapak Umar untuk kembali mempercayakan pendidikan putra kedua dan ketiga mereka kepada JISc menjadi bentuk kepercayaan keluarga terhadap sistem pendidikan yang diterapkan sekolah.
Bagi Ibu Corry, pendidikan terbaik bukan hanya tentang seberapa tinggi pencapaian akademik seorang anak, tetapi juga tentang seberapa kuat pondasi agama dan karakter yang dimilikinya. Dari JISc, ia berharap putra-putranya dapat tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. [DW]





