• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 12 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Jendela Hati

Kegalauan Anak Setelah Sarapan Pagi

23/04/2022
in Jendela Hati, Unggulan
Setelah Sarapan Pagi

Foto: Fifi P Jubilea

79
SHARES
611
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ANAKKU masuk kamar dengan bersungut-sungut. Setelah sarapan pagi di sebuah hotel yang kebetulan dia memang ikut acara tour Jogja dengan guru-guru.

Katanya, “Syifa tuh bingung Mii mau jawab apa. Program pendidikan Syifa ini kan aneh. Semua guru pada nanyain Syifa sekolah di mana, ambil jurusan apa? Mau di mana kuliahnya dan lain-lain dan lain-lain. Syifa musti jawab apa?”

Lalu ku jawab, “Kenapa sih? Santai saja lagi, kalau kita ke mana-mana semua juga pasti tanya-tanya ini itu, ya jawab saja sebisa dan setahu kamu dan bilang saja suruh tanya Umi gitu atau jawab saja disuruh Umi.”

Ketika itu aku tidak menyalahkan siapa-siapa. Kadang memang begitu. Kalau ketemu dengan anak teman kita pasti kita tanya sekolahnya di mana.

Baca juga: Makanan dalam Perjalanan ke Turki

Yang paling nggak enak tuh yang masuk pesantren pasti ditanya, “Sudah berapa juz hafalannya?”

Dan ketika kedapatan sang anak pesantren ini main game melulu pasti muncul komentar, “Ini anak pesantren di sana dikukung kali yaa jadi ketika liburan malah main game melulu. Ya dari awal acara arisan keluarga sampai selesai. Khusyuk betul jempol dan mata menuju ke hape yang kayaknya sudah memanas.”

Lebih panik lagi bila ada yang ajak ngomong bahasa Arab. Kalau si anak bengong segera dicap, “Wah, kok masuk pesantren nggak bisa bahasa Arab.”

Soal pendidikan anak

Soal pendidikan anak gadisku, sebetulnya ingin aku menjelaskan kepada  banyak orang. Tapi untuk apa? Bikin konferensi pers sekalian gitu?!

Gini lho jeng dan handai taulan, anakku kan sangat rajin yaa bukan agak rajin. Lalu dia dapat semacam jalur khusus (kayak PMDK) sehingga bisa masuk kuliah duluan di Western Uni. Agak susah menjelaskannya,  tapi itu Universitas terbaik seluruh Australia dan dia sudah masuk kuliah tapi belum graduation.

Jadi kayak curi start gitu. Masuk kuliah lebih cepat dari teman seangkatan. Lalu, ketika ada graduation di SMU-nya, dia ikutan.

Kemudian, ketika mau ambil penjurusan di semester dua ini, aku setelah diskusi dengan suami dan anakku, dia aku masukin pesantren dulu (satu tahun). Belajar tahfidz lagi, belajar ulumul syar’i dan persiapan dakwah, di sebuah pesantren namanya ‘al Ilmy sebut saja begitu.

Jadi ya seperti itulah anakku agak bingung juga kalo ditanya sekolah atau kuliah di mana. Pertanyaan masalah sekolah ini membuat galau anakku karena memang ia tidak menempuh pendidikan yang biasa seperti umumnya. Diperlukan keberanian khusus dari orangtua maupun sang anak sendiri.

Persepsi sendiri tanpa klarifikasi

Bayangkan anak disuruh cuti kuliah di tahun awal masuk setelah diterima di Universitas terbaik di Australia hanya untuk belajar tahfidz dan memperdalam ilmu diniyah. Ini bukan langkah biasa dan sebagai orangtuanya aku juga sedikit deg-degan. Tetapi hal ini sudah dibicarakan dalam keluarga kami. Dan semoga ini adalah jalan yang terbaik karena agama menjadi prioritas dalam keluarga kami.

Menayakan hal yang umum memang tidak mengapa, tetapi ketika sudah terlalu ingin tahu, atau bahkan sampai menduga-duga inilah yang banyak terjadi di masyarakat. Hanya karena memilih jalur yang berbeda, atau hanya karena status yang ‘mengambang’ akhirnya melahirkan persepsi sendiri tanpa klarifikasi.

“Mi, kenapa semua orang kok tahu sih Ummi sakit kakinya? kata mereka ummi harus banyak istrahat dan bla bla bla… Mii, kok orang tahu kita mau pulang hari Selasa? Mi, kok pada tahu yaa rumah kita mau di jual.”

Rupanya anakku tidak siap kalau ibunya dah seperti public figure meski hanya dilingkup lokalan. Tetapi ini menjadi pelajaran bagiku dan semoga bagi yang lain juga, bahwa ternyata kadang ada hal yang membuat anak kita tidak nyaman meski orang lain juga tidak bermaksud untuk memberikan pandangan atau statement ‘aneh’.

“Katakanlah sesungguhnya shalatku, sembelihanku, kehidupanku dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam.” (QS. Al-An’am: 162)

Website:

https://ChanelMuslim.com/jendelahati

https://www.jakartaislamicschool.com/category/principal-article/

Facebook Fanpage:

https://www.facebook.com/jisc.jibbs.10

https://www.facebook.com/Jakarta.Islamic.Boys.Boarding.School

Instagram:

www.instagram.com/fifi.jubilea

Twitter:

https://twitter.com/JIScnJIBBs

Tags: jendela hatijibbsjigscjiscmam fifi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Ustaz Maulana Ingatkan Selalu Konsumsi Makanan Halal dan Thayyib Demi Keberkahan

Next Post

Dompet Dhuafa Gelar Pawai Semarak Ramadan, Berbagi untuk Yatim dan Dhuafa

Next Post
Dompet Dhuafa Gelar Pawai Semarak Ramadan, Berbagi untuk Yatim dan Dhuafa

Dompet Dhuafa Gelar Pawai Semarak Ramadan, Berbagi untuk Yatim dan Dhuafa

Membaca Ayat-ayat Pilihan Setelah aI-Fatihah

Membaca Ayat-Ayat Pilihan Setelah aI-Fatihah

Menghidupkan 10 malam terakhir Ramadan

Cara Menghidupkan 10 Malam Terakhir Ramadan

  • Perang Pemikiran, Louis IX, dan Alasan Kenapa Umat Hari Ini Diam Atas Palestina

    Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1903 shares
    Share 761 Tweet 476
  • Simak Hadits-Hadits tentang Keutamaan Sepuluh Malam Terakhir Ramadan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Hukum Makan Sahur saat Terdengar Azan Subuh

    140 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Hadis tentang 10 Hari Terakhir Ramadan

    256 shares
    Share 102 Tweet 64
  • Milad ke-26, Salimah Kota Blitar Gelar Khataman Qur’an dan Santunan Anak Yatim

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3565 shares
    Share 1426 Tweet 891
  • Daftar 30 Lagu Sambut Ramadan

    129 shares
    Share 52 Tweet 32
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3127 shares
    Share 1251 Tweet 782
  • Dalil Membaca Allahumma Ajirni Minannaar

    1181 shares
    Share 472 Tweet 295
  • 4 Pengertian Takwa Menurut Ali bin Abi Thalib

    1709 shares
    Share 684 Tweet 427
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga