• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 28 Maret, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Jendela Hati

Binatang Idaman Nabi

23/10/2025
in Jendela Hati, Unggulan
Binatang Idaman Nabi

Foto: FB Fifi Proklawati Jubilea

67
SHARES
519
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

LAGI baca buku Renungan Kalbu. Aku share yaa di bawah ini: Deep Learning banget nii. “Binatang Idaman Nabi”.

Pernahkah kita memperhatikan tiga binatang kecil, yaitu semut, laba-laba, dan lebah? Ketiganya memiliki sifat yang berbeda, dan bila dicermati, perilaku mereka bisa menjadi cermin bagi kehidupan manusia.

Semut dikenal sebagai makhluk yang paling rajin dalam mengumpulkan makanan. Ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja tanpa henti, sedikit demi sedikit, demi menyimpan persediaan.

Menariknya, meski usia semut tidak lebih dari satu tahun, ia tetap berusaha menumpuk makanan untuk persediaan bertahun-tahun. Ketekunan ini terlihat dari usahanya memikul benda yang jauh lebih besar dari tubuhnya, bahkan jika benda itu sebenarnya tidak berguna baginya.

Semut menjadi simbol ketekunan dan kerja keras, namun juga bisa menjadi gambaran sifat serakah dan berlebihan jika tidak disertai tujuan yang jelas.

Laba-laba, di sisi lain, adalah makhluk yang menakutkan bagi banyak orang. Sarangnya, meski tampak lemah, bukan tempat yang aman bagi makhluk lain. Apa pun yang terperangkap di dalamnya biasanya akan menjadi mangsa tanpa ampun. Bahkan perilaku reproduksinya terlihat kejam: jantan setelah kawin sering dibunuh oleh betina, dan anak-anaknya yang menetas bisa saling berdesakan hingga memusnahkan satu sama lain.

Laba-laba menjadi simbol dari sifat manusia yang merugikan orang lain, licik, atau bersikap merusak demi keuntungan pribadi.

Lebah, sebaliknya, memiliki sifat yang sangat berbeda dan patut diteladani. Lebah hidup dengan disiplin tinggi dan memiliki pembagian kerja yang jelas. Sarangnya dibangun dengan bentuk segi enam, yang terbukti kuat dan efisien dibanding bentuk lain. Lebah hanya mengambil sari bunga yang berguna, mengolahnya menjadi madu dan lilin yang bermanfaat bagi manusia. Ia tidak mengganggu makhluk lain kecuali merasa terancam. Sengatnya pun hanya digunakan untuk mempertahankan diri, dan secara mengejutkan, bahkan bisa menjadi obat bagi beberapa penyakit.

Lebah mencerminkan sifat manusia yang bermanfaat, disiplin, produktif, dan tidak merugikan orang lain.

Dalam kehidupan manusia, kita bisa menemukan sikap yang mirip dengan semut, laba-laba, atau lebah. Banyak orang yang menumpuk harta atau ilmu tanpa menggunakannya untuk kebaikan, seperti semut yang hanya mengumpulkan tanpa memanfaatkan. Ada juga yang selalu mencari keuntungan dengan merugikan orang lain, seperti laba-laba yang menunggu mangsa.

Sebaliknya, orang yang berperilaku seperti lebah tidak hanya bekerja keras, tetapi juga berpikir untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, hidup disiplin, dan tidak merugikan makhluk lain.

Sayangnya, di masyarakat kita, perilaku semut dan laba-laba lebih mudah ditemui dibandingkan perilaku lebah.

Banyak orang lebih fokus pada penumpukan harta, persaingan yang merugikan, atau mencari keuntungan pribadi tanpa memperhatikan kebaikan bersama. Sedangkan orang yang meneladani lebah—disiplin, bermanfaat, dan bijaksana—masih tergolong minoritas.

Rasulullah Muhammad saw. pernah mengingatkan bahwa seorang Mukmin hendaknya bersikap seperti lebah.

Pesan ini menjadi pedoman bahwa dalam hidup, seseorang tidak hanya perlu bekerja keras, tetapi juga harus menghasilkan sesuatu yang berguna, menjaga diri dari perilaku merusak, dan selalu berpikir tentang manfaat bagi orang lain.

Menjadi lebah yang produktif dan bermanfaat memang tidak mudah, apalagi jika kebanyakan orang di sekitar kita cenderung meniru sifat semut atau laba-laba.

Namun, menjadi minoritas yang berkualitas ini justru menunjukkan kemuliaan dan kedewasaan karakter seorang Mukmin.

Baca juga: Hisabnya Binatang dan Kaum Jin

Binatang Idaman Nabi

Dengan meneladani lebah, manusia belajar untuk hidup disiplin, bersih, dan berguna. Ia bekerja keras, tetapi selalu memperhatikan manfaat dari setiap tindakan. Ia tidak hanya peduli pada dirinya sendiri, tetapi juga pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Sikap ini selaras dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan agar setiap Mukmin menjadi pribadi yang produktif, bermanfaat, dan tidak merugikan sesama.

Kesimpulannya, semut, laba-laba, dan lebah bukan hanya makhluk kecil biasa, tetapi juga guru yang mengajarkan tentang perilaku hidup manusia.

Semut mengingatkan kita tentang ketekunan dan kerja keras, laba-laba tentang bahayanya sifat merusak dan licik, sementara lebah menjadi teladan kesempurnaan: bermanfaat, disiplin, dan bijaksana.

Nabi Muhammad saw. mengajarkan agar manusia meneladani lebah, sehingga hidupnya penuh manfaat dan keberkahan.

Memang menjadi minoritas yang berkualitas itu tidaklah mudah .
An nahl: 66,

Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar benar terdapat pelajaran bagi kamu.

FB Fifi Proklawati Jubilea

Tags: Binatang Idaman Nabi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sutradara Bollywood Dikritik Karena Samakan Genosida Gaza dengan Perayaan Diwali

Next Post

Kapan Nabi Isa Dilahirkan?

Next Post
Kapan Nabi Isa Dilahirkan?

Kapan Nabi Isa Dilahirkan?

WHO Pimpin Evakuasi 41 Pasien Kritis dari Gaza

WHO Pimpin Evakuasi 41 Pasien Kritis dari Gaza

Kemandulan Membawa Berkah

Kemandulan Membawa Berkah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8114 shares
    Share 3246 Tweet 2029
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    1988 shares
    Share 795 Tweet 497
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Mandi Junub Menggunakan Shower

    5058 shares
    Share 2023 Tweet 1265
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    476 shares
    Share 190 Tweet 119
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3606 shares
    Share 1442 Tweet 902
  • 25 Nama Bayi Laki-Laki Berawalan Huruf Z dalam Bahasa Arab

    854 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Daftar Pertanyaan Ayah untuk Calon Menantu Lelakinya

    861 shares
    Share 344 Tweet 215
  • Untuk Pemula, Belajar Islam Mulai dari Mana?

    3137 shares
    Share 1255 Tweet 784
  • Bahaya Game Sakura Simulator School untuk Anak-Anak

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga