PIMPINAN Cabang Aisyiyah (PCA) Jatiasih bekerja sama dengan Divisi Keakhawatan Masjid Abdulaziz A. Almanie (AAAA) kembali membuka kelas Tahsin Al-Qur’an Angkatan Kedua. Kegiatan pembukaan berlangsung pada Jumat, 16 Januari 2026, bertempat di Masjid Abdulaziz A. Almanie, Jatiasih, Kota Bekasi, dan dihadiri sekitar 60 peserta.
Acara diawali dengan sambutan perwakilan pengurus PCA Jatiasih yang disampaikan oleh Ulfah, selaku Wakil Ketua Harian PCA Jatiasih sekaligus Pembina Majelis Tabligh dan Ketarjihan serta Majelis Pauddasmen. Dalam sambutannya, Ulfah menyampaikan apresiasi atas antusiasme para peserta yang terus meningkat, ditandai dengan dibukanya kelas tahsin hingga memasuki angkatan kedua.
Tahsin Almanie diperuntukkan bagi muslimah dewasa dan lansia. Walaupun dirasa berat belajar di usia senja, namun tidak ada kata terlambat untuk memulai suatu kebaikan.
Kelas tahsin angkatan ini diikuti oleh 49 anggota lama dan 18 anggota baru, dengan kontribusi administrasi pendaftaran sebesar Rp25.000,- dan infaq bulanan sebesar Rp25.000,-. Meski akan memasuki bulan Ramadan, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan selama dua pekan agar semangat berinteraksi dengan Al-Qur’an tidak terhenti.
Sementara itu, Ketua PCA Jatiasih, dr. Luthfia Soegiharto, yang menegaskan pentingnya tahsin sebagai fondasi utama dalam membaca Al-Qur’an secara benar. Ia berharap kelas tahsin ini menjadi wasilah lahirnya muslimah yang semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya membaca tetapi juga mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Pimpinan Cabang Aisyiyah Jatiasih Kokohkan Ketahanan Pangan dengan Menjalankan Gerakan Menanam
PCA Jatiasih dan Divisi Keakhawatan Masjid Almanie Buka Kelas Tahsin Angkatan Kedua
Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi kelas tahsin oleh Kepala Sekolah Tahsin, Ustazah Tri Lestari, yang menandai dimulainya pembelajaran angkatan kedua. Acara juga diisi dengan tasmi’ Surah Al-Insan oleh Ustazah Eri Syafaati, yang menambah kekhusyukan dan semangat para peserta.
Materi utama disampaikan oleh Sri Nur Karyati, pengajar tahsin sekaligus pengurus Divisi Keakhawatan Masjid Abdulazis Abdullah A. Almanie, dengan tema “Bagaimana berinteraksi dengan Al-Qur’an.”
Dalam paparannya, Sri Nur Karyati menekankan bahwa membaca Al-Qur’an harus dilakukan secara tartil sesuai kaidah, serta disertai target yang jelas. Menurutnya, tanpa target, waktu akan mudah terlewat begitu saja tanpa keberkahan.
Ia menjelaskan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an tidak hanya sebatas membaca, tetapi mencakup lima hal utama, yaitu membaca, memahami, menghafal (tahfidz), mengamalkan, dan mendengarkan.
“Tahfidz adalah upaya menghafal Al-Qur’an, namun akhlak Rasulullah sendiri adalah Al-Qur’an yang hidup,” ujarnya.
Sri Nur Karyati juga menyampaikan penjelasan terkait doa khatam Al-Qur’an yang selama ini masyhur di masyarakat. Ia menegaskan bahwa doa tersebut tidak terdapat secara langsung dalam Al-Qur’an dan bukan lafaz dari Rasulullah SAW, namun isinya merupakan doa yang baik dan penuh harapan kepada Allah SWT.
Doa yang dibacakan di antaranya berisi permohonan agar Allah merahmati umat-Nya dengan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan kasih sayang, mengampuni jika lupa, menambahkan ilmu yang belum diketahui, serta memberikan rezeki untuk membaca Al-Qur’an sepanjang siang dan malam, dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.
Menutup materi, Sri Nur Karyati mengajak seluruh peserta untuk bercita-cita menjadi Ahlullah, yaitu keluarga Allah.
“Keluarga Allah adalah mereka yang senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an,” tuturnya penuh harap.
Melalui Kelas Tahsin Angkatan Kedua ini, PCA Jatiasih dan Divisi Keakhawatan Masjid Abdulaziz Abdullah A. Almanie berharap dapat terus menumbuhkan kecintaan kaum perempuan terhadap Al-Qur’an, sekaligus melahirkan generasi muslimah yang berakhlak Qur’ani dan istiqamah dalam menapaki jalan-Nya.
Masjid Abdulaziz Abdullah A. Almanie berlokasi di Jl. Bina Asih II, RT 001/RW.009, Jatiasih, Kec. Jatiasih, Kota Bks, Jawa Barat. [ind]





