SEBAGAI bagian dari rangkaian Beauty Science Tech (BST) 2026, ParagonCorp menggelar forum diskusi publik bertajuk “Water for Life: From Global Agenda to Grounded Impact” di City Hall, Pondok Indah Mall 3.
Forum ini menghadirkan perspektif global, praktik bisnis, dan realitas komunitas untuk membahas air bukan hanya sebagai isu sumber daya, melainkan sebagai tantangan sistem yang berpengaruh langsung pada kesehatan, gender, dan kualitas hidup.
Diskusi menyoroti paradoks yang dihadapi Indonesia, negara yang kaya sumber daya air, namun masih memiliki wilayah dengan keterbatasan akses terhadap air bersih dan aman.
Di sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur, perempuan dan anak-anak masih harus menempuh perjalanan jauh setiap hari untuk mendapatkan air, sebuah kondisi yang berdampak pada kesehatan, keselamatan, pendidikan, produktivitas, serta kesejahteraan keluarga secara keseluruhan.
Beauty Science Tech (BST) 2026, sebagai agenda tahunan Paragon yang telah berlangsung sejak 2024, menegaskan arah transformasi Paragon sebagai Purposeful Beauty Tech Company, mengintegrasikan sains, inovasi, dan nilai kemanusiaan.
Melalui forum bertema “Where Science Meets Soul”, Paragon memposisikan diri sebagai platform katalitik yang mendorong dialog lintas disiplin mengenai masa depan industri kecantikan yang berdampak dan bertanggung jawab.
ParagonCorp Soroti Peran Air Bersih sebagai Fondasi Kesehatan dan Kualitas Hidup dalam Forum Beauty Science Tech 2026
Forum ini juga menjadi bagian dari perjalanan water stewardship ParagonCorp melalui kampanye #LangkahAlirkanHarapan, yang berangkat dari keyakinan bahwa peningkatan kualitas hidup dapat dimulai dari akses dasar terhadap air bersih.
Bagi Paragon, air bukan isu keberlanjutan yang abstrak, melainkan elemen penting yang
terhubung erat dengan semua aspek kehidupan, kesehatan, kebersihan, perawatan kulit dan tubuh, serta keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Dalam diskusi tersebut, Retno L. P. Marsudi, UN Secretary-General’s Special Envoy on Water, menegaskan bahwa air merupakan isu keamanan manusia dan pembangunan
global. Ia menekankan pentingnya penyelarasan antara kebijakan, diplomasi, dan implementasi di tingkat lokal agar agenda global dapat benar-benar berdampak pada kualitas hidup masyarakat.
Pemerintah melihat air sebagai suatu komoditas yang ingin diswasembadakan. Tugas Pemerintah, menurut Rachmat Kaimuddin adalah mencukupi kebutuhan secara kualitas dan kuantitas secara merata di seluruh daerah dan memastikan pendayagunaannya tepat sasaran.
Untuk itu, dibutuhkan lebih banyak diskusi dan kebijakan yang hadir di masyarakat untuk menjadikan isu air ini semakin umum dan dapat meningkatkan pendanaan isu air.
Dari perspektif lapangan, Shana Fatina, Founder & CEO Komodo Water, mengungkapkan bahwa isu air bukan hanya tentang masalah infrastruktur, tetapi juga bagaimana sistem sosial bisa terbangun.
Pengalaman menghadirkan akses air bersih di Lempe dan Wae berfokus pada mendekatkan sumber air–kemudian dilanjutkan dengan membangun perilaku dan pola pikir yang berkelanjutan.
Upaya ini kemudian diharapkan dapat mengefisiensikan waktu dan tenaga, meningkatkan kesehatan dan keselamatan, serta meningkatkan produktivitas masyarakat melalui peluang yang lebih baik bagi keluarga dan komunitas dengan solusi yang sederhana, sesuai konteks lokal, dan mampu dijalankan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Sementara itu, dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO ParagonCorp, menekankan keterkaitan erat antara kualitas air, kebersihan, dan kesehatan kulit. Ia menjelaskan pendekatan Paragon yang terintegrasi—mulai dari pengelolaan air yang bertanggung jawab dalam operasional, inovasi produk yang lebih efisien air, hingga inisiatif berbasis komunitas dalam bentuk konservasi air, sebagai upaya menjadikan praktik berkelanjutan lebih mudah diakses dan berdampak nyata.
Diskusi yang dimoderatori oleh Batari Saraswati, Climate & Sustainability Policy Expert dari Systemiq Indonesia, menegaskan bahwa tantangan air paling berat dirasakan oleh perempuan dan keluarga. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar inisiatif tidak berhenti pada proyek percontohan, tetapi berkembang menjadi solusi berkelanjutan yang meningkatkan kualitas hidup.
Melalui forum ini, ParagonCorp menegaskan bahwa ketika agenda global, inovasi bisnis,
dan realitas komunitas bergerak selaras, air dapat menjadi lebih dari sekadar sumber daya, melainkan jalan menuju kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat.
Dari langkah-langkah nyata di bawah kampanye #LangkahAlirkanHarapan, dampak bermakna dapat terus mengalir, memperbaiki kualitas hidup keluarga dan komunitas. [Din]





