OCBC menghadirkan RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle) untuk mendorong UMKM agar menciptakan produk yang Sustainable.
Sebuah inisiatif terbaru OCBC yang menggabungkan kekuatan OCBC Preneurship dan Upcydea Festival untuk mendorong praktik keberlanjutan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui program ini, OCBC ingin mendorong perubahan dari sekadar kesadaran menjadi aksi nyata, sekaligus menunjukkan bahwa “Hidup keberlanjutan merupakan bagian dari gaya hidup sehari-hari.”
Produk keberlanjutan tidak harus mahal atau eksklusif, tetapi dapat menjadi pilihan yang kreatif, fungsional, dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari.
PROGRAM RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle) Melalui program ini, OCBC tidak hanya memperkuat kapasitas UKM melalui workshop, mentoring, dan kurasi, tetapi juga membantu mereka mengembangkan inovasi produk yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Sebanyak 50 UKM, terdiri dari 25 pelaku usaha kuliner dan 25 pelaku usaha fesyen serta kriya, mengikuti rangkaian program intensif untuk mengintegrasikan prinsip sustainability ke dalam produk dan model bisnis mereka berkolaborasi dengan Femalepreneur Indonesia.
Hasil inovasi produk dari UKM yang terpilih dihasilkan dari pengelolaan seragam OCBC bekas pakai dan yang diolah ulang menjadi kain baru. Hal ini, guna melahirkan produk keseharian yang dapat dibeli langsung oleh karyawan, serta hasil penjualannya disalurkan untuk pembelian benih pohon Mangrove.
Baca juga: Bank OCBC NISP Fasilitasi Ibadah Kurban dari Rumah dengan ONe Mobile
OCBC Dorong UKM Hadirkan Produk Sustainable yang Kreatif, Fungsional, dan Terjangkau melalui Program RISE
Aleta Hanafi, Brand & Communication Head OCBC, mengatakan bahwa keberlanjutan akan lebih mudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat apabila diwujudkan melalui pilihan-pilihan yang sederhana dan dekat dengan keseharian.
“Melalui RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle), kami ingin menunjukkan bahwa sustainability tidak harus rumit ataupun mahal. Kami percaya perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.”
Program RISE fokus pada pengembangan inovasi produk yang kreatif, fungsional, sekaligus berkelanjutan. Dengan misi tersebut, OCBC mengajak Billy Tjong dan Petty S. Fatimah menjadi mentor.
Sebagai mentor dalam program ini, Billy Tjong menilai bahwa sustainability seharusnya dipandang sebagai ruang untuk terus berinovasi.
“Perubahan lingkungan, tren, dan perilaku konsumen membuat pelaku usaha harus terus beradaptasi. Bagi saya, sustainability adalah innovation. Ketika kita mampu melihat keterbatasan sebagai peluang, justru disitulah lahir ide, material, dan produk baru yang memiliki nilai ekonomi.”

Sementara itu, Petty S. Fatimah, Women’s Entrepreneurship Advocate sekaligus Communication Strategist dan Lecturer, melihat bahwa arah industri fesyen semakin bergerak menuju praktik yang lebih berkelanjutan.
“Konsumen saat ini tidak hanya membeli produk, tetapi juga cerita dan nilai di balik produk tersebut. Karena itu, melalui mentorship kami untuk membantu UKM bagaimana kreativitas membuat produk bisa dilakukan dengan sudut pandang berkelanjutan, mengolah material recycle menjadi produk yang menarik dan punya nilai jual.”
Dengan adanya program RISE, OCBC berharap semakin banyak UKM yang mampu melihat sustainability bukan sebagai tantangan, melainkan peluang untuk terus berinovasi.
Ketika produk berkelanjutan semakin kreatif, fungsional, dan mudah diakses, perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan pun dapat dimulai dari keputusan-keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
OCBC berkomitmen melakukan kelanjutan dari implementasi circular economy yang telah dijalankan OCBC sejak 2023. Dengan mengajak karyawan untuk mengembalikan seragam tidak terpakai untuk di donasikan.
Di tahun 2024, program ini berkembang menjadi pengembangan dan variasi produk yang dengan menggandeng mitra CSR yang mempunyai kesamaan nilai (value). Produk ini dijual khusus untuk karyawan OCBC dimana hasil penjulan di distribusikan untuk pembelian bibit pohon Mangrove.
Di tahun 2025, Ide Upcydea Festival lahir dari sebuah pertanyaan sederhana, bagaimana limbah seragam yang sudah tidak digunakan dapat memperoleh kehidupan baru. Dari tantangan tersebut, OCBC melihat peluang untuk mengubah waste menjadi value melalui inovasi dan kolaborasi.
Pada tahun ini, OCBC berhasil meng-upcycle 256 kilogram seragam batik bekas menjadi berbagai produk fesyen. Inisiatif tersebut menghasilkan penjualan senilai Rp43,7 juta yang seluruhnya didonasikan untuk mendukung penanaman 2.185 pohon mangrove, dengan estimasi manfaat lingkungan berupa pengimbangan sekitar 258,89 kilogram CO2e emisi karbon.
Memasuki 2026, OCBC juga memperluas implementasi inisiatif ini termasuk ekspansi ke Cabang Semarang, untuk memperkuat praktik circular economy yang melibatkan lebih banyak karyawan dan masyarakat.
Upcydea Festival diperluas dampaknya dengan memperkenalkan Program RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle), yang mengajak UKM untuk dapat berkembang dalam suatu ruang pembelajaran agar sustainability dapat diintegrasikan ke dalam strategi bisnis UKM secara nyata. [Din]





