• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 1 Februari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Info

Cerita Suka Duka Dai Sahabat Masyarakat Termuda Laznas Al Azhar di Klaten

14/08/2017
in Info
79
SHARES
604
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Chanelmuslim – Di Mukernas Forum Indonesia Gemilang ke-3 di Auditorium Arifin Panigoro, Selasa (9/8), Chanelmuslim bertemu dengan Da'i Sahabat Masyarakat (Dasamas) Laznas Al Azhar, Amin Nasrulloh.

Amin merupakan Dasamas termuda dari 60 Dasamas yang tersebar di 11 Propinsi. Lulusan Universitas Jenderal Soedirman ini merupakan sosok yang ramah. Mungkin karena sering berinteraksi dengan masyarakat membuatnya bisa nyaman mengobrol dengan orang.

Amin mengaku mengetahui lowongan pekerjaan Dasamas saat ia menjadi relawan Mafaza Purwokerto yang menjadi mitra Laznas Al Azhar.

Ia beralasan menjadi  Dasamas ingin bisa bermanfaat bagi orang lain.

"Kita pengen jadi manusia yang beda. Kebanyakan lulusan sarjana ingin ke kota mencari instansi atau karir yang menjanjikan. Kalau saya ingin bermanfaat untuk orang orang sekitar terutama di desa desa binaan," tutur pemuda yang belum menikah ini.

Saat pertama datang ke Klaten. Ia agak kaget karena masyarakatnya banyak yang minum minuman keras, dan melakukan judi togel. Padahal di sana ada Mesjid tertua di Klaten, yaitu Mesjid Majasem.

"Kalau yang saya dampingi itu kering terhadap kesadaran ibadah. Ada mesjid tua, mesjidnya besar tetapi kesadaran ibadah sangatlah kecil. Padahal disitu daerahnya sudah menjadi penyangga kota. Mereka masih minum minum, dan main judi togel. Namun, sekarang sudah berkurang," tuturnya.

Menurutnya daerah yang ia dampingi secara fasilitas sudah bagus, sedangkan secara ekomomi menurut Amin perlu dikembangkan kesejahteraannya.

Di Desa tersebut, Kata Amin, pekerjaan masyarakat adalah kuli atau buruh batu merah. Tanah yang dikeruk oleh buruh tersebut bisa sampai dua meter sehingga menjadi rusak.

Menurut Amin, Tanah yang sering dikeruk bisa mengakibatkan berkurangnya kesuburan tanah. Untuk itu sebagai Dasamas, ia berperan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Menurutnya, memberikan pemahaman kepada masyarakat tidaklah mudah karena sudah menjadi mata pencaharian mereka

"Sedikit sedikit kita kasih pemahaman pengetahuan dan wawasan bahaya resikonya tanah yang subur diolah menjadi bata merah. Tanah yang sudah tidak subur membutuhkan dana yang besar untuk dikonservasi," tutur pria lulusan S1 Pertanian ini.

Amin menambahkan Tanah seribu meter persegi kalau disewa 20 sampai 30 juta diolah jadi batu bata bisa mengungtungkan hingga tiga sampai tujuh kali lipat, tetapi tetapi tanah itu menjadi rusak, karena ke dalam sudah berbentuk pasir. Menurutnya butuh puluhan hingga ratusan tahun untuk mensuburkan kembali.

"Oleh karena itu, Kita masuk ke situ, benahi dan lakukan konservasi jadi lahan pertanian. Kita tambahkan pupuk organik agar tanah kembali subur," ungkap Amin.

Sekarang sudah tiga puluh persen yang berubah kehidupannya menjadi petani. Menurut Amin, itu dikarenakan keterbatasan biaya dan dan lahan lahan yang bisa ditanam.

"Banyak lahan lahan yang rusak, banyak batuan besar kalau pasir masih bisa diolah. Kalau sudah batuan besar butuh diuruk, sedangkan diuruk perlu dana besar," tutur Amin.

Dalam melakukan pemberdayan, Dasamas Laznas Al Azhar melakukan empat hal pemberdayaan, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan dan keagamaan.

"Di setiap binaan ada saung ilmu, tiap daerah berbeda beda namanya, tergantung kearifan lokal masing masing. Itu tujuannya apa, untuk tempat ngumpul masyarakat, ngeles, atau kumpul para pengurus, untuk pendidikan anak anak, ngeles, kumpul para petani, dan untuk merencanakan program. Perencana program, misalnya ingin merencanakan program apa, nah disitu. Jadi sebagai pusat interaksi masyarakat, juga pusat edukasi," Tutur Amin.

Ia berujar, pusat binaanya sudah dipasangi wifi agar masyarakat bisa mengakses internet.

"Mereka akses internet, tetapi dalam kontrol saya. Jadi mereka tidak gaptek, mereka saya ajari buat email dan jelajahi internet dengan aman," cerita Amin.

Di Klaten, Amin membina satu kampung yang terdiri dari dua RW, tiga RT, keseluruhan 200 Kepala Keluarga.

"Yang kita bina ibu ibu, bapak bapak, remaja, anak anak. Kalau keagaamaan TPA, ngaji. Anak anak, bimbel. Kalo ekonomi peternakan. Pada intinya bertahap tidak bisa sekaligus, pola pikirnya, pola sikap, pandangannya yang kami ubah," tutur Amin

Amin berharap Laznas Al Azhar dapat menambah pendamping dan memperluas jaringannya tidak hanya 11 propinsi.

"Harapan saya, ini kan jadi kebutuhan di setiap masyarakat Pendaping itu itu penting. Jadi diperluas jaringannya tidak hanya 11 propinsi, tetapi menambah lagi di beberapa desa," tuturnya.

Menurutnya, kunci sukses pemberdayaan dari pendampingan. Dengan pemberdayaan dan pendampingan masyarakat, kata dia, bisa berpikir ke depan.

"Kalau bisa, memang kunci suksesnya pemberdayaan itu dari pendampingan mas. Kita ngasih dana 10 juta kalo langsung ke masyarakat habis, tetapi kalau pemerdayaan dan pendampingan bisa tujuh turunan atau lebih. Itu tujuannya dari pemberdayaan agar masyarakat lebih berpikir ke masa depan," pungkas Amin. (Ilham)

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Asinan Betawi, Resep Salad Segar Khas Kota Jakarta

Next Post

Dewan Dakwah: Penguatan Fungsi Agama Jangan Jadi Pelemahan

Next Post

Dewan Dakwah: Penguatan Fungsi Agama Jangan Jadi Pelemahan

Serunya Outing Class SD Juara Jakarta Timur

Mualaf Center Darussalam Gelar Dauroh untuk Para Mualaf

  • An Nahl Islamic School Gelar FunWalk 2026 Bertema One Family, One Journey

    An Nahl Islamic School Gelar FunWalk 2026 Bertema One Family, One Journey

    78 shares
    Share 31 Tweet 20
  • Hadis tentang Lima Malam saat Doa Tidak Tertolak

    524 shares
    Share 210 Tweet 131
  • Funwalk An Nahl Islamic School Jadi Simbol Sinergi Orang Tua dan Sekolah Dampingi Anak

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7914 shares
    Share 3166 Tweet 1979
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3445 shares
    Share 1378 Tweet 861
  • Ngargoyoso Waterfall jadi Salah Satu Destinasi Wisata Terfavorit di Kota Solo, Jawa Tengah

    116 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Bolehkah Puasa Daud dan Puasa Ayamul Bidh Digabung

    635 shares
    Share 254 Tweet 159
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    582 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Penjelasan Hadis ke-26 Mensyukuri Nikmat dengan Bersedekah

    301 shares
    Share 120 Tweet 75
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11130 shares
    Share 4452 Tweet 2783
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga