• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 4 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Playing Victim, Tanda-tanda sampai Cara Menghadapinya

23/11/2021
in Healthy
Playing Victim, Tanda-tanda sampai Cara Menghadapinya

Foto: Pexels/Daniel Reche

92
SHARES
704
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

ChanelMuslim.com – Playing Victim menjadi suatu hal yang berhubungan dengan psikologis. Maksud istilah tersebut adalah kondisi ketika seseorang selalu merasa dirinya menjadi korban. Oleh sebab itu, tidak jarang ia selalu menyalahkan orang lain sebagai penyebab dalam setiap konflik yang terjadi pada dirinya.

Baca Juga: Mencegah Tindak Pidana dengan Shalat

Tidak Semua Konflik Disebabkan oleh Orang Lain

Apabila dipupuk dan berubah menjadi kebiasaan, perilaku ini tentu sangat buruk. Tidak semua konflik atau masalah yang terjadi dalam hidup disebabkan oleh orang lain.

Tidak jarang, masalah tersebut timbul akibat ulah diri sendiri. Namun, karena selalu menyalahkan orang lain, ia tidak melakukan introspeksi diri sehingga masalahnya tidak kunjung selesai.

Dikutip dari The Asian Parent, ada lima tanda-tanda seseorang senang melakukan playing victim.

Pertama, hobi menyalahkan orang lain. Tujuannya adalah untuk membersihkan namanya dari segala macam kesalahan yang ada pada dirinya.

Kedua, mengasihani diri sendiri. Ia selalu merasa bahwa dunia kejam dan dirinya terlalu lemah menghadapinya.

Ia pun membesar-besarkan penderitaan untuk membuat orang lain iba pada dirinya.

Ketiga, lepas tangan terhadap tanggung jawab. Ia akan menumbalkan orang lain atas kegagalan yang dibuat olehnya.

Keempat, ahli memanipulasi. Cara ini membuat lawan bicara mereka terpengaruh sehingga mereka akan mendapat dukungan dari sekitar. Selain itu, ia juga bisa membuat seseorang merasa bersalah.

Kelima, tidak mau mengakui kesalahan. Ia tidak bersedia menghadapi kenyataan bahwa perilakunya membuat orang lain kesal dan merasa tidak nyaman.

Baca Juga: Islamic Relief Turun Tangan Bantu Korban Banjir di British Columbia

Penyebab Playing Victim

Dilansir dari Healthline, penyebab seseorang melakukan perilaku ini adalah bisa jadi karena mengalami trauma masa lalu, pernah dikhianati sehingga sulit percaya orang lain, dan adanya gangguan kepribadian narsistik serta manipulasi.

Dikutip dari klikdokter.com, Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi, Psikolog dari KlikDokter, apabila kita berteman dengan pelaku playing victim dan sedang menjadi orang yang disalahkan, maka periksa dulu semua fakta yang ada.

Jangan sampai ternyata memang benar diri kita yang salah. Apabila ada celah, pelaku playing akan makin menjadi-jadi.

Nantinya, fakta-fakta tersebut bisa kita jadikan pendukung untuk meyakinkan orang bahwa kita tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan oleh pelaku playing victim.

Setelah melihat faktanya, orang lain akhirnya bisa menyadari bahwa si pelaku memang sedang melakukan playing victim.

Ikhsan pun mengingatkan untuk berhenti simpati berlebihan kepada pelaku playing victim. Perhatian hanya akan makin membuatnya besar kepala.

Apabila tidak enak untuk langsung meninggalkannya, cukup dengarkan ceritanya. Tidak perlu memberi respons apapun karena khawatir menyabotase hal tersebut dan memosisikan dirinya menjadi korban. [Cms]

Tags: Playing victim
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pesan untuk Para Pejuang Kebenaran dari Kisah Nabi Musa dan Harun

Next Post

Musim Hujan, 3 Inspirasi Arsitektur Rumah Anti Banjir

Next Post
Musim Hujan, 3 Inspirasi Arsitektur Rumah Anti Banjir

Musim Hujan, 3 Inspirasi Arsitektur Rumah Anti Banjir

Ibu dan Anak Ini Dipertemukan lewat Kwitansi Persalinan

Ibu dan Anak Ini Dipertemukan lewat Kwitansi Persalinan

UMKM Binaan LAZ Al Azhar Meriahkan WSBK Mandalika

UMKM Binaan LAZ Al Azhar Meriahkan WSBK Mandalika

  • 5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    5 Objek Wisata Terbaik di Cilacap

    88 shares
    Share 35 Tweet 22
  • 5 Ide Kreasi Camilan Simpel dengan Rice Paper yang Renyah dan Lezat

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9023 shares
    Share 3609 Tweet 2256
  • Maroko dan Tragedi Perbatasan dengan Spanyol

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2324 shares
    Share 930 Tweet 581
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11660 shares
    Share 4664 Tweet 2915
  • Mengatasi Kesusupan Kayu di Kuku

    755 shares
    Share 302 Tweet 189
  • Resep Membuat Pempek Dos

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Tiga Golongan Manusia

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Ambillah Ilmu dari Ahlinya

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga