• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 3 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Menulis Narasi Bisa jadi Terapi Atasi Emosi

16/04/2026
in Healthy
Menulis narasi bisa jadi terapi atasi emosi

Foto: Ilustrasi (Pexels)/Ylanite Koppens

96
SHARES
737
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TAHUKAH Sahabat Muslim bahwa menulis narasi bisa menjadi terapi mengatasi emosi? Terapi menulis naratif bisa dilakukan saat individu sangat emosional dan tidak dapat mengatasi serta mengelola emosi tersebut dengan baik.

Demikian disampaikan Setiawati Intan Savitri yang pada 2019 lalu membuat disertasi berjudul “Pengaruh Jarak Psikologis dalam Menulis Naratif terhadap Refleksi Diri Adaptif”.

Baca Juga: Narasi Kepemimpinan Bersama Najwa Shihab

Menulis Narasi Bisa jadi Terapi Atasi Emosi

“Refleksi diri adalah kemampuan yang diberikan Tuhan untuk manusia yang tidak dimiliki makhluk lain, hal ini bisa dikembangkan untuk membaca diri masa lalu dan masa depan,” ujar Intan membuka paparannya.

Diterangkan lebih lanjut seperti dikutip dari aksesnews.com, menulis sebagai salah satu metode untuk melakukan refleksi diri sebenarnya sudah dilakukan banyak ahli, diantaranya James Pennebaker yang menyebutnya sebagai menulis ekspresif.

Maksudnya adalah menulis dengan cara mengekspresikan pemikiran dan perasaan terdalam tentang peristiwa negatif yang pernah dialaminya. Umumnya praktik ini menggunakan kata ganti persona pertama (aku, saya).

Sementara, dari sisi kognitif, menulis dianggap membantu seseorang untuk menstrukturkan pikiran, mengatur diri dan emosinya dengan cara mengenali kembali emosi yang muncul, merefleksikan kembali persoalan dengan menemukan sebab-akibat dari pengalaman yang dihadapi (insight), mendorong untuk menemukan makna di balik peristiwa yang dialaminya.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Hanya saja, yang sering terjadi adalah seseorang menjadi larut dalam peristiwa yang dialaminya. Maka, kemudian muncul refleksi diri adaptif dengan menulis menggunakan konsep menjaraki diri.

Dengan mengaktivasi perspektif  pengamat yang menunjukkan proses menjaraki-diri. Contoh, saya melihat diri saya yang tumbuh menjadi pemberani setelah peristiwa itu terjadi.

“Kemampuan kata ganti pertama dengan fungsi reflektif yang mengaktivasi perspektif pengamat ini belum dieksplorasi lebih jauh. Hal ini merupakan kesenjangan teoritis yang akan dijelaskan dalam disertasi ini,” katanya.

Hasilnya, penelitian ini menguatkan temuan sebelumnya yaitu menggunakan perspektif pengamat atau menggunakan kata ganti persona nama diri (non pertama) dengan cara menulis memberikan efek menjaraki-diri yang adaptif.

Namun, disertasi ini menambahkan hal yang spesifik terkait penggunaan kata ganti persona pertama yang pada studi sebelumnya dianggap maladaptif dalam konteks refleksi diri.

Hal ini menjadi relevan dalam praktik terapi menulis naratif yang dikembangkannya.

Menulis naratif sendiri adalah pertolongan pertama secara psikologis yang dapat dilakukan secara mandiri oleh individu saat mengalami problematika yang membutuhkan pengelolaan emosi. Terapi menulis naratif bisa dilakukan saat individu sangat emosional dan tidak dapat mengatasi serta mengelola emosi tersebut dengan baik.

“Dalam hal ini, evaluasi dan kritik yang berlebihan terhadap diri yang memiliki konsekuensi meningkatkan emosi negatif terhadap diri, tidak terjadi disebabkan munculnya jarak psikologis yang memungkinkan individu untuk tidak egosentrik,” tutupnya.

Intan meraih gelar Doktor Psikologi dari Universitas Indonesia (UI). Sidang terbuka promosi Doktor berlangsung di Gedung H Lantai 4, kampus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 11 Desember 2019 lalu. [Cms/Sdz]

Tags: Menulis narasi jadi terapi emosi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Berikut Panduan Memakai Alas Kaki saat Ihram

Next Post

Bantu Atasi Keluhan Nafsu Makan pada Orang Tua, ini Manfaat Lain Terapi Akupunktur

Next Post
Foto: Pexels/RODNAE Productions

Bantu Atasi Keluhan Nafsu Makan pada Orang Tua, ini Manfaat Lain Terapi Akupunktur

Gaya Jalan Sang Khalifah

Manfaat Menggerakkan Kedua Lengan Saat Berjalan

Terapi dari Penyakit Maksiat

Terapi dari Penyakit Maksiat

  • Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    455 shares
    Share 182 Tweet 114
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9452 shares
    Share 3781 Tweet 2363
  • Kemenag Gelar Sosialisasi Masa Persiapan Pensiun bagi ASN yang Memasuki Purnabakti

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Akal-akalan Pembajakan Pesawat Israel

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2441 shares
    Share 976 Tweet 610
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11808 shares
    Share 4723 Tweet 2952
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1326 shares
    Share 530 Tweet 332
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4275 shares
    Share 1710 Tweet 1069
  • Keberkahan Palestina dalam Al-Qur’an dan Hadis

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Menghina Allah dalam Hati

    645 shares
    Share 258 Tweet 161
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga