• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 23 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Menulis Narasi Bisa jadi Terapi Atasi Emosi

16/04/2026
in Healthy
Menulis narasi bisa jadi terapi atasi emosi

Foto: Ilustrasi (Pexels)/Ylanite Koppens

96
SHARES
737
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TAHUKAH Sahabat Muslim bahwa menulis narasi bisa menjadi terapi mengatasi emosi? Terapi menulis naratif bisa dilakukan saat individu sangat emosional dan tidak dapat mengatasi serta mengelola emosi tersebut dengan baik.

Demikian disampaikan Setiawati Intan Savitri yang pada 2019 lalu membuat disertasi berjudul “Pengaruh Jarak Psikologis dalam Menulis Naratif terhadap Refleksi Diri Adaptif”.

Baca Juga: Narasi Kepemimpinan Bersama Najwa Shihab

Menulis Narasi Bisa jadi Terapi Atasi Emosi

“Refleksi diri adalah kemampuan yang diberikan Tuhan untuk manusia yang tidak dimiliki makhluk lain, hal ini bisa dikembangkan untuk membaca diri masa lalu dan masa depan,” ujar Intan membuka paparannya.

Diterangkan lebih lanjut seperti dikutip dari aksesnews.com, menulis sebagai salah satu metode untuk melakukan refleksi diri sebenarnya sudah dilakukan banyak ahli, diantaranya James Pennebaker yang menyebutnya sebagai menulis ekspresif.

Maksudnya adalah menulis dengan cara mengekspresikan pemikiran dan perasaan terdalam tentang peristiwa negatif yang pernah dialaminya. Umumnya praktik ini menggunakan kata ganti persona pertama (aku, saya).

Sementara, dari sisi kognitif, menulis dianggap membantu seseorang untuk menstrukturkan pikiran, mengatur diri dan emosinya dengan cara mengenali kembali emosi yang muncul, merefleksikan kembali persoalan dengan menemukan sebab-akibat dari pengalaman yang dihadapi (insight), mendorong untuk menemukan makna di balik peristiwa yang dialaminya.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Hanya saja, yang sering terjadi adalah seseorang menjadi larut dalam peristiwa yang dialaminya. Maka, kemudian muncul refleksi diri adaptif dengan menulis menggunakan konsep menjaraki diri.

Dengan mengaktivasi perspektif  pengamat yang menunjukkan proses menjaraki-diri. Contoh, saya melihat diri saya yang tumbuh menjadi pemberani setelah peristiwa itu terjadi.

“Kemampuan kata ganti pertama dengan fungsi reflektif yang mengaktivasi perspektif pengamat ini belum dieksplorasi lebih jauh. Hal ini merupakan kesenjangan teoritis yang akan dijelaskan dalam disertasi ini,” katanya.

Hasilnya, penelitian ini menguatkan temuan sebelumnya yaitu menggunakan perspektif pengamat atau menggunakan kata ganti persona nama diri (non pertama) dengan cara menulis memberikan efek menjaraki-diri yang adaptif.

Namun, disertasi ini menambahkan hal yang spesifik terkait penggunaan kata ganti persona pertama yang pada studi sebelumnya dianggap maladaptif dalam konteks refleksi diri.

Hal ini menjadi relevan dalam praktik terapi menulis naratif yang dikembangkannya.

Menulis naratif sendiri adalah pertolongan pertama secara psikologis yang dapat dilakukan secara mandiri oleh individu saat mengalami problematika yang membutuhkan pengelolaan emosi. Terapi menulis naratif bisa dilakukan saat individu sangat emosional dan tidak dapat mengatasi serta mengelola emosi tersebut dengan baik.

“Dalam hal ini, evaluasi dan kritik yang berlebihan terhadap diri yang memiliki konsekuensi meningkatkan emosi negatif terhadap diri, tidak terjadi disebabkan munculnya jarak psikologis yang memungkinkan individu untuk tidak egosentrik,” tutupnya.

Intan meraih gelar Doktor Psikologi dari Universitas Indonesia (UI). Sidang terbuka promosi Doktor berlangsung di Gedung H Lantai 4, kampus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 11 Desember 2019 lalu. [Cms/Sdz]

Tags: Menulis narasi jadi terapi emosi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Berikut Panduan Memakai Alas Kaki saat Ihram

Next Post

Bantu Atasi Keluhan Nafsu Makan pada Orang Tua, ini Manfaat Lain Terapi Akupunktur

Next Post
Foto: Pexels/RODNAE Productions

Bantu Atasi Keluhan Nafsu Makan pada Orang Tua, ini Manfaat Lain Terapi Akupunktur

Gaya Jalan Sang Khalifah

Manfaat Menggerakkan Kedua Lengan Saat Berjalan

Terapi dari Penyakit Maksiat

Terapi dari Penyakit Maksiat

  • Desain Kemasan Parfum Ramah Lingkungan ParagonCorp Raih Silver Award di Pentawards 2026

    Desain Kemasan Parfum Ramah Lingkungan ParagonCorp Raih Silver Award di Pentawards 2026

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Panduan Memilih Warna Lipstik yang Sesuai dengan Kepribadian

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Mainan Pop It untuk Anak: Benarkah Bermanfaat bagi Tumbuh Kembangnya?

    148 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2548 shares
    Share 1019 Tweet 637
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9591 shares
    Share 3836 Tweet 2398
  • Salimah Dukung MUI Desak Pemerintah Batalkan Rencana Konser Andrea Bocelli di Indonesia

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • 3 Hal Yang Tidak Bisa Kembali Dalam Kehidupan Kita

    415 shares
    Share 166 Tweet 104
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2481 shares
    Share 992 Tweet 620
  • 50 Ucapan Hari Santri Nasional 2026 yang Penuh Makna dan Inspirasi

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Muslimah Ingin Tampil Cantik? Ini Cara Merawat Diri dari Luar dan Dalam

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga