• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 2 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Menulis Narasi Bisa jadi Terapi Atasi Emosi

16/04/2026
in Healthy
Menulis narasi bisa jadi terapi atasi emosi

Foto: Ilustrasi (Pexels)/Ylanite Koppens

95
SHARES
733
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

TAHUKAH Sahabat Muslim bahwa menulis narasi bisa menjadi terapi mengatasi emosi? Terapi menulis naratif bisa dilakukan saat individu sangat emosional dan tidak dapat mengatasi serta mengelola emosi tersebut dengan baik.

Demikian disampaikan Setiawati Intan Savitri yang pada 2019 lalu membuat disertasi berjudul “Pengaruh Jarak Psikologis dalam Menulis Naratif terhadap Refleksi Diri Adaptif”.

Baca Juga: Narasi Kepemimpinan Bersama Najwa Shihab

Menulis Narasi Bisa jadi Terapi Atasi Emosi

“Refleksi diri adalah kemampuan yang diberikan Tuhan untuk manusia yang tidak dimiliki makhluk lain, hal ini bisa dikembangkan untuk membaca diri masa lalu dan masa depan,” ujar Intan membuka paparannya.

Diterangkan lebih lanjut seperti dikutip dari aksesnews.com, menulis sebagai salah satu metode untuk melakukan refleksi diri sebenarnya sudah dilakukan banyak ahli, diantaranya James Pennebaker yang menyebutnya sebagai menulis ekspresif.

Maksudnya adalah menulis dengan cara mengekspresikan pemikiran dan perasaan terdalam tentang peristiwa negatif yang pernah dialaminya. Umumnya praktik ini menggunakan kata ganti persona pertama (aku, saya).

Sementara, dari sisi kognitif, menulis dianggap membantu seseorang untuk menstrukturkan pikiran, mengatur diri dan emosinya dengan cara mengenali kembali emosi yang muncul, merefleksikan kembali persoalan dengan menemukan sebab-akibat dari pengalaman yang dihadapi (insight), mendorong untuk menemukan makna di balik peristiwa yang dialaminya.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Hanya saja, yang sering terjadi adalah seseorang menjadi larut dalam peristiwa yang dialaminya. Maka, kemudian muncul refleksi diri adaptif dengan menulis menggunakan konsep menjaraki diri.

Dengan mengaktivasi perspektif  pengamat yang menunjukkan proses menjaraki-diri. Contoh, saya melihat diri saya yang tumbuh menjadi pemberani setelah peristiwa itu terjadi.

“Kemampuan kata ganti pertama dengan fungsi reflektif yang mengaktivasi perspektif pengamat ini belum dieksplorasi lebih jauh. Hal ini merupakan kesenjangan teoritis yang akan dijelaskan dalam disertasi ini,” katanya.

Hasilnya, penelitian ini menguatkan temuan sebelumnya yaitu menggunakan perspektif pengamat atau menggunakan kata ganti persona nama diri (non pertama) dengan cara menulis memberikan efek menjaraki-diri yang adaptif.

Namun, disertasi ini menambahkan hal yang spesifik terkait penggunaan kata ganti persona pertama yang pada studi sebelumnya dianggap maladaptif dalam konteks refleksi diri.

Hal ini menjadi relevan dalam praktik terapi menulis naratif yang dikembangkannya.

Menulis naratif sendiri adalah pertolongan pertama secara psikologis yang dapat dilakukan secara mandiri oleh individu saat mengalami problematika yang membutuhkan pengelolaan emosi. Terapi menulis naratif bisa dilakukan saat individu sangat emosional dan tidak dapat mengatasi serta mengelola emosi tersebut dengan baik.

“Dalam hal ini, evaluasi dan kritik yang berlebihan terhadap diri yang memiliki konsekuensi meningkatkan emosi negatif terhadap diri, tidak terjadi disebabkan munculnya jarak psikologis yang memungkinkan individu untuk tidak egosentrik,” tutupnya.

Intan meraih gelar Doktor Psikologi dari Universitas Indonesia (UI). Sidang terbuka promosi Doktor berlangsung di Gedung H Lantai 4, kampus Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 11 Desember 2019 lalu. [Cms/Sdz]

Tags: Menulis narasi jadi terapi emosi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Berikut Panduan Memakai Alas Kaki saat Ihram

Next Post

Bantu Atasi Keluhan Nafsu Makan pada Orang Tua, ini Manfaat Lain Terapi Akupunktur

Next Post
Foto: Pexels/RODNAE Productions

Bantu Atasi Keluhan Nafsu Makan pada Orang Tua, ini Manfaat Lain Terapi Akupunktur

Gaya Jalan Sang Khalifah

Manfaat Menggerakkan Kedua Lengan Saat Berjalan

Perbedaan Sunscreen Fisika dan Kimia

Perbedaan Sunscreen Fisika dan Kimia

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9014 shares
    Share 3606 Tweet 2254
  • Tips Efektif Membersihkan Perabotan Dapur yang Berlemak

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11654 shares
    Share 4662 Tweet 2914
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1160 shares
    Share 464 Tweet 290
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4072 shares
    Share 1629 Tweet 1018
  • Adakah Urutan Memotong Kuku dalam Islam?

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2318 shares
    Share 927 Tweet 580
  • Inilah 7 Destinasi Wisata di Luak Limapuluh yang Wajib Dikunjungi

    82 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Saladin Camp ke-7 di Yogyakarta Sukses Diikuti 400 Peserta, Prof Abdul al-Fattah el-Awaisi: Kitalah Generasi Pembebas Baitul Maqdis

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Makna Shaum

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga