• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 11 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Healthy

Membangun Kualitas Hidup melalui Kesehatan Reproduksi

27/02/2026
in Healthy, Unggulan
Membangun Kualitas Hidup melalui Kesehatan Reproduksi

foto: pixabay

84
SHARES
645
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MANUSIA dituntut untuk terus meningkatkan kualitas hidupnya. Saat ini, konsep kualitas hidup menjadi penting untuk dibahas dalam mengevaluasi hasil akhir kualitas hidup. Karena sejalan dengan tumbuhnya kesadaran bahwa kesejahteraan manusia menjadi pertimbangan yang penting dalam memilih kualitas dan tujuan untuk mempertahankan kehidupan.

Kualitas hidup menjadi pertimbangan bermakna untuk masyarakat pada umumnya, dan pelayanan kesehatan pada khususnya. Namun, saat ini belum ada konsensus tentang definisi tepat dan spesifik serta alat ukur kualitas hidup. 

Rizki Emalia menuturkan, menurut World Health Organization (WHO) (dalam Kwan, 2000) mendefinisikan kualitas hidup sebagai persepsi individu mengenai posisi mereka dalam kehidupan dilihat dari konteks budaya dan sistem nilai di mana mereka tinggal serta hubungannya dengan tujuan, harapan, standar, dan hal-hal lain yang menjadi perhatian individu tersebut.

Kualitas hidup secara awam adalah kualitas hidup berkaitan dengan pencapaian kehidupan manusia yang ideal atau sesuai dengan yang diinginkan (Diener dan Suh, dalam Nofitri, 2009).

“Ada empat aspek untuk kualitas hidup lebih baik dilihat dari kesehatan fisik, kesejahteraan psikologis, hubungan sosial dan hubungan dengan lingkungan. Empat domain yang sangat penting untuk kualitas hidup yaitu kesehatan dan fungsi, sosial ekonomi, psikologis, spiritual, dan keluarga,” ujar Rizki.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup bisa dilihat dari faktor jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, finansial, standar referensi standar referensi bahwa kualitas hidup sesuai denga harapan tujuan standar dari masing-masing individu.

“Berbicara reproduksi, seringnya reproduksi hanya dianggap sebatas masalah seksual atau hubungan intim. Alhasil, banyak orang tua yang merasa tidak nyaman untuk membicarakan masalah tersebut pada remaja. Padahal, kesehatan reproduksi, terutama pada remaja merupakan kondisi sehat yang meliputi sistem, fungsi, dan proses reproduksi,” jelas Rizki.

Reproduksi bisa diartikan sebagai proses kehidupan manusia dalam menghasilkan kembali keturunan.

Kesehatan Reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi, peran dan sistem reproduksi.

Membangun Kualitas Hidup melalui Kesehatan Reproduksi

“Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian sehat di sini tidak semata-mata berarti bebas penyakit atau bebas dari kecacatan namun juga sehat secara mental serta sosial kultural,” tambahnya.

Dia menuturkan, WHO mendefinisikan remaja sebagai perkembangan dari saat timbulnya tanda seks sekunder hingga tercapainya maturasi seksual dan reproduksi, suatu proses pencapaian mental dan identitas dewasa, serta peralihan dari ketergantungan sosial ekonomi menjadi mandiri.

“Secara biologis, saat seorang anak mengalami pubertas dianggap sebagai indikator awal masa remaja. Namun karena tidak adanya pertanda biologis yang berarti untuk menandai berakhirnya masa remaja, maka faktor-faktor sosial, seperti pernikahan, biasanya digunakan sebagai pertanda untuk memasuki masa dewasa,” jelas Rizki.

Usia remaja menurut WHO adalah 12 sampai 24 tahun. Namun, jika pada usia remaja, seseorang sudah menikah, ia tergolong dalam dewasa atau bukan lagi remaja.

Sebaliknya, lanjut Riski, jika usia sudah bukan lagi remaja tetapi masih tergantung pada orang tua (tidak mandiri), dimasukkan ke dalam kelompok remaja.

Baca juga: Detoks Reproduksi dengan Ramuan Herbal ala JSR

Selain itu, rentang usia remaja bervariasi bergantung pada budaya dan tujuan penggunaannya.

Di Indonesia, berbagai studi pada kesehatan reproduksi remaja mendefinisikan remaja sebagai orang muda berusia 15-24 tahun.

Sementara, menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), remaja berusia 10-24 tahun. Departemen Kesehatan dalam program kerjanya menjelaskan bahwa remaja adalah usia 10-19 tahun.

Di dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat menganggap remaja adalah mereka yang belum menikah dan berusia antara 13-16 tahun, atau mereka yang bersekolah di sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Rizki Emalia menjelaskan bahwa ada perbedaan fisik antara fisik remaja laki-laki dan remaja perempuan. Laki-laki ditandai dengan suara besar, pertumbuhan penis, kantung zakar, badan berotot, ereksi dan ejakulasi.

Jika perempuan, adanya pertumbuhan rahim, vagina, menstruasi pertama, pinggul melebar, payudara/buah dada membesar.

“Perbedaan tanda awal kematangan seksual antara laki-laki dan perempuan, yaitu remaja laki-laki sudah dapat melakukan fungsi reproduksi bila telah mengalami mimpi basah. Mimpi basah adalah peristiwa ejakulasi pada saat tidur,” kata Rizki.

Jika remaja perempuan, lanjut Rizki, sudah dapat melakukan fungsi reproduksi bila telah mengalami menstruasi/haid.

Kapan masa subur terjadi? Bidan Rizki mengatakan masa subur adalah masa terjadinya pelepasan sel telur pada perempuan.

“Titik puncak kesuburan terjadi pada hari ke-14 sebelum masa menstruasi berikutnya. Akan tetapi, tanggal menstruasi berikutnya sering kali tidak pasti pada remaja. Biasanya diambil perkiraan masa subur 3-5 hari sebelum dan sesudah hari ke-14 tersebut,” ungkapnya.

Pencegahan kehamilan dengan tidak melakukan hubungan seksual pada masa subur (sistem kalender), tidak dapat diandalkan karena siklus menstruasi pada remaja perempuan biasanya tidak teratur.

Lebih jauh lagi, Islam memberikan tuntunan agar setiap laki-laki dan perempuan menundukkan pandangan, berpuasa, sehingga dapat menahan syahwat untuk melakukan hubungan seksual di luar pernikahan atau lainnya yang dilarang oleh agama.[Walidah/Sdz] 

Tags: kesehatan reproduksireproduksi remaja
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Lampu Hias Ramadhan Terangi Kota Belgia

Next Post

Mengonsumsi Obat-obat Tertentu untuk Mematikan Syahwat

Next Post
Mengonsumsi Obat-obat Tertentu untuk Mematikan Syahwat

Mengonsumsi Obat-obat Tertentu untuk Mematikan Syahwat

Divonis Cuci Darah, Apakah Sudah Pasti Seumur Hidup?

Divonis Cuci Darah, Apakah Sudah Pasti Seumur Hidup?

Getaran Banjir Lahar Hujan Gunung Semeru Tercatat Hampir Empat Jam

Getaran Banjir Lahar Hujan Gunung Semeru Tercatat Hampir Empat Jam

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8849 shares
    Share 3540 Tweet 2212
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1077 shares
    Share 431 Tweet 269
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11566 shares
    Share 4626 Tweet 2892
  • RS Permata Jonggol Hadirkan BQS, Wujudkan Lingkungan Kerja yang Cinta Al-Qur’an

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Selebgram Larissa Chou Menggugat Cerai Sang Suami, Pentingnya Menjaga Amanah Pernikahan

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3985 shares
    Share 1594 Tweet 996
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4672 shares
    Share 1869 Tweet 1168
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3455 shares
    Share 1382 Tweet 864
  • Tuwailah binti Aslam, Shahabiyah yang Menjadi Saksi Perjalanan Mulia Rasulullah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Wamenlu Anis Matta, Geopolitik Dunia Ditentukan Geografi dan Perebutan Energi

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga