MALAM sudah semakin larut, tetapi mata masih sulit terpejam. Pikiran terus berjalan, tubuh terasa lelah, dan keinginan untuk segera tidur justru membuat seseorang semakin gelisah. Kondisi seperti ini cukup mengganggu, terutama jika terjadi berulang kali hingga aktivitas pada keesokan hari ikut terpengaruh.
Sebagian orang memilih minuman herbal sebagai bagian dari rutinitas sebelum tidur. Indonesia sendiri memiliki beragam rimpang yang biasa digunakan dalam pengobatan tradisional. Jahe, kunyit, hingga temulawak dikenal karena kandungan senyawa alaminya. Namun, perlu dipahami bahwa manfaat rimpang untuk mengatasi insomnia belum terbukti kuat melalui penelitian klinis. Berikut lima rimpang yang bisa dikenali potensi dan batas penggunaannya.
Baca Juga: Jarang Diketahui Ini 5 Manfaat Daun Suji Selain untuk Pewarna Makanan
Kenali 5 Rimpang Herbal dan Potensi Manfaatnya untuk Istirahat Lebih Nyaman
1. Jahe untuk Minuman Hangat Sebelum Tidur
Jahe sering diolah menjadi minuman hangat yang cocok dinikmati saat tubuh terasa kurang nyaman. Aroma dan sensasi hangatnya dapat menjadi bagian dari rutinitas malam yang menenangkan.
Meski demikian, jahe belum terbukti secara meyakinkan dapat mengobati insomnia. Jika ingin menikmatinya, buat minuman jahe dengan takaran wajar dan hindari tambahan gula berlebihan. Bagi orang yang mengalami asam lambung, jahe juga dapat memicu rasa tidak nyaman pada sebagian orang.
2. Kunyit dengan Kandungan Kurkumin
Kunyit mengandung kurkumin yang banyak diteliti karena aktivitas biologisnya, termasuk potensi antiinflamasi. Namun, penelitian mengenai kurkumin belum membuktikan bahwa kunyit dapat digunakan sebagai obat insomnia.
Kunyit boleh dimanfaatkan sebagai bumbu makanan atau minuman dalam jumlah wajar. Hindari mengonsumsi suplemen kurkumin dosis tinggi tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, terutama jika sedang hamil, memiliki penyakit tertentu, atau menggunakan obat rutin.
3. Temulawak untuk Menunjang Kesehatan Pencernaan
Temulawak dikenal luas dalam tradisi herbal Indonesia dan kerap digunakan untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan. Tubuh yang terasa nyaman tentu dapat mendukung rutinitas istirahat, tetapi manfaat tersebut tidak sama dengan efek obat tidur.
Belum ada bukti klinis kuat bahwa temulawak dapat mengatasi insomnia secara langsung. Karena itu, penggunaannya sebaiknya tetap sebatas pelengkap pola hidup sehat, bukan pengganti penanganan gangguan tidur.
4. Kencur sebagai Bahan Minuman Tradisional
Kencur sering digunakan untuk membuat beras kencur dan berbagai ramuan tradisional. Rasanya khas dan aromanya cukup kuat sehingga mudah dikenali.
Meski memiliki sejarah penggunaan tradisional, bukti ilmiah yang membuktikan kencur efektif mengatasi insomnia masih terbatas. Jika ingin mengonsumsinya, pilih olahan yang higienis dan hindari ramuan dengan komposisi yang tidak jelas.
5. Lengkuas untuk Menambah Variasi Menu Sehat
Lengkuas lebih sering digunakan sebagai bumbu masakan daripada sebagai bahan untuk membantu tidur. Rimpang ini dapat membuat hidangan lebih kaya rasa, tetapi belum terbukti memiliki efek yang dapat mengobati insomnia.
Menggunakan lengkuas dalam masakan merupakan pilihan yang wajar. Namun, jangan mengandalkan air rebusannya sebagai pengganti pengobatan gangguan tidur.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Selain memperhatikan konsumsi herbal, biasakan tidur dan bangun pada jam yang sama, kurangi kafein menjelang malam, batasi penggunaan gawai sebelum tidur, serta ciptakan kamar yang tenang dan nyaman.
Jika kesulitan tidur berlangsung terus-menerus atau mulai mengganggu pekerjaan dan aktivitas harian, konsultasikan dengan dokter. Terapi perilaku kognitif untuk insomnia atau CBT-I merupakan salah satu penanganan yang paling direkomendasikan untuk insomnia kronis.
Pada akhirnya, rimpang dapat menjadi bagian dari pola makan dan tradisi herbal, tetapi tidak semuanya terbukti sebagai obat tidur. Kenali manfaat dan batasannya agar upaya memperbaiki kualitas istirahat tetap aman dan berdasarkan bukti ilmiah. [DW]





